
<p>Apakah Anda harus berhenti bekerja atau tidak dan menjadi <strong>pengusaha full-time </strong>atau jika Anda harus menjalankan bisnis rumahan <a title="Part Time, Paruh Waktu" href="baca/artikel/932/kerja-paruh-waktu-mengapa-tidak" target="_blank"><strong>part-time</strong></a> saat mengerjakan “pekerjaan harian” Anda, merupakan keputusan yang  sangat penting.  Seperti yang ditunjukkan oleh Kanaga secara jelas dalam  artikel berikut,  teknologi yang ada saat ini telah mempermudah untuk  menjalankan usaha rumahan paruh waktu daripada sebelumnya.</p>
<p>Dengan perkembangan teknologi tertentu dan biaya awal yang rendah  telah mempermudah banyak pengusaha saat ini untuk memulai Bisnis  berbasis rumahan. Diperkirakan di Amerika ada 40 juta bisnis berbasis  rumahan. Bisnis berbasis rumahan mewakili 63% dari seluruh usaha kecil.  Lebih jauh, lebih dari tujuh puluh-lima persen bisnis ini dijalankan  secara paruh waktu.</p>
<p>Beberapa alasan umum untuk memulai bisnis rumahan adalah; pemenuhan  impian, kebutuhan pendapatan tambahan atau memiliki pendapatan cadangan  jika kehilangan pekerjaan saat ini. Alasan yang lebih umum adalah banyak  orang yang senang memiliki dan menjalankan bisnis rumahan dan merasakan  ketegangan dan kenikmatan dalam menjalankan bisnis rumahan baik secara  full time atau <a title="Part Time, Paruh Waktu" href="baca/artikel/932/kerja-paruh-waktu-mengapa-tidak" target="_blank"><strong>part-time</strong></a><strong>.</strong><strong></strong> Mayoritas mereka yang ada di kategori  terakhir seringkali mengalami kesalahan konsep dimana dibutuhkan sedikit  upaya untuk menjalankan bisnis dari rumah.</p>
<p>Jika Anda memiliki ide memulai usaha berbasis rumahan, maka direkomendasikan bahwa Anda memulainya secara<strong> </strong><a title="Part Time, Paruh Waktu" href="baca/artikel/932/kerja-paruh-waktu-mengapa-tidak" target="_blank"><strong>part-time</strong></a><strong> </strong>sementara terus melakukan pekerjaan full-time Anda. Ada beberapa alasan yang menonjol untuk mengadopsi strategi bisnis <a title="Part Time, Paruh Waktu" href="baca/artikel/932/kerja-paruh-waktu-mengapa-tidak" target="_blank"><strong>part-time</strong></a> ini.  Saya akan menyusun yang terpenting seperti di bawah ini:</p>
<ol>
<li>Alih-alih antusiasme dan kegigihan Anda agar sukses dalam bisnis  rumahan, upaya Anda bisa berakhir dengan kegagalan akibat beberapa  alasan. Pada saat itu Anda selalu kembali lagi ke pekerjaan full-time  Anda. Berbicara tentang kegagalan bisa jadi  membingungkan bagi beberapa  orang tapi Anda harus siap untuk kejadian-kejadian yang tidak terduga.</li>
<li>Dengan memulai dari kerja <a title="Part Time, Paruh Waktu" href="baca/artikel/932/kerja-paruh-waktu-mengapa-tidak" target="_blank"><strong>part-time</strong></a> dalam bisnis rumahan  Anda, investasi anda baik dalam hal keuangan dan waktu tentu saja lebih  kecil sehingga bisa meminimalkan resiko.</li>
<li>Saat dalam proses menetapkan operasional bisnis rumahan Anda, Anda  harus menetapkan pengeluaran Anda. Pekerjaan full-time yang bisa  membantu Anda mengatasi situasi seperti ini terlebih diawal-awal bulan  bisnis paruh-waktu Anda. Jika Anda mulai menghasilkan profit diawal  usaha dan kemudian membangun dana cadangan untuk memulai bisnis rumahan  Anda secara full-time.</li>
