
<p><i><span style="font-weight: 400;">Bismillahi wal hamdullillahi wahdahu wash shalatu was salamu ‘ala man la nabiyya ba’dahu, amma ba’du.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah yang meridahi agama Islam untuk umat Nabi Muhammad </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;">. Segala puji hanya bagi Allah yang menjadikan syari’at yang dibawa oleh beliau </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">sebagai penutup syari’at Allah dan menjadi syari’at yang paling sempurna serta dibawa oleh utusan-Nya yang paling mulia, Muhammad </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Keindahan Islam adalah suatu tema yang sangat menyejukkan jiwa orang-orang yang berhati hanif dan melapangkan dada orang-orang yang berfitrah lurus. Betapa tidak, dengan mengetahui keindahan Islam, seorang muslim semakin paham tentang agama yang dianutnya, dan semakin mantap dalam beragama Islam. Dengan dijelaskan tentang keindahan Islam, seorang non muslim pun akan terdakwahi dan syubhat merekapun akan terbantah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Perkara-perkara inilah yang disebut oleh </span><i><span style="font-weight: 400;">Markaz Qatar litta’rif bilIslam –</span></i><span style="font-weight: 400;">dalam kitabnya berjudul: </span><i><span style="font-weight: 400;">At-Ta’rif bil Islam</span></i><span style="font-weight: 400;">– sebagai hal yang merupakan urgensi mengenal keindahan Islam. Disebutkan di dalam kitab tersebut, bahwa urgensi mengenal keindahan Islam itu terbagi menjadi tiga sisi faedah besar, yaitu:</span></p>
<p><b>Sisi Pemeliharaan: Menguatkan Keimanan Seorang Muslim</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mengenal keindahan Islam mendorong seorang muslim untuk mengetahui agamanya, semakin mengenal keistimewaan, dan keagungan agamanya, sehingga menguatlah keimanannya dan bertambah kuat </span><i><span style="font-weight: 400;">iltizam</span></i><span style="font-weight: 400;">nya dengan agama Islam.</span></p>
<p><b>Sisi Pencegahan: Membentengi Diri dari Serangan Syubhat</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sesungguhnya mengenal keindahan Islam merupakan bekal dan senjata bagi seorang muslim dalam menghadapi syubhat yang dilontarkan oleh musuh-musuh Islam. Seorang muslim yang paham tentang keindahan Islam diharapkan akan mudah mengetahui kedustaan dan keburukan syubhat yang merusak keimanannya dan mampu membentengi diri dari bahayanya.</span></p>
<p><b>Sisi Dakwah: Metode yang Sangat Indah dalam Berdakwah</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Salah satu metode terbaik dalam menjelaskan Islam kepada orang-orang dan mengajak mereka melaksanakan agama Islam adalah dengan mengenalkan keindahan Islam yang sangat banyak kepada mereka. Hal ini, bukan hanya bermanfaat bagi keimanan seorang muslim, namun juga akan mendorong non muslim tertarik mengenal agama Islam dengan baik serta mengetahui keindahan dan kekokohan dasar-dasar agama Islam ini.</span></p>
<p><b>Islam Adalah Satu-Satunya Agama yang Diridhoi Oleh Allah </b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berfirman,</span></p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ</p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam</span></i><span style="font-weight: 400;">” (QS. Ali Imraan:19).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibnu Katsir </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">berkata,</span></p>
<p style="text-align: right;">إخبار من الله تعالى بأنه لا دين عنده يقبله من أحد سوى الإسلام ، وهو اتباع الرسل فيما بعثهم الله به في كل حين ، حتى ختموا بمحمد صلى الله عليه وسلم ، الذي سد جميع الطرق إليه إلا من جهة محمد صلى الله عليه وسلم ، فمن لقي الله بعد بعثته محمدا صلى الله عليه وسلم بدين على غير شريعته ، فليس بمتقبل .</p>
<p><span style="font-weight: 400;">“(Dalam ayat ini terdapat) kabar dari Allah Ta’ala bahwa tidak ada agama di sisi-Nya yang Allah terima dari seseorang selain Islam, yaitu mengikuti para rasul dalam perkara</span> <span style="font-weight: 400;">yang Allah utus mereka dengannya dalam setiap waktu hingga ditutup dengan Nabi Muhammad </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;">. Allah menutup seluruh jalan menuju kepada-Nya kecuali dari jalur Nabi Muhammad </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;">. Maka barangsiapa yang berjumpa dengan Allah setelah Allah mengutus Nabi Muhammad </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> membawa agama Islam, dalam keadaan ia beragama dengan agama selainnya, maka agamanya tersebut tidaklah diterima.”</span></p>
<p><b>[Bersambung]</b></p>
<p>***</p>
<p>Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah</p>
<p>Artikel Muslim.or.id</p>
[serialposts]
 