
<p><strong>Baca pembahasan sebelumnya<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="https://muslim.or.id/72130-keutamaan-surat-al-fatihah-bag-1.html" data-darkreader-inline-color=""> Keutamaan Surah Al-Fatihah (Bag. 1)</a></span></strong></p>
<p><em>ismillah walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala Rasulillah. </em><em>Amma ba’du,</em></p>
<p>Keutamaan surah Al-Fatihah selanjutnya, yaitu:</p>
<h3><strong>Keutamaan Kelima: Membaca Al-Fatihah adalah Rukun Salat</strong></h3>
<p>Tidaklah sah salat seseorang yang sengaja tidak membaca Al-Fatihah, padahal ia mampu membacanya. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">لا صلاةَ لمن لم يقرأْ بفاتحةِ الكتابِ</span></p>
<p><em>“Tidaklah sah salat seseorang yang tidak membaca Al-Fatihah.” (</em>HR. Al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>An-Nawawi <em>rahimahullah </em>menyatakan bahwa ini adalah mazhab jumhur ulama dari kalangan sahabat, <em>tabi’in,</em> serta generasi setelahnya.</p>
<h3><strong>Keutamaan Keenam: Al-Fatihah adalah Surat Paling Utama Dalam Alquran</strong></h3>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا أُنْزِلَتْ فِي التَّوْرَاةِ وَلَا فِي الْإِنْجِيلِ وَلَا فِي الزَّبُورِ وَلَا فِي الْفُرْقَانِ مِثْلُهَا</span></p>
<p><em>“Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, tidaklah diturunkan dalam At-Taurah, Al-Injil, Az-Zabur, dan Al-Furqan (Alquran), semisal (semulia) Al-Fatihah.” (</em>HR. At-Tirmidzi, sahih)</p>
<h3><strong>Keutamaan Ketujuh: Al-Fatihah Disebut sebagai <em>As-Sab’ul Matsani </em>(Tujuh Ayat yang Diulang-Ulang)</strong></h3>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> brfirman dalam surah Al-Hijr ayat 87,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَلَقَدْ اٰتَيْنٰكَ سَبْعًا مِّنَ الْمَثَانِيْ وَالْقُرْاٰنَ الْعَظِيْمَ&lt;</span></p>
<p><em>“Dan sungguh, Kami telah memberikan kepadamu tujuh (ayat) yang (dibaca) berulang-ulang dan Al-Qur’an yang agung.”</em></p>
<p>Dan salah satu tafsir dari <em>As-Sab’ul Matsani </em>di sini adalah Al-Fatihah. (Lihat <em>Tafsir Ibnu Katsir</em>)</p>
<p>Dalam hadis yang diriwayatkan Al-Bukhari <em>rahimahullah,</em> Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>bersabda menjelaskan surah yang paling agung dalam Alquran,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"> الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ، هِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي ، وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِي أُوتِيتُهُ</span></p>
<p><em>“</em><em>Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin (surah Al-Fatihah) adalah As-Sab’ul Matsani dan ia adalah Alquran Al-‘Azhiim yang dianugerahkan kepadaku.”</em></p>
<p>Al-Hafizh Ibnu Hajar <em>rahimahullah</em> menjelaskan bahwa ulama <em>rahimahumullah</em> berbeda pendapat tentang makna <em>As-Sab’ul Matsani</em>. Beberapa pendapat tersebut yaitu:</p>
<p>-Tujuh ayat yang diulang-ulang dalam setiap rakaat salat.</p>
<p>– Surah yang kandungannya pujian kepada Allah <em>Ta’ala.</em></p>
<p>– Surah yang dikhususkan hanya diturunkan kepada umat Islam ini, dan tidak diturunkan kepada umat-umat sebelumnya.</p>
<p>Dan semua pendapat di atas diambil dari kata “<em>Matsani</em>”.</p>
<h3>
<strong>Keutamaan Kedelapan: M</strong><strong>engandung Doa Terpenting dan Sebab Terkabulkannya Doa</strong>
</h3>
<p>Ibnul Qayyim <em>rahimahullah</em> dalam <em>Madarijus Salikin </em>menjelaskan bahwa Al-Fatihah menggabungkan antara dua macam sebab dikabulkannya sebuah doa, yaitu:</p>
<p>–<em>Tawassul</em> dengan memuji Allah dan mengagungkan-Nya,</p>
<p>– <em>Tawassul</em> dengan penghambaan kepada Allah dan pengesaan-Nya.</p>
<p>Baru setelah itu adalah doa yang terpenting dan harapan paling bagus, yaitu meminta hidayah kepada Allah <em>Ta’ala</em>. Disebutkannya doa ini setelah dua macam <em>tawassul</em> tersebut, merupakan sebab dikabulkannya oleh Allah <em>Ta’ala. </em>Doa yang dimaksud oleh Ibnul Qoyyim<em> rahimahullah </em>adalah,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ</span></p>
<p>“<em>Tunjukilah kami jalan yang lurus.”</em></p>
<p>Sedangkan dua macam <em>tawassul</em> tersebut ada pada ayat-ayat sebelumnya.</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah<em> rahimahullah </em>menyatakan bahwa doa yang paling bermanfaat adalalah doa yang terdapat dalam Al-Fatihah, yaitu memohon pertolongan untuk mendapatkan keridaan-Nya, yaitu:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ</span></p>
