
<h3><strong>Definisi</strong></h3>
<p>Ketika seorang wanita mengalami siklus haid yang lebih sering (siklus haid yang lebih singkat dari 21 hari), hal ini dikenal dengan istilah <em>polimenorea</em>. Wanita dengan <em>polimenorea</em> akan mengalami haid hingga 2 kali atau lebih dalam sebulan, dengan pola yang teratur dan jumlah pendarahan yang relatif sama atau lebih banyak dari biasanya.</p>
<p><em>Polimenorea</em> harus dapat dibedakan dari <em>metroragia</em>. <em>Metroragia</em> merupakan suatu pendarahan irregular yang terjadi diantara dua waktu haid. Pada <em>metroragia</em>, haid terjadi dalam waktu yang lebih singkat dengan darah yang dikeluarkan lebih sedikit.</p>
<h3><strong>Penyebab</strong></h3>
<p>Timbulnya haid yang lebih sering ini tentunya akan menimbulkan kekhawatiran pada wanita yang mengalaminya. <em>Polimenorea</em> dapat terjadi akibat adanya ketidakseimbangan sistem hormonal pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium.</p>
<p>Ketidakseimbangan hormon tersebut dapat mengakibatkan gangguan pada proses ovulasi (pelepasan sel telur) atau memendeknya waktu yang dibutuhkan untuk berlangsungnya suatu siklus haid normal sehingga didapatkan haid yang lebih sering. Gangguan keseimbangan hormon tersebut dapat terjadi pada:</p>
<ol>
<li>3-5 tahun pertama setelah haid pertama.</li>
<li>Beberapa tahun menjelang menopause.</li>
<li>Gangguan indung telur.</li>
<li>Stress dan depresi.</li>
<li>Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia).</li>
<li>Penurunan berat badan berlebihan.</li>
<li>Obesitas</li>
<li>Olahraga berlebihan, misalnya atlit.</li>
<li>Penggunaan obat-obat tertentu, seperti antikoagulan, aspirin, anti-inflamasi non steroid.</li>
</ol>
<p>Pada umumnya, <em>polimenorea</em> bersifat sementara dan dapat sembuh dengan sendirinya. Penderita <em>polimenorea</em> harus segera dibawa ke dokter jika <em>polimenorea</em> berlangsung terus menerus. <em>Polimenorea</em> yang berlangsung secara terus menerus dapat menimbulkan gangguan hemodinamik tubuh akibat darah yang keluar terus menerus.</p>
<p>Di samping itu, <em>polimenorea</em> dapat juga akan menimbulkan keluhan berupa gangguan kesuburan karena gangguan hormonal pada <em>polimenorea</em> mengakibatkan gangguan ovulasi. Wanita dengan gangguan ovulasi seringkali mengalami kesulitan mendapatkan keturunan.</p>
<p>***</p>
<p>Diketik ulang dari faedah daurah “<em>Muslimah: Cantik dan Sehat, Gaya Hidup Syar’i</em>” bersama dr. Avie Andriyani (UmmuShofiyyah)</p>
<p>Artikel Muslimah.or.id</p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 