
<p>Salah satu keutamaan puasa Syawal yaitu dihitung seperti puasa setahun penuh, karena satu kebaikan berkelipatan sepuluh. Satu bulan 30 hari x 10 = 10 bulan, dan enam hari 6 x 10 = 2 bulan. Jadi, jumlah seluruhnya 12 bulan = 1 tahun. Hal ini sangat jelas dalam riwayat Tsauban. </p>
<p>Namun hal ini bukan berarti dibolehkan atau disunnahkan puasa Dahr (setahun) sebagaimana anggapan sebagian kalangan, karena beberapa sebab: </p>
<p>Pertama: Maksud perumpamaan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> di atas adalah sebagai anjuran dan penjelasan tentang keutamaannya, bukan untuk membolehkan puasa Dhar (setahun) yang jelas hukumnya haram dan memberatkan diri, apalagi dalam setahun seorang akan berbenturan dengan hari-hari terlarang untuk puasa seperti hari raya dan hari tasyriq. </p>
<p>Kedua: Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> telah melarang puasa Dahr. Kalau demikian, lantas mungkinkah kemudian hal itu dinilai sebagai puasa yang dianjurkan?! </p>
<p>Ketiga: Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Sebaik-baik puasa adalah puasa Dawud, beliau sehari puasa dan sehari berbuka.”</em> Hadits ini sangat jelas sekali menunjukkan bahwa puasa Dawud lebih utama daripada puasa Dahr, sekalipun hal itu lebih banyak amalnya (<em>Tahdzib Sunan</em>, 7/70-71. Dan <em>al-Manarul Munif</em>, hal. 39, Ibnul Qayyim). </p>
<p>Sumber: <em>Ensiklopedi Amalan Sunnah di Bulan Hijriyah</em>, Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawi, Abu Abdillah Syahrul Fatwa, Pustaka Darul Ilmi<br>Artikel www.PengusahaMuslim.com</p>
 