
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><strong> </strong><strong>بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><strong>السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><strong>الحمد لله حمدَ الشاكرين </strong><strong>، والشكرُ له شكر</strong><strong>َ</strong><strong> الحامدينَ</strong><strong> وأثني عليه ثناءَ الذاكرين ، وأشهد أن لا إله إلا الله إله الأولين والآخرين ، وأشهد أنَّ محمداً عبده ورسوله سيد ولد آدم أجمعين</strong><strong>، النبي الأمين والناصح المبين بعثه الله رحمة للعالمين وحجة على الخلق أجمعين، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه أجمعين </strong><strong>، </strong><strong>أما بعد</strong><strong> :</strong></span></p>
<p> </p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><strong>اَللَّهُ اَكْبَر، اَللَّهُ اَكْبَر، اَللَّهُ اَكْبَر، لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ واللَّهُ اَكْبَر، اَللَّهُ اَكْبَر وَلِلَهِ الْحَمْدُ</strong></span></p>
<p><em>Ma’asyirol muslimin wal muslimat, </em>mari kita senantiasa bertakwa kepada Allah <em>Ta’ala.</em> Karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa kepada Allah <em>Ta’ala</em>.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><strong> </strong><strong>اَللَّهُ اَكْبَر، اَللَّهُ اَكْبَر، اَللَّهُ اَكْبَر، وَلِلَهِ الْحَمْدُ،</strong> <strong>اللهُ أَكْبَرُ وَأَجَلُّ، اللهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا</strong></span></p>
<p><strong> </strong><em>Alhamdulillah</em>, pada pagi hari yang cerah ini, Allah telah mempertemukan kita dengan hari raya Idulfitri. Idulfitri adalah sebuah hari yang Allah tutup bulan mulia Ramadan dengannya, dan Allah buka bulan-bulan Haji dengan hari Idulfitri ini pula.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><strong>اَللَّهُ اَكْبَر، اَللَّهُ اَكْبَر، اَللَّهُ اَكْبَر كَبِيرًا</strong></span></p>
<p><em>Ma’asyirol muslimin wal muslimat, </em>semoga Allah <em>Ta’ala </em>senantiasa menganugerahkan keistikamahan kepada kita sampai akhir hayat.</p>
<h3><strong>Di antara maksud berhari raya Idulfitri adalah bertahmid, memuji Allah, bertahlil, mengesakan Allah, dan bertakbir, mengagungkan Allah</strong></h3>
<p>Oleh karena itu, disyariatkan pada hari raya Idulfitri ini untuk memperbanyak kalimat syi’ar hari raya:</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 21pt;">اَللَّهُ اَكْبَر، اَللَّهُ اَكْبَر، اَللَّهُ اَكْبَر، لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ واللَّهُ اَكْبَر، اَللَّهُ اَكْبَر وَلِلَهِ الْحَمْدُ</span></strong></p>
<p><em>“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar, segala puji yang sempurna hanya bagi-Nya.”</em></p>
<p>Meskipun kita sedang bergembira pada saat berhari raya, namun lisan dan hati kita tetap <em>dzikrullah,</em> ingat Allah, sehingga kegembiraan kita tetap dibingkai dalam ketaatan kepada Allah <em>Ta’ala</em>, dan bukan kegembiraan yang dicampuri dengan kemaksiatan, apalagi kesyirikan!</p>
<p>Karena dalam lafaz takbir yang kita ulang-ulang pada hari raya Idulfitri ini mengandung kalimat tauhid,</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 21pt;">“…. لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ واللَّهُ اَكْبَر …”</span></strong></p>
<p><em>“…Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Allah Maha Besar …”. </em></p>
<p>Hal ini sesuai dengan firman Allah <em>Ta’ala </em>dalam Alquran,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><strong>وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا</strong></span></p>
<p>“<em>Dan sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.</em>” (QS. An-Nisaa’: 36)</p>
