
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Ibnul Qoyyim </b><b><i>rahimahullah</i></b><b> Berbicara tentang Kesempurnaan Islam </b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Perhatikanlah, para pembaca, bagaimana Ibnul Qoyyim </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">menggambarkan kepada kita kesempurnaan Islam yang hal ini sesungguhnya menunjukkan keindahan Islam.</span> <span style="font-weight: 400;">Berikut ini kami sarikan[1. Dengan sedikit penambahan dan pengurangan kata-kata untuk penyesuaian bahasa, namun tanpa merubah intisari penjelasan beliau]</span><span style="font-weight: 400;"> penjelasan beliau yang tertulis dalam kitabnya </span><i><span style="font-weight: 400;">I’lamul Muwaqqi’in </span></i><span style="font-weight: 400;">(4/285-286).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibnul Qoyyim </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah</span></i><span style="font-weight: 400;"> menjelaskan bahwa</span> <span style="font-weight: 400;">agama yang dibawa oleh Rasulullah</span><i><span style="font-weight: 400;"> shallallahu ‘alaihi was sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> adalah agama yang sempurna, menyeluruh, mencukupi kebutuhan manusia, sehingga umat Islam tidak membutuhkan ajaran agama selainnya. Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi was sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">telah</span> <span style="font-weight: 400;">menjelaskan kepada umat ini tentang hukum kehidupan, kematian maupun setelahnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi was sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">wafat, sedangkan tidak ada satu pun kebaikan yang dibutuhkan manusia kecuali telah beliau </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi was sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">jelaskan. Beliau  </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi was sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">telah mengajarkan semua kebaikan, sampai pun adab buang hajat, hubungan badan antar suami istri, tidur, berdiri, duduk, makan, minum, menaiki kendaraan, safar, mukim, diam, berbicara, dan adab bergaul. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Beliau pun </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi was sallam  </span></i><span style="font-weight: 400;">mengajarkan tentang hakikat kekayaan, perihal kemiskinan, masalah sehat dan sakit.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi was sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> wafat dan beliau</span> <span style="font-weight: 400;">telah menjelaskan tentang sifat-sifat </span><i><span style="font-weight: 400;">Al-‘Arsy, Al-Kursi, </span></i><span style="font-weight: 400;">malaikat, jin, neraka, surga, hari Kiamat dan apa yang terjadi padanya hingga seolah-olah orang yang mendengarnya seperti sedang melihat dengan mata kepala sendiri. Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi was sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> telah memberitahukan kepada umatnya tentang satu-satunya sesembahan mereka yang benar, yaitu Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Tabaraka wa Ta’ala,</span></i><span style="font-weight: 400;"> dengan penjelasan yang sempurna. Mengenalkan kepada mereka nama Allah, sifat dan perbuatan-Nya. Beliau </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi was sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> mengenalkan kepada umatnya tentang para nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">‘alaihimush shalatu was salam</span></i><span style="font-weight: 400;"> dan umat mereka, serta peristiwa yang terjadi di antara mereka, seolah-olah umatnya sedang hidup di tengah-tengah umat terdahulu.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Beliau </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi was sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">juga memberitahukan jalan-jalan kebaikan dan keburukan, yang nampak maupun tidak nampak, mengenalkan tentang keadaan-keadaan kematian, dan  alam barzakh, memberitahukan adanya hari kebangkitan dan prosesi di akherat nantinya. Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi was sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> pun telah menjelaskan dengan gamblang dalil-dalil tentang tauhid, kenabian, kerasulan serta bantahan terhadap kelompok kufur dan sesat yang jika dipahami dengan baik, tidak akan tersisa sedikitpun syubhat dan kebingungan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Beliau </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi was sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> pun mengajarkan ilmu tentang peperangan dan adab-adabnya, dan mengajarkan pula sebab-sebab kemenangan yang kalau diterapkan tidak ada satupun musuh Islam yang sanggup berhadapan dengan kaum muslimin.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian pula, beliau </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi was sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">menjelaskan</span> <span style="font-weight: 400;">tentang tipu daya setan dan pintu-pintunya sehingga umatnya pun bisa terlindungi dari keburukannya dengan mewaspadai tipu dayanya dan mennghindari pintu-pintunya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi was sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> pun telah menjelaskan tentang jiwa manusia, serta sifat-sifatnya dengan sempurna sehingga umatnya tidaklah membutuhkan penjelasan selainnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Beliau </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi was sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> pun mengajarkan tentang pedoman hidup manusia yang jika manusia menerapkannya, niscaya akan lurus hidupnya. Kesimpulannya, Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi was sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">membawa ajaran kebaikan dunia dan akherat untuk umatnya dengan sempurna. Jadi, bagaimana mungkin muncul persangkaan bahwa agama Islam yang dibawa oleh beliau </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi was sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">itu masih membutuhkan logika, analogi (qiyas), dan teori politik di luar Islam untuk menyempurnakan agama Islam?</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Barangsiapa yang menyangka demikian, maka kedudukannya seperti orang yang menyangka bahwa manusia membutuhkan rasul lain sepeninggal beliau </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi was sallam.</span></i><span style="font-weight: 400;"> Dan faktor penyebab sangkaan yang salah itu adalah sedikitnya pemahaman orang yang menyangka tentang agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi was sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> dan tidak banyak mengenal pemahaman para sahabat Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi was sallam</span></i><span style="font-weight: 400;">, yang mana para sahabat Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi was sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">adalah orang-orang yang mencukupkan diri mereka dengan agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi was sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> dan mereka tidak membutuhkan kepada ajaran agama selainnya, oleh karena itu mereka berhasil menjadi penyebab terbukanya hati manusia  dan terbukanya berbagai negeri di bawah kepemimpinan mereka.</span></p>
<p><b>[Bersambung]</b></p>
<p>Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah</p>
<p>Artikel Muslim.or.id</p>
[serialposts]
<p>______</p>
 