
<h2>Jika Khatib Lupa Khutbah Kedua</h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong><br>
Bagaimana kalau seorang khatib lupa <strong>khutbah</strong> kedua? apakah shalat Jumat harus dihentikan kemudian khatib melanjutkan membaca khutbah kedua ketika dia ingat? Atau shalat dilanjutkan, setelah shalat baru dibacakan khutbah kedua? Mohon penjelasannya. Syukran</p>
<p>Dari: Abd. Karim Tahir<br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong><br>
<em>Bismillahi was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah</em></p>
<p>Ulama berbeda pendapat tentang hukum khutbah kedua.</p>
<p><strong>Pendapat pertama</strong> menyatakan bahwa dalam jumatan harus ada dua khutbah, dan tidak boleh hanya satu kali khutbah. Ini merupakan pendapat Imam Malik dalam salah satu riwayat, pendapat syafi’iyah, pendapat Imam Ahmad menurut riwayat yang masyhur, dan pendapat resmi dalam Madzhab Hanbali. Di antara dalil pendapat ini adalah:</p>
<p><strong>A.</strong> Hadis dari Abdullah bin Umar <em>radhiallahu ‘anhuma</em>, bahwa Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> berkhutbah sambil berdiri, kemudian duduk, kemudian berdiri lagi, sebagaimana yang kalian lakukan saat ini.” (HR. Bukhari 1:221 dan Muslim, no.861)</p>
<p><strong>B.</strong> Hadis dari Jabir bin Samurah <em>radhiallahu ‘anhu</em>, beliau mengatakan, “Dulu Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> berkhutbah sambil berdiri, kemudian beliau duduk, kemudian berdiri lagi dan berkhutbah dengan berdiri. Karena itu, siapa yang menyampaikan kepadamu bahwa beliau berkhutbah dengan duduk, maka dia dusta. Aku telah shalat bersama Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> lebih dari 2000 kali shalat.” (HR. Muslim, no.862)</p>
<p><strong>Pendapat kedua</strong>, khutbah Jumat tidak harus dua kali, tapi boleh hanya sekali, sebagaimana khutbah hari raya. Ini merupakan pendapat Madzhab Hanafi, Imam Malik dalam salah satu riwayat, dan salah satu pendapat yang diriwayatkan dari Imam Ahmad.<br>
Dalil yang menguatkan pendapat ini adalah:</p>
<p><strong>A.</strong> Riwayat dari Jabir bin Samurah <em>radhiallahu ‘anhu</em>, bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> berkhutbah dengan berdiri sekali. Ketika beliau mulai lanjut usia, beliau menjadikannya dua kali dan dipisah dengan duduk. (Riwayat ini disebutkan As-Sarkhasi dalam <em>Al-Mabsuth</em>, 2:26 namun tanpa menyebutkan siapa yang meriwayatkannya).</p>
<p>As-Sarkhasi mengatakan: Hadis ini menunjukkan bolehnya jumatan hanya dengan satu khutbah. (<em>Al-Mabsuth</em>, 2:26)</p>
<p><strong>B.</strong> Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib <em>radhiallahu ‘anhu</em>, bahwa beliau pernah khutbah jumat dan tidak duduk sampai selesai. (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam <em>Al-Mushannaf</em>, 2:112 dan Abdur Razaq dalam <em>Al-Mushannaf</em>, no. 5267)<br>
Berdasarkan keterangan di atas, Dr. Abdul Aziz bin Muhammad Al-Hujailan berpendapat bahwa pendapat pertama lebih kuat, mengingat banyaknya dalil dan statunya lebih shahih.</p>
<p>(<em>Khutbah Jum’at wa Ahkamuha al-Fiqhiyah</em>, Hal. 38–43)</p>
<p>Bagi ulama yang berpendapat boleh jumatan dengan hanya satu khutbah maka tidak ada masalah jika khatib lupa tidak melakukan khutbah kedua, dan jumatannya sah.</p>
<p>Dalam <em>Hasyiyah Al-Adawi</em> –kitab fiqh Madzhab Maliki– dinyatakan:</p>
<p class="arab">من السنة أن يخطب خطبتين، فإن نسي الثانية أو تركها أجزأهم قاله الشيخ بهرام</p>
<p>Termasuk ajaran Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> adalah melakukan dua kali khutbah. Akan tetapi jika lupa tidak khutbah kedua atau khatib tidak melakukannya, maka jumatannya tetap sah. Demikian keterangan Syaikh Bahram. (<em>Hasyiyah Al-Adawi ‘ala Syarhi Kifayati Thalib Ar-Rabbani</em>, 3:150).</p>
<p><em>Allahu a’lam</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)</strong><br>
<strong> Artikel www.KonsultasiSyariah.com</strong></p>
<p>Materi terkait khutbah Jum’at:</p>
<p>1. <a href="https://konsultasisyariah.com/khutbah-jumat-tanpa-shalawat-sahkah" target="_blank">Khutbah Jumat Tanpa Shalawat</a>.<br>
2. <a href="https://konsultasisyariah.com/musafir-imam-khatib-jumat" target="_blank">Bolehkah Musafir Menjadi Imam dan Khatib Shalat Jumat?</a><br>
3. <a href="https://konsultasisyariah.com/menjawab-orang-bersin-ketika-khutbah" target="_blank">Menjawab Bersin Waktu Khutbah</a>.<br>
4. <a href="https://konsultasisyariah.com/bolehkah-berbicara-pada-saat-khutbah-jumat" target="_blank">Larangan Berbicara Ketika Khutbah</a>.</p>
 