<p>Idulfitri menanamkan aqidah tauhid, mengesakan Allah, dan tidak menyekutukan-Nya, tidak berbuat kemusyrikan, baik dalam ucapan maupun perbuatan, yang lahir maupun batin. Oleh karena itu, pesan Idulfitri yang pertama adalah pelajarilah dan amalkan tauhid, pelajari syirik dan jauhilah!</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><strong>اَللَّهُ اَكْبَر، اَللَّهُ اَكْبَر، اَللَّهُ اَكْبَر، وَلِلَهِ الْحَمْدُ،</strong> <strong>اللهُ أَكْبَرُ وَأَجَلُّ، اللهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا</strong></span></p>
<p><em>Ma’asyirol muslimin wal muslimat yang berbahagia, rahimani wa rahimakumullah.</em></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong><a href="https://muslim.or.id/17744-kapan-membaca-doa-iftitah-pada-shalat-idul-fitri-dan-idul-adha.html">Kapan Membaca Do’a Iftitah pada Shalat Idul Fitri dan Idul Adha?</a></strong></p>
<h3><strong>Hari raya Idulfitri mengandung pesan agar kita selalu beribadah dengan tata cara yang diajarkan oleh Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em></strong></h3>
<p>Hal ini tampak saat kita tunaikan kewajiban zakat fitri sebagai bentuk ketaatan kepada Allah<em> Ta’ala</em> dan bentuk kepedulian kepada fakir miskin.</p>
<p>Sedangkan Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dalam hadits shahih menjelaskan bahwa barangsiapa yang menunaikan zakat fitri sebelum salat Idulfitri, maka itu adalah zakat yang diterima. Dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat Idulfitri, maka itu terhitung sebuah sedekah biasa dan zakat fitrinya tidak sah.</p>
<p>Oleh karena itu, pesan Idulfitri kedua adalah tata cara ibadah itu ada tuntunannya dari Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam. </em>Ikutilah tuntunan Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dalam beribadah, karena syarat diterimanya ibadah itu ada dua, yaitu ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>.</p>
<p>Barangsiapa yang ingin shalatnya, puasanya, zakatnya, hajinya, dan seluruh ibadahnya diterima oleh Allah <em>Ta’ala</em>, maka ikhlaslah dan ikutilah tata cara ibadah yang diajarkan oleh Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam.</em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><em> </em><strong>اَللَّهُ اَكْبَر، اَللَّهُ اَكْبَر، اَللَّهُ اَكْبَر، لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ واللَّهُ اَكْبَر، اَللَّهُ اَكْبَر وَلِلَهِ الْحَمْدُ</strong></span></p>
<p><em>Bapak-bapak, ibu-ibu dan seluruh hadirin, semoga Allah senantiasa menjaga kita di dunia dan akherat.</em></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong><a href="https://muslim.or.id/9961-renungan-menjelang-idul-fitri.html">Renungan Menjelang Idul Fitri</a></strong></p>
<h3>
<strong>Sesungguhnya di antara maksud berhari raya Idulfitri adalah</strong> <strong>agar kita dapat bersyukur kepada Allah <em>‘Azza wa Jalla</em></strong>
</h3>
<p>Kita bersyukur kepada Allah <em>‘Azza wa Jalla</em> atas kemudahan bisa berpuasa Ramadan dan melakukan amal ibadah lainnya. Kita pun bersyukur atas nikmat diperbolehkan kembali makan, minum, dan selainnya yang sewaktu berpuasa kita dilarang melakukannya.</p>
<p>Inilah salah satu maksud berhari raya Idulfitri. Sehingga pantas pada hari ini, kita disyariatkan menampakkan kegembiraan sebagai syiar agama Islam ini, dan disyariatkan untuk memakai pakaian terindah dalam rangka menampakkan kegembiraaan dan menampakkan nikmat Allah <em>Ta’ala</em>. Apalagi jika ditambah dengan nikmat melandainya pandemi Covid-19, karena melandainya Covid-19 adalah nikmat Allah yang sangat besar dan wajib kita syukuri.</p>
<p><em>Asy-Syukru huwath-Tho’ah,</em> “Syukur itu adalah dengan taat kepada Allah”. Maka mari kita syukuri nikmat melandainya Covid-19 ini dengan taat melaksanakan perintah-perintah Allah <em>Ta’ala </em>dan menghindari larangan-Nya, bukan justru bebas melakukan maksiat!</p>
