
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Assalamu’alaikum,</em><br>
Mohon penjelasan kedho’ifan tentang hadits di bawah ini sanadnya kuat/tidak serta perawinya, afwan cuman artinya saja:</p>
<ol>
<li>
<em>“Siapa yg membaca surat yasiin dengan tulus ikhlas krn Allah, maka diampunkan baginya dosa-dosa yang lalu, maka bacakanlah pada orang-orang yang akan mati/orang yang telah mati.”</em> (HR. Baihaqi)</li>
<li>“Dari Anas <em>rodhiallahu’anhu</em>. ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda <em>“Sesungguhnya setiap sesuatu itu mempunyai hati, adapun hati Al Qur’an adalah Yasiin. siapa membaca yasiin maka, Allah menulis baginya dengan membacanya itu seperti membaca AlQur’an sepuluh kali.”</em> (HR. Tirmidzi)</li>
</ol>
<p>Mohon penjelasan sanadnya sampai Rasul atau tidak. <em>jazakumullah khoir. Wassalamu’alaikum.</em></p>
<p><!--more--><strong>Jawaban Ustadz:</strong></p>
<p><strong>Pertama</strong>,<br>
<em>“Bacakan Yasin untuk orang-orang yang akan meninggal dunia.”</em></p>
<p><em>Takhrij</em> atau telusur Hadits tersebut adalah:</p>
<p>Hadits ini diriwayatkan oleh:</p>
<ol>
<li>Ahmad 5/26, 27</li>
<li>Nasai dalam <em>‘Amal Al-Yaumi wal Lailah</em> no. 1074</li>
<li>Ibnu Majah no. 1448</li>
<li>Ath-Thayalisi no. 931</li>
<li>Ibnu Abi Syaibah 3/237</li>
<li>Ibnu Hibban no. 3002</li>
<li>Abu ‘Ubaid dalam <em>Fadhail Al-Qur’an</em> no. 185</li>
<li>Thabrani dalam <em>Al-Kabir</em> 20/510</li>
<li>Hakim 1/565</li>
<li>Baihaqi 3/383 dan Baihaqi dalam <em>Syarh As-Sunnah</em> no. 1463 dari Ma’qil bin Yasar.</li>
</ol>
<p>Yang bermasalah dalam Hadits ini adalah rawi yang bernama Abu ‘Utsman. Abu Bakar Ibnul Arabi (bukan Ibnu Arabi tokoh sufi -ed) menukil bahwa Daruquthni mengatakan, “Ini adalah hadits yang lemah dari sisi sanadnya, lagi <em>majhul</em> matannya. Dan tidak ada satupun Hadits yang shahih berkenaan tentang keutamaan surat Yasin.”</p>
<p>Hadits ini dinilai lemah oleh An-Nawawi dalam <em>Al-Adzkar</em> hal. 132 dan <em>Tahdzibul Asma’ wal Lughat</em> 2/2/106. Ibnu Hajar dalam <em>Amali Al-Adzkar</em> sebagai mana dalam <em>Al-Futuhat Ar-Robbaniyyah</em> 4/118 serta Al-Albani dalam <em>Ahkamul Janaiz</em> hal. 11.</p>
<p><strong>Kedua</strong>,<br>
<em>Takhrij</em> Hadits ini adalah:</p>
<p>Hadits ini diriwayatkan oleh:</p>
<ol>
<li>Tirmidzi no. 2887</li>
<li>Darimi no. 3416</li>
<li>Al-Qadha’iy dalam <em>Musnad Syihah</em> no. 1035</li>
<li>Al-Khatib Al-Baghdadi dalam <em>Tarikh</em>-nya, 4/167</li>
</ol>
<p>Dalam Hadits tersebut ada 2 perawi yang bermasalah:</p>
<ol>
<li>Harun Abu Muhammad, majhul (tidak diketahui identitasnya) menurut Tirmidzi dan Muttaham (tertuduh berdusta) dalam Hadits ini menurut Imam Adz-Dzahabi.</li>
<li>Muqatil yaitu Muqatil bin Sulaiman. Tentang beliau, Abu Hatim Ar-Razi mengatakan “Muqatil ini adalah Muqatil bin Sulaiman. Saya melihat Hadits ini di awal kitab yang dipalsukan oleh Muqatil bin Sulaiman dan ia adalah Hadits batil, tidak ada asalnya.” (<em>Al-Ilal</em>, 2/55).</li>
</ol>
<p><strong>Kesimpulan:</strong></p>
<p>Hadits ini dinilai palsu oleh imam Al-albani dalam <em>Silsilal Ahadits Dhaifah</em> no. 169.</p>
<p><strong>Referensi:</strong></p>
<p>(1) <em>Maj. An-Nashihah</em> vol. 06 Th. 1 2004 M hal. 50-59<br>
(2) <em>Asy Syarh Al-Mumti’</em>, cet. Muassasah Asam jilid 5 hal. 318-319<br>
(3) <em>Ahkamul Janaiz</em>, Al-Maktabah Al-Islamiy hal. 11</p>
<p>***</p>
<p>Penanya: Azib<br>
Dijawab Oleh: <a href="http://ustadzaris.com" target="_blank">Ust. Abu Ukkasyah Aris Munandar</a></p>
 