<li>Pemikiran dengan memiliki pekerjaan full-time dengan penghasilan  yang teratur akan memberikan Anda keyakinan untuk mengambil resiko yang  masuk akal di bisnis rumahann <a title="Part Time, Paruh Waktu" href="baca/artikel/932/kerja-paruh-waktu-mengapa-tidak" target="_blank"><strong>part-time</strong></a> Anda. Ini tidak berlaku untuk kebalikannya.</li>
<li>Keberadaan pekerjaan full-time berarti Anda tidak berada dalam  tekanan untuk melakukan bisnis paruh-waktu Anda di rumah untuk bisa  bertahan. Anda bisa belajar ketrampilan bisnis, mendapatkan pengetahuan  bisnis dan tumbuh secara teraturs.</li>
<li>Dengan mempertahankan pekerjaan full-time Anda masih bisa  melanjutkan asuransi kesehatan, meninggalkan semua benefit sampai Anda  menetapkan diri pada bisnis paruh-waktu.</li>
<li>Jika tujuan Anda menjadi pengusaha rumahan, maka pastikan untuk  menggunakan pekerjaan Anda dan membuat pondasi untuk bisnis berbasis  rumahan dengan membuat kontak yang dibutuhkan dengan orang yang bisa  berguna bagi bisnis Anda dimasa datang dan juga bisa sebagai pelanggan  Anda. Tentu saja Anda harus memastikan bahwa tindakan Anda tidak  mengakibatkan konflik dengan kebijakan Manajemen dimana Anda selaku  karyawan.</li>
<li>Berhenti dari pekerjaan full-time suatu hari dan memulai bisnis  rumahan secara full-time di keesokan harinya  bisa mengakibatkan  kekacauan dan bencana kecuali Anda memiliki dukungan yang kuat dari  pengusaha yang berpengalaman. Sebaliknya, jika transisi dilakukan secara  bertahap dari pekerjaan full-time ke bisnis rumahan maka akan menjadi  lebih mudah.</li>
</ol>
<p>Melakukan pekerjaan full-time dan menjalankan bisnis paruh-waktu bisa  jadi   merepotkan dan mungkin Anda kewalahan sehingga mengabaikan baik  bisnis, pekerjaan atau keduanya.</p>
<p>Anda harus mengorbankan banyak waktu yang penting bagi keluarga untuk  kepentingan usaha rumahan Anda. Kesuksesan bisnis rumahan Anda atau  apapun yang terkait dengan bisnis tidak datang dengan mudah. Dibutuhkan  kerja keras, pengorbanan, dedikasi dan kegigihan. Disamping itu semua  Anda harus memiliki hasrat atas apa yang Anda kerjakan. Banyak  bisnis  besar yang sukses tumbuh dari usaha kecil termasuk Giant Amazon.com.  Mulai menebar benih bisnis rumahan saat Anda menjadi karyawan, dan amati  pertumbuhannya, dijaga dengan baik, memiliki hasrat terhadapnya dan  petik buah kerja keras Anda. Nikmati buah kerja keras Anda dan pada  saatnya panen, berhenti dari pekerjaan full-time Anda. Hanya itu,  menjaga pertumbuhan dan menetapkan diri Anda sebagai pengusaha rumahan  yang sukses. Ini yang kemudian dinamakan cara cerdas untuk sukses.</p>
<p>Penulis: Kanaga Siva memiliki banyak pengalaman di bidang Marketing dan juga menjalankan bisnis rumahan.<br> Sumber:  www.business-fromhome.com</p>
<p>Diterjemahkan oleh: Iin – Tim <strong>Pengusahamuslim.com</strong><br> Artikel: <a title="www.pengusahamuslim.com" href="http://www.PengusahaMuslim.com" target="_blank">www.pengusahamuslim.com</a></p>
 