
<p><strong>KEUTAMAAN-KEUTAMAAN</strong><strong> TAUBAT <em>NASHUHA</em></strong></p>
<p><strong style="font-size: inherit;">1. Taubat <em>nashuh</em>a menghapus dosa yang sebelumnya<a href="#_ftn1" name="_ftnref1">1</a></strong><br>
Ketahuilah wahai hamba yang bertaubat, bahwa barangsiapa yang bertaubat dengan taubat <em>nashuha</em> (taubat yang sebenarnya), maka ia disamakan dengan orang yang tidak melakukan dosa karena baju yang telah dicuci seperti baju yang tidak pernah dikotori.</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p><strong>اَلتَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَـمَنْ لاَ ذَنْبَ لَهُ.</strong></p>
<p>“<em>Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang</em><em> tidak mempunyai dosa</em>.”<a href="#_ftn2" name="_ftnref2">2</a></p>
<p>Ibnul Jauzi rahimahullah pernah ditanya, “Apakah aku bertasbih atau beristighfar?” Lalu beliau menjawab, “Pakaian yang kotor lebih membutuhkan sabun daripada <em>bukhur</em> (sejenis parfum atau wewangian).”<a href="#_ftn3" name="_ftnref3">3</a></p>
<p><strong>2. Taubat <em>nashuha</em> mengganti kejelekan menjadi kebaikan</strong><br>
Allah Ta’ala berfirman<strong>:</strong></p>
<p><strong>إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ</strong><strong> ۗ</strong><strong> وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا</strong></p>
<p><em>“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan</em><em> mengerjakan amal shalih, maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. </em><em>Dan</em><em> adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”</em> [Al-Furqaan/25: 70]</p>
<p>[Disalin dari buku<strong> <em>Luasnya</em></strong><strong><em> Ampunan Allah</em></strong>”  Terjemahan dari kitab <em>at-Taubah</em> <em>an-Nashuuh</em><em> fii Dhau-il Qur-aan al-Kariim wal Ahaa-diits ash-Shahiihah, </em> Ditulis oleh Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali <em>hafizhahullaah</em>, Penerjemah Ruslan Nurhadi, Lc. Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]<br>
_____<br>
Footnote<br>
<a href="#_ftnref1" name="_ftn1">1</a> Telah tersebar luas di lisan-lisan orang awam dan banyak terdapat pula dalam tulisan-tulisan sebagian ulama bahwa “Taubat menghapus dosa yang sebelumnya.” Ini adalah hadits marfu’ dari perkataan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam<em>. </em>Namun, setelah diteliti dengan seksama menjadi jelaslah bahwa lafazh-lafazh atau ungkapan ini tidak ada asalnya sama sekali walaupun maknanya benar, karena tidak semua yang maknanya benar adalah perkataan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam<em>.</em> Aku telah membahas penjelasan ini secara rinci dalam kitabku yang berjudul <em>al-Qaulul</em><em> Fashlu fil Ahaadiits allati Laisa lahaa Ashlun </em>(no. 10).<br>
<a href="#_ftnref2" name="_ftn2">2</a>  HR. Ibnu Majah (no. 4250) dan lainnya dari hadits ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu.<br>
<a href="#_ftnref3" name="_ftn3">3</a>  Dinukil oleh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam kitab <em>Fat-hul</em><em> Baari </em>(XI/103). Beliau menetapkan dan menganggapnya baik.</p>
 