<p>Ketahuilah bahwa syukur itu penyebab nikmat bertambah. Allah <em>Ta’ala </em>berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><strong>وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا ۗاِنَّ اللّٰهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ</strong></span></p>
<p><em>“Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.”</em> (QS. An-Nahl: 18)</p>
<p>Sedangkan syirik dan maksiat itu sebab datangnya musibah, wabah, dan bencana. Allah <em>Ta’ala </em>berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><strong>وَمَآ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍۗ</strong></span></p>
<p><em>“Dan musibah apa pun yang menimpa kalian adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri. Dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahan kalian).”</em> (QS. Asy-Syuura: 30)</p>
<p>Dan ini selaras dengan hakikat berhari raya Idulfitri. Karena hakikat berhari raya bukan memakai pakaian baru, namun hakikat kebahagiaan berhari raya itu tatkala kita taat kepada Allah <em>Ta’ala</em>, meninggalkan maksiat, dan mendapatkan ampunan Allah.</p>
<p>Jadi, pesan hari raya Idulfitri ketiga adalah bersyukurlah kepada Allah <em>Ta’ala </em>dengan mengesakan-Nya dan taat kepada-Nya!</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><strong>اَللَّهُ اَكْبَر، اَللَّهُ اَكْبَر، اَللَّهُ اَكْبَر كَبِيرًا</strong></span></p>
<p><em>Ma’asyirol muslimin wal muslimat, semoga Allah mengampuni seluruh dosa kita dan menerima seluruh ibadah kita.</em></p>
<h3><strong>Nasihat bagi kaum muslimah</strong></h3>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dalam berkhothbah Idulfitri memberi nasihat secara khusus untuk kaum muslimah. Maka di sini kami sampaikan nasihat kepada ibu-ibu dan wanita muslimah semuanya untuk bertakwa kepada Allah, esakan Allah dan jauhi syirik, karena syirik adalah dosa terbesar. Jagalah salat lima waktu, jagalah rukun Islam lainnya, taatlah kepada Allah <em>Ta’ala </em>dan Rasul-Nya <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam.</em></p>
<p>Wahai ibu-ibu, taatlah kepada suami Anda. Wahai putri muslimah, taatlah kepada kedua orangtua Anda selama mereka tidak memerintahkan kemaksiatan. Wahai kaum muslimah, pakailah jilbab yang sesuai dengan syariat, menutupi aurat Anda tatkala Anda pergi keluar rumah. Hal ini karena Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> telah bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><strong>ما ترَكتُ بعدي فتنةً هي أضرُّ على الرِّجالِ مِن النساءِ</strong></span></p>
<p><em>“Tidaklah ada sepeninggalku ujian/cobaan yang lebih besar bahayanya bagi laki-laki daripada ujian/cobaan wanita.”</em></p>
<p>Ibu-ibu dan wanita muslimah semuanya, jagalah kehormatan diri Anda. Jangan sampai Anda terjerumus dalam pergaulan bebas, jauhilah zina dan sarana-sarananya. Karena Allah telah berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><strong>وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا</strong></span></p>
<p><em>“Dan janganlah kalian mendekati zina. (Zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.”</em> (QS. Al-Israa’: 32)</p>
<p> </p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong><a href="https://muslim.or.id/370-bimbingan-idul-fitri.html">Bimbingan Idul Fitri</a></strong></p>
<h3><strong>Penutup</strong></h3>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><strong>اَللَّهُ اَكْبَر، اَللَّهُ اَكْبَر، اَللَّهُ اَكْبَر كَبِيرًا</strong></span></p>
<p><em>Ibadallah, kaum muslimin wal muslimat rahimani wa rahimakumullah, </em></p>
<p>Yang terakhir dalam khothbah Idulfitri ini adalah <strong>kesimpulan</strong> dari apa yang telah kami sampaikan bahwa hari raya Idulfitri adalah hari raya umat Islam, sebuah hari raya yang khas, penuh dengan pesan suci dan maksud yang agung.</p>
