
<h2><strong>Ketika Iman Menurun</strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Al-Hasan Al-Bashri, seorang ulama era tabi’in mengatakan, </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">إن القلوب تموت وتحيا فإذا هي ماتت فاحملوها على الفرائض فإذا هي  أحييت فأدبوها بالتطوع</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Hati itu kadang mati kadang hidup normal. Jika hati sedang mati paksa badan untuk tetap melaksanakan hal-hal yang wajib. Jika hati sedang dalam kondisi hidup normal didik badan untuk melakukan hal-hal yang hukumnya dianjurkan.” (Az-Zuhd karya Imam Ahmad hal 216).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Iman yang ada di hati manusia itu kadang naik kadang turun.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ketika kondisi turun hati seakan-akan mati, tidak ada semangat untuk taat. Dalam kondisi ini upayakan agar tidak sampai meninggalkan kewajiban agama. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebaliknya ketika iman sedang naik sehingga hati itu hidup sempurna manfaatkan sebaik-baiknya dengan memperbanyak amal-amal sunnah. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kenalilah diri kita sendiri dan berikan model ibadah yang pas baginya.”</span></p>
<p><strong>Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.</strong></p>
 