
<p><span style="font-weight: 400;">Allah</span><i><span style="font-weight: 400;"> Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berfirman,</span></p>
<p style="text-align: right;">وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ</p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” </span></i><span style="font-weight: 400;">(QS. Ali Imraan: 85).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh As-Sa’di berkata,</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-weight: 400;">أي: من يدين لله بغير دين الإسلام الذي ارتضاه الله لعباده، فعمله مردود غير مقبول، لأن دين الإسلام هو المتضمن للاستسلام لله، إخلاصا وانقيادا لرسله فما لم يأت به العبد لم يأت بسبب النجاة من عذاب الله والفوز بثوابه، وكل دين سواه فباطل </span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Maksudnya: barangsiapa yang beragama dengan agama selain Islam dalam rangka menyembah Allah -yang Islam itu adalah sebuah agama yang Allah ridhai untuk hamba-hamba-Nya-, maka (pastilah) amalnya tertolak, tidak diterima. Karena agama Islam mengandung kepasrahan kepada Allah dengan ikhlas dan ketaatan kepada para rasul-Nya. Oleh karena itu, selama seorang hamba tidak beragama dengannya, maka berarti ia tidak mengambil sebab keselamatan dari azab Allah dan sebab keberuntungan untuk mendapatkan pahala-Nya. Jadi, setiap agama selain Islam itu adalah agama yang batil.”</span></i></p>
<p><b>Apakah Itu Islam?</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kata “Islam” secara umum diperuntukkan untuk dua makna, yaitu:</span></p>
<p><b>1. Islam dengan Makna Umum</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Islam dengan makna kepasrahan kepada Allah semata yang mengandung ketaatan dan peribadahan kepada-Nya semata. </span><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itulah,  para ulama </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahumullah </span></i><span style="font-weight: 400;">mendefinisikan Islam dengan makna umum ini dengan lafaz berikut.</span></p>
<p style="text-align: right;">الاستسلام لله بالتوحيد، والانقياد له بالطاعة، والبراءة من الشرك وأهله</p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Berserah diri kepada Allah dengan mengesakan-Nya, tunduk kepada-Nya dengan menaati-Nya, dan benci terhadap perbuatan menyekutukan Allah (syirik) dan pelakunya”.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maka barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hanya menyembah-Nya dengan melaksanakan syari’at-Nya yang masih murni dan belum dihapus, maka ia adalah seorang muslim dan agamanya disebut dengan agama Islam (dengan makna umum).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Agama Islam dengan makna umum ini merupakan agama seluruh para Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">‘alaihimush shalatu was salam. </span></i><span style="font-weight: 400;">Syaikhul Islam </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">menyatakan di dalam risalah </span><i><span style="font-weight: 400;">At-Tadmuriyyah </span></i><span style="font-weight: 400;">yang</span> <span style="font-weight: 400;">disebutkan dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Majmu’ul Fatawa,</span></i></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-weight: 400;">وهذا الدين هو دين الإسلام الذي لا يقبل الله دينا غيره لا من الأولين ولا من الآخرين فإن جميع الأنبياء على دين الإسلام </span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Agama ini adalah agama Islam, yang Allah tidak menerima agama selainnya, tidak dari orang-orang terdahulu yang pertama-tama dan tidak pula dari orang-orang belakangan (terakhir), karena seluruh para nabi ‘alaihimush shalatu was salam beragama Islam”.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kemudian beliaupun menyebutkan dalil-dalil bahwa seluruh  para nabi</span><i><span style="font-weight: 400;"> ‘alaihimush shalatu was salam </span></i><span style="font-weight: 400;">beragama Islam, di antaranya yaitu:</span></p>
<p><b>– Firman Allah</b><b><i> Ta’ala </i></b><b>tentang Nabi Yusuf ‘</b><b><i>alaihis salam</i></b></p>
<p style="text-align: right;">وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ نُوحٍ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ إِنْ كَانَ كَبُرَ عَلَيْكُمْ مَقَامِي وَتَذْكِيرِي بِآيَاتِ اللَّهِ فَعَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْتُ فَأَجْمِعُوا أَمْرَكُمْ وَشُرَكَاءَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُنْ أَمْرُكُمْ عَلَيْكُمْ غُمَّةً ثُمَّ اقْضُوا إِلَيَّ وَلَا تُنْظِرُونِ</p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Dan bacakanIah kepada mereka </span></i><b><i>berita penting tentang Nuh</i></b><i><span style="font-weight: 400;"> di waktu dia berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, jika terasa berat bagimu tinggal (bersamaku) dan peringatanku (kepadamu) dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allah-lah aku bertawakal, karena itu bulatkanlah keputusanmu dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku). Kemudian janganlah keputusanmu itu dirahasiakan, lalu lakukanlah terhadap diriku, dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku.”</span></i></p>
<p style="text-align: right;">فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَمَا سَأَلْتُكُمْ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى اللَّهِ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ</p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah sedikitpun darimu. Ganjaran untukku tidak lain hanyalah dari Allah belaka, dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan </span></i><b><i>muslimin</i></b><i><span style="font-weight: 400;">” </span></i><span style="font-weight: 400;">(QS.Yunus: 71-72).</span></p>
<p><b>[Bersambung]</b></p>
<p>***</p>
<p>Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah</p>
<p>Artikel Muslim.or.id</p>
[serialposts]
 