<p>Dan maksud hari raya Idulfitri yang teragung, tujuan berhari raya yang terbesar, dan pesan religius yang terindah dalam Idulfitri adalah tauhid, yaitu mengesakan Allah <em>Ta’ala </em>dalam ibadah, mengesakan Allah dalam perbuatan-Nya, dan dalam nama serta sifat-Nya.</p>
<p>Hari raya Idulfitri adalah sebuah hari raya yang bernuansa tauhid, berhiaskan ketaatan kepada Allah <em>Ta’ala </em>dan akhlak yang karimah, menyambung tali silaturahim, dan ukhuwah Islamiyah, serta diiringi dengan <em>dzikrullah,</em> takbir, tahmid, tahlil, dan rasa syukur kepada Allah <em>Ta’ala</em>.</p>
<p>Hari raya Idulfitri adalah hari syukur dan gembira, kaum muslimin saat berhari raya bergembira dengan tauhid serta iman mereka. Berhari raya dengan bergembira atas jauhnya mereka dari kesyirikan dan kemaksiatan. Berhari raya dengan bergembira atas ketaatan pada bulan Ramadan dan setelahnya. Berhari raya dengan bergembira atas silaturahmi, saling memperkuat persatuan, dan persaudaraan Islam di antara mereka.</p>
<p><em>Ma’asyirol muslimin wal muslimat,</em></p>
<p>Mari kita tutup khothbah ini dengan mengiba, memelas, dan memohon kepada Allah <em>Ta’ala,</em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><strong>الحمد لله رب العالمين والصلاة و السلام على رسول الله</strong></span><strong> :</strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><strong>{رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِين}</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><strong>{رَبَّنَا هَب لنا مِن أزواجنا وذُرياتنا قُرَّةَ أعيُنٍ واجعلنا للمُتقينَ إمَامًا}</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><strong>اللَّهُمَ حَبَّبْ إِلَيْنَا الْإِيمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوبِنَا، وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><strong>اللهم أعنّا ولا تعن علينا، وانصرنا ولا تنصر علينا، وامكر لنا ولا تمكر علينا، واهدنا ويسر الهدى إلينا </strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><strong>اللهم آمنا في أوطاننا، وأصلح أئمتنا وولاة أمورنا </strong></span></p>
<p>“Ya Allah, anugerahkan keamanan di NKRI yang kami cintai ini, dan berilah petunjuk para tokoh dan para pemimpin kami”.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><strong>اللهم ألف بين قلوبنا</strong></span></p>
<p>“Ya Allah, persatukan hati kami kaum muslimin di atas kebenaran.”</p>
<p><em>“Allahumma, Rabbas samawati wal ardh,</em> jadikanlah kegembiraan kami pada hari raya ini sebagai bentuk kegembiraan yang diisi dengan ketaatan kepada-Mu, serta sempurnakan kegembiraan kami dengan ampunan dari-Mu!” Amiin, amiin, amiin.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><strong>{رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ</strong><strong>}</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><strong>و صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه أجمعين</strong> <strong> وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ</strong></span></p>
<p>Kami ucapkan,</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 21pt;">تقبل الله منا ومنكم</span></strong></p>
<p>Selamat berhari raya Idul Fithri.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><strong> </strong><strong>السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ</strong></span></p>
<p> </p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li class="jeg_post_title"><strong><a href="https://muslim.or.id/40291-mengeluarkan-zakat-fitri-lebih-awal.html">Mengeluarkan Zakat Fitri Lebih Awal</a></strong></li>
<li class="jeg_post_title"><strong><a href="https://muslim.or.id/30463-tiga-langkah-mudah-menunaikan-zakat-fitri.html">Tiga Langkah Mudah Menunaikan Zakat Fitri</a></strong></li>
</ul>
<p>***</p>
<p><strong>Penulis: <span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color="">Sa’id Abu Ukkasyah</span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</span></strong></p>
 