<p><em>“Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan.”</em></p>
<h3><strong>Keutamaan Kesembilan: Al-Fatihah Mengandung Bantahan ke Seluruh Ahli Kebatilan dari Berbagai Aliran Non-Islam serta Bantahan terhadap Ahli Bid’ah di antara Umat Ini</strong></h3>
<p>Dijelaskan oleh Ibnul Qayyim <em>rahimahullah, </em>hal itu karena <em>Ash-Shiroth Al-Mustaqiim</em> (jalan lurus) dalam Al-Fatihah mengandung ilmu yang hak dan ketundukan kepada Allah <em>Ta’ala </em>dengan mengamalkannya, mendakwahkannya serta berjihad di jalan Allah memerangi musuh-musuh-Nya. Sedangkan jalan lurus ini adalah jalan yang ditempuh oleh Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> dan para sahabatnya<em>.</em></p>
<p>Adapun seluruh ahli kebatilan dari berbagai aliran non-Islam serta ahli bid’ah di antara umat ini, tentunya melanggar ajaran Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>. Dari sinilah dikatakan bahwa Al-Fatihah mengandung bantahan ke seluruh ahli kebatilan dari berbagai aliran non-Islam serta bantahan terhadap ahli bid’ah di antara umat ini.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="https://muslim.or.id/67689-fatwa-ulama-membaca-amin-setelah-membaca-al-fatihah-di-luar-shalat.html" data-darkreader-inline-color="">Fatwa Ulama: Membaca Āmīn Setelah Membaca Al-Fatihah di Luar Salat</a></strong></p>
<h3>
<strong>Keutamaan Kesepuluh: Surat </strong><strong>Al-Fatihah Mengandung Makna Seluruh Kitab-Kitab Allah yang Diturunkan S</strong><strong>ecara Garis Besar</strong>
</h3>
<p>Hal ini disampaikan oleh Ibnul Qayyim <em>rahimahullah. </em>Guru beliau, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah <em>rahimahullah</em> dalam <em>Majmu’ul Fatawa</em> menukilkan perkataan Al-Hasan Al-Bashri <em>rahimahullah,</em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">فمن علم تفسيرها كان كمن علم تفسير جميع كتب الله المنزلة</span></p>
<p><em>“Barangsiapa yang mengetahui tafsirnya (Al-Fatihah), seolah-olah ia mengetahui tafsir seluruh kitab-kitab Allah yang diturunkan.”</em></p>
<p>Hal ini dikarenakan Alquran menjelaskan segala sesuatu yang dibutuhkan manusia, sedangkan Al-Fatihah merupakan induk Alquran yang mengandung dasar dari seluruh perincian Alquran dan maksud-maksud terbesarnya.</p>
<p>Allah <em>Ta’ala </em>berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ وَّهُدًى وَّرَحْمَةً وَّبُشْرٰى لِلْمُسْلِمِيْنَ </span></p>
<p><em>“Dan Kami turunkan Kitab (Alquran) kepadamu <strong>untuk menjelaskan segala sesuatu</strong>, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (Muslim).” </em>QS<em>. </em>(An-Nahl : 89)</p>
<p>Pakar Tafsir di kalangan sahabat <em>radhiyallahu ‘anhum, </em>Abdullah bin Ma’ud<em> radhiyallahu ‘anhu </em>menjelaskan, “<em>Allah telah menjelaskan dalam Alquran ini semua pengetahuan dan segala perkara.”</em></p>
<p>Ibnu Katsir <em>rahimahullah</em> setelah menukilkan ucapan Abdullah bin Ma’ud<em> radhiyallahu ‘anhu</em> dalam kitab Tafsirnya, lalu mengatakan, “<em>Karena sesungguhnya Alquran mencakup semua ilmu bermanfaat dari khabar yang telah lalu dan pengetahuan yang akan datang, hukum setiap yang halal-haram, serta segala yang dibutuhkan manusia dalam urusan dunia, agama, hidup dan nasib mereka di akhirat</em>.”</p>
<p><strong>Kesimpulan:</strong></p>
<p>Surah Al-Fatihah adalah kunci seluruh kebaikan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. <em>Wallahu a’lam.</em></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/59146-membaca-al-fatihah-di-awal-dan-akhir-doa.html" data-darkreader-inline-color="">Membaca Al-Fatihah di Awal dan Akhir Doa</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/32347-khasiat-rahasia-surat-al-fatihah.html" data-darkreader-inline-color="">Khasiat Rahasia Surat Al-Fatihah</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p>***</p>
<p><strong>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" data-darkreader-inline-color="">Sa’id Abu Ukkasyah</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="https://muslim.or.id/" data-darkreader-inline-color="">www.muslim.or.id</a></span></strong></p>
<p> </p>
<p><strong>Referensi:</strong></p>
<p><a href="https://Islamqa.info/ar/answers/132386">https://Islamqa.info/ar/answers/132386</a></p>
<p><a href="https://www.Islamweb.net/ar/article/204127/">https://www.Islamweb.net/ar/article/204127/</a></p>
<p>dan sumber-sumber lainnya.</p>
 