
<p>Abu al-Hasan Abdurrahman bin Ibrahim bin Muhammad bin Yahya berkata, aku mendengar ayahku berkata, aku mendengar Muhammad bin Ishaq as-Siraj berkata, aku mendengar Muhammad bin Khalaf berkata, Ya’qub bin Yusuf berkata, “Al-Fudhail bin Iyadh ketika mengetahui bahwa putranya, Ali, berada di belakangnya, yakni dalam shalat, maka ia berlalu dan membaca ayat-ayat yang membuatnya menangis. Jika ia tahu bahwa putranya tidak berada di belakangnya, maka ia memilih bacaan al-Qur’an, bersedih dan mengintimidasi.<br>
<!--more--><br>
Suatu hari ia menyangka bahwa putranya tidak berada di belakangnya, sehingga ia membaca ayat ini (artinya), <em>“Mereka berkata, ‘Ya Rabb kami, kami telah dikuasai oleh keja-hatan kami, dan kami adalah orang-orang yang sesat.’</em> (Al-Mu’minun: 106)</p>
<p>Maka Ali jatuh pingsan. Ketika al-Fudhail mengetahui bahwa putranya berada di belakangnya dan jatuh pingsan, maka ia cepat-cepat menyelesaikan bacaannya. Mereka pergi kepada ibunya seraya berkata, “Lihatlah anakmu.” Ibunya datang lalu mencipratkan air padanya, lalