
<p><em>Baca pembahasan sebelumnya<a href="https://muslim.or.id/43225-keutamaan-dan-kewajiban-shalat-berjamaah-bag-2.html"> Keutamaan dan Kewajiban Shalat Berjamaah (Bag.2)</a></em></p>
<h2><span style="font-size: 24pt;">Keutamaan Shalat Jamaah (Lanjutan)</span></h2>
<p>Keutamaan-keutamaan shalat berjamaah lainnya adalah:</p>
<h3><span style="font-size: 21pt;">Sesungguhnya Allah menjamin bagi orang-orang yang mendatangi masjid dengan kegembiraan, rahmat, dan kemudahan melintasi <i>shirath</i></span></h3>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">الْمَسْجِدُ بَيْتُ كُلِّ تَقِيٍّ، وَقَدْ ضَمِنَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لِمَنْ كَانَ الْمَسَاجِدُ بُيُوتَهُ الرَّوْحَ، وَالرَّحْمَةَ، وَالْجَوَازَ عَلَى الصِّرَاطِ</span></p>
<p>”Masjid adalah rumah bagi setiap orang yang bertakwa. Dan Allah menjamin orang-orang yang menjadikan masjid sebagai rumahnya dengan kegembiraan, rahmat, dan kemudahan melintasi shirath.” (HR. Thabrani dan Al-Bazaar. Al-Bazaar berkata, <i>”Sanadnya hasan”. </i>Al-Mundziri berkata sebagaimana perkataan Haitsami, <i>”Perawi hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bazaar semuanya adalah perawi yang digunakan dalam kitab shahih”. </i>Hadits ini di-<i>shahih-</i>kan oleh Syaikh Albani)</p>
<h3>
<span style="font-size: 21pt;">Keutamaan mengucapkan <i>“Aamiin” </i>bersama </span><a href="https://muslim.or.id/39876-yang-menjadi-imam-bukan-sekadar-bagus-suaranya-saja.html"><span style="font-size: 21pt;">imam</span></a>
</h3>
<p>Di antara keutamaan <a href="https://muslim.or.id/43223-keutamaan-dan-kewajiban-shalat-berjamaah-bag-1.html">shalat jamaah</a> adalah penjelasan Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>tentang keutamaan seorang makmum yang mengucapkan <i>“Aamiin” </i>bersama-sama dengan imam. Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إِذَا قَالَ الْإِمَامُ {غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ} [الفاتحة: 7] فَقُولُوا: آمِينَ؛ فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَقُولُ: آمِينَ، وَإِنَّ الْإِمَامُ يَقُولُ: آمِينَ، فَمَنْ وَافَقَ تَأْمِينُهُ تَأْمِينَ الْمَلَائِكَةَ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ</span></p>
<p>”Jika imam berkata, ’Bukan (jalan) orang-orang dimurkai (Yahudi) dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (Nasrani)’ (QS. Al-Fatihah : 7); maka katakanlah, ’Aamiin’, karena sesungguhnya para malaikat juga berkata, ’Aamiin’, dan imam juga mengatakan, ’Aamiin’. Barangsiapa yang mengucapkan amin bersamaan dengan para malaikat, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari, Muslim, dan An-Nasa’i. Lafadz hadits ini merupakan riwayat An-Nasa’i)</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/30240-perhatikan-aroma-tubuh-sebelum-pergi-shalat-berjamaah.html">Perhatikan Aroma Tubuh Sebelum Pergi Shalat Berjamaah</a></span></p>
<p>Dalam sebagian riwayat Muslim,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَإِذْ قَالَ {غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ} [الفاتحة: 7] ، فَقُولُوا: آمِينَ، يُجِبْكُمُ اللهُ</span></p>
<p>”Jika imam mengatakan, ’Bukan (jalan) orang-orang dimurkai (Yahudi) dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (Nasrani)’ (QS. Al-Fatihah : 7) maka katakanlah, ’Aamiin’ niscaya Allah akan mengabulkan doa kalian.”</p>
<h3><span style="font-size: 21pt;">Shalat jamaah adalah sebab <a href="https://muslim.or.id/43057-mencuri-adalah-dosa-besar.html">dosa</a> diampuni</span></h3>
<p>Dalil hal tersebut adalah sabda Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam,</i></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">مَنْ تَوَضَّأَ لِلصَّلَاةِ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ مَشَى إِلَى الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ، فَصَلَّاهَا مَعَ النَّاسِ أَوْ مَعَ الْجَمَاعَةِ أَوْ فِي الْمَسْجِدِ غَفَرَ اللهُ لَهُ ذُنُوبَهُ</span></p>
<p>”Barangsiapa yang berwudhu untuk shalat dengan menyempurnakan wudhu, kemudian berjalan untuk menunaikan shalat wajib, dan shalat bersama manusia atau bersama jamaah atau di masjid, maka Allah akan mengampuni dosanya.” (HR. Muslim)</p>
<h3><span style="font-size: 21pt;">Keutamaan shalat jamaah dibandingkan dengan shalat sendirian</span></h3>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">صَلاَةُ الجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلاَةَ الفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً</span></p>
<p>”Shalat jamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat dibandingkan shalat sendirian.” (HR. Bukhari)</p>
<h3><span style="font-size: 21pt;">Dengan shalat jamaah, pelakunya akan mendapatkan penjagaan dari setan</span></h3>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إِنَّ الشَّيْطَانَ ذِئْبُ الْإِنْسَانِ كَذِئْبِ الْغَنَمِ، يَأْخُذُ الشَّاةَ الْقَاصِيَةَ وَالنَّاحِيَةَ، فَإِيَّاكُمْ وَالشِّعَابَ، وَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ وَالْعَامَّةِ وَالْمَسْجِدِ</span></p>
<p>”Sesungguhnya setan itu serigala bagi manusia seperti serigala pemangsa kambing. Dia akan memangsa kambing yang sendirian dan terpisah (dari kawanannya). Janganlah menyendiri bahkan kalian wajib untuk bergabung bersama jamaah, bersama orang banyak, dan masjid.” (HR. Ahmad, dengan sanad <i>jayyid</i>)</p>
<h3><span style="font-size: 21pt;">Keutamaan shalat jamaah bertambah dengan bertambah banyaknya jumlah orang yang shalat</span></h3>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَإِنَّ صَلَاةَ الرَّجُلِ مَعَ الرَّجُلِ أَزْكَى مِنْ صَلَاتِهِ وَحْدَهُ، وَصَلَاتُهُ مَعَ الرَّجُلَيْنِ أَزْكَى مِنْ صَلَاتِهِ مَعَ الرَّجُلِ، وَمَا كَثُرَ فَهُوَ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى</span></p>
<p>”Sesungguhnya shalat seorang lelaki bersama satu orang lelaki lebih baik daripada shalat sendirian. Shalatnya bersama dua orang lelaki lebih baik daripada shalat bersama seorang lelaki. Makin banyak itu makin dicintai oleh Allah ‘Azza wa Jalla.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i)</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/19710-berusaha-tidak-tertinggal-takbiratul-ihram-shalat-berjamaah.html">Berusaha Tidak Tertinggal Takbiratul Ihram Shalat Berjamaah</a></span></p>
<h3><span style="font-size: 21pt;">Barangsiapa yang shalat jamaah ikhlas karena Allah selama 40 hari dan selalu mendapatkan takbir pertama bersama imam, akan terbebas dari dua perkara</span></h3>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ;alaihi wa sallam</i> bersabda<i>,</i></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الأُولَى كُتِبَ لَهُ بَرَاءَتَانِ: بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ، وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ</span></p>
<p>”Barangsiapa yang shalat berjamaah selama 40 hari dan selalu mendapati takbir pertama, maka dia akan terbebas dari dua perkara, (yaitu) terbebas dari neraka dan terbebas dari nifak.” (HR. Tirmidzi, di-<i>hasan-</i>kan oleh Syaikh Albani)</p>
<h3><span style="font-size: 21pt;">Keutamaan shalat shubuh, ashar, dan isya’ berjamaah</span></h3>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda<i>,</i></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي العَتَمَةِ وَالصُّبْحِ، لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا</span></p>
<p>”Seandainya orang-orang mengetahui keutamaan yang terdapat dalam shalat isya dan subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak.” (<i>Muttafaq ‘alaih</i>)</p>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda<i>,</i></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ نِصْفِ لَيْلَةٍ، وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ</span></p>
<p>”Barangsiapa yang melaksanakan shalat isya berjamaah, maka seperti shalat setengah malam. Barangsiapa yang shalat isya dan subuh berjamaah, maka seperti shalat sepanjang malam.” (HR. Abu Dawud dan Tirmizi, di-<i>shahih-</i>kan oleh Syaikh Albani)</p>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda<i>,</i></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">مَنْ تَوَضَّأَ، ثُمَّ أَتَى الْمَسْجِدَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ، ثُمَّ جَلَسَ حَتَّى يُصَلِّيَ الْفَجْرَ كُتِبَتْ صَلَاتُهُ يَوْمَئِذٍ فِي صَلَاةِ الْأَبْرَارِ، وَكُتِبَ فِي وَفْدِ الرَّحْمَنِ</span></p>
<p>”Barangsiapa yang berwudhu kemudian datang ke masjid dan mengerjakan shalat dua rakaat sebelum shalat subuh, kemudian duduk sampai melaksanakan shalat subuh, maka shalatnya pada hari itu dicatat sebagai shalat orang-orang yang bertakwa dan tercatat sebagai tamu-tamu Allah.” (HR. Thabrani, di-<i>hasan-</i>kan oleh Syaikh Albani)</p>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda<i>,</i></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ في جماعة فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ، فَمَنْ أَخْفَرَ ذِمَّةَ اللَّهِ أَكَبَّهُ اللَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي النَّارِ</span></p>
<p>”Barangsiapa yang melaksanakan shalat subuh berjamaah, maka dia berada dalam jaminan Allah. Barangsiapa yang tidak memenuhi jaminan Allah, niscaya Allah akan menelungkupkan wajahnya di neraka.” (HR. Thabrani, dan perawinya adalah perawi yang dipakai dalam kitab <i>shahih</i>)</p>
<p>Syaikh Mubarakfuri <i>rahimahullah </i>menjelaskan bahwa makna <i>”maka dia berada dalam jaminan Allah” </i>adalah <i>“berada dalam perjanjian dan amanah-Nya di dunia dan di akhirat”.</i></p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/6978-adab-shalat-berjamaah-di-masjid.html">Inilah adab Shalat Berjamaah di Masjid</a></span></p>
<p>Adapun makna <i>“maka barangsiapa yang tidak memenuhi jaminan Allah, niscaya Allah akan menelungkupkan wajahnya di neraka”, </i>para ulama menyebutkan dua makna:</p>
<p><b>Makna pertama, </b>maksudnya adalah jangan tinggalkan shalat subuh berjamaah dan jangan pula menyepelekannya, sehingga kalian melanggar perjanjian antara kalian dan Rabb kalian. Maka Allah akan menelungkupkan wajah kalian di neraka.</p>
<p><b>Makna kedua, </b>barangsiapa yang shalat subuh, dia berada dalam jaminan Allah, maka janganlah kalian mengganggunya sedikit pun. Jika kalian mengganggunya, maka Allah akan menelungkupkan wajah kalian di neraka.</p>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">مَنْ صَلَّى الغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ</span></p>
<p>”Barangsiapa yang melaksanakan shalat subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir kepada Allah sampai matahari terbit, kemudian melaksanakan shalat dua rakaat, maka baginya pahala sebagaimana pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna, dan sempurna.” (HR. Tirmizi, di-<i>hasan-</i>kan oleh Syaikh Albani)</p>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda<i>,</i></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلاَئِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلاَئِكَةٌ بِالنَّهَارِ، وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلاَةِ الفَجْرِ وَصَلاَةِ العَصْرِ، ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ، فَيَسْأَلُهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ: كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي؟ فَيَقُولُونَ: تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ، وَأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ</span></p>
