
<p>KETIDAK HAFALANNYA ATAS AL-QUR’AN DIMA’AFKAN</p>
<p>Oleh<br>
Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta</p>
<p>Pertanyaan.<br>
Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Apa hukumnya bagi orang yang sering membaca Al-Qur’an Al-Karim, namun karena daya ingatnya lemah, dia tidak bisa menghafalnya ? Apa pula hukum orang yang menghafal Al-Qur’an dan melupakannya, seperti orang (pelajar) yang menghafalnya untuk tujuan ikhtibar (ujian), apakah itu berdosa.?</p>
<p>Jawaban.<br>
Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada RasulNya beserta keluarga dan shabatnya, wa ba’du.</p>
<p>Orang yang banyak membaca Al-Qur’an, namun dia tidak menghafalnya karena daya ingatnya lemah, maka dia itu mendapatkan pahala atas bacaannya itu dan dimaafkan ketidak-hafalannya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.</p>
<div id="body" class="body">
<div id="quranSection" class="main">
<div id="searchableSection" class="quran">
<div id="64_16" class="aya selectedAya">
<div class="quran" lang="ar">فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p>“Maka bertaqwalah kalian kepada Allah semampu kalian” [At-Thagabun/64 : 16]</p>
<p>Adapun orang yang menghafal Al-Qur’an, misalnya untuk ujian, kemudian dia lupa, maka dia telah berbuat kesalahan dan telah lepas darinya kebaikan yang banyak.</p>
<p>Wabillah at-taufiq wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa aalihi wa shahbihi wa sallam.</p>
<p>[Disalin dari buku 70 Fatwa Fii Ihtiraamil Qur’an, edisi Indonesia 70 Fatwa Tentang Al-Qur’an, Penyusun Abu Anas Ali bin Husain Abu Luz, Penerbit Darul Haq]</p>
 