<p>”Malaikat saling bergiliran bersama kalian, yaitu malaikat di waktu malam dan siang. Mereka berkumpul ketika shalat subuh dan shalat ashar. Malaikat yang bersama kalian di waktu malam kemudian naik, dan ditanya oleh Rabb mereka, padahal Dia lebih tahu, ’Bagaimana keadaan hamba-Ku pada waktu kalian tinggalkan?’ Para malaikat menjawab, ’Kami meninggalkan mereka dalam keadaan shalat, dan kami mendatangi mereka dalam keadaan shalat.’” (HR. Bukhari dan Muslim, serta Ibnu Khuzaimah dengan disertai tambahan).</p>
<p>Ibnu Khuzaimah menambahkan dalam riwayatnya,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">فَيَقُولُونَ: أَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَتَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ، فَاغْفِرْ لَهُمْ يَوْمَ الدِّينِ</span></p>
<p>”Para malaikat menjawab, ’Kami mendatangi mereka dalam keadaan shalat, dan kami meninggalkan mereka dalam keadaan shalat.’ Maka Allah pasti akan mengampuni mereka pada hari kiamat.” (Di-<i>shahih-</i>kan oleh Syaikh Albani)</p>
<h2><span style="font-size: 24pt;">Keutamaan shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi</span></h2>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلَاةٌ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ</span></p>
<p>”Shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama daripada seribu shalat di masjid lainnya kecuali Masjidil Haram. Sedangkan shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada seratus ribu shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah, di-<i>shahih-</i>kan oleh Syaikh Albani).</p>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">الصَّلَاةُ فِي جَمَاعَةٍ تَعْدِلُ خَمْسًا وَعِشْرِينَ صَلَاةً، فَإِذَا صَلَّاهَا فِي فَلَاةٍ فَأَتَمَّ رُكُوعَهَا وَسُجُودَهَا بَلَغَتْ خَمْسِينَ صَلَاةً</span></p>
<p>”Shalat berjamaah itu sama dengan shalat sebanyak 25 kali. Jika shalat di tengah padang pasir dengan menyempurnakan ruku’ dan sujud, maka itu sebanding dengan shalat sebanyak 50 kali.” (HR. Abu Dawud)</p>
<p>Asy-Syaukani <i>rahimahullah </i>berkata,</p>
<p>”Jika shalat berjamaah dilipatgandakan sebanyak dua puluh tujuh kali, maka shalat di tanah lapang sama dengan 1350 shalat. Hal ini jika shalat di tanah lapang itu dilakukan sendirian. Jika shalatnya dengan berjamaah maka bilangan yang telah disebutkan akan dilipatgandakan sebanyak pelipatgandaan shalat jamaah atas shalat sendirian. Dan karunia Allah itu sangat luas.” (<i>Nailul Authar</i>)</p>
<h3><span style="font-size: 21pt;">Allah membanggakan orang-orang yang melaksanakan shalat jamaah di depan para malaikat</span></h3>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">أَبْشِرُوا، هَذَا رَبُّكُمْ قَدْ فَتَحَ بَابًا مِنْ أَبْوَابِ السَّمَاءِ، يُبَاهِي بِكُمُ الْمَلَائِكَةَ، يَقُولُ: انْظُرُوا إِلَى عِبَادِي قَدْ قَضَوْا فَرِيضَةً، وَهُمْ يَنْتَظِرُونَ أُخْرَى</span></p>
<p>”Bergembiralah. Rabb kalian telah membuka salah satu pintu langit seraya membanggakan kalian di hadapan para malaikat dan berkata,’Lihatlah hamba-Ku, mereka yang telah melaksanakan shalat wajib dan mereka menunggu shalat wajiban berikutnya.” (HR. Ibnu Majah. Mundziri berkata, <i>”Perawinya dapat dipercaya”. </i>Di-<i>shahih-</i>kan oleh Syaikh Albani)<b> </b></p>
<p><strong>Baca juga:</strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/28381-wajibnya-melaksanakan-shalat-secara-berjamaah.html">Wajibnya Melaksanakan Shalat Secara Berjamaah</a></span></li>
<li><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/40369-tidak-shalat-selama-bertahun-tahun-apakah-harus-mengganti.html">Tidak Shalat Selama Bertahun-tahun, Apakah Harus Mengganti?</a></span></li>
</ul>
<p><b>[Bersambung]</b></p>
<p>***</p>
<p>@Lendah, Kulon Progo, 5 Shafar 1440/ 15 Oktober 2018</p>
<p><b>Penerjemah: <a href="https://muslim.or.id/author/saifudinhakim">M. Saifudin Hakim</a></b></p>
<p>Artikel: <a href="http://muslim.or.id">muslim.or.id</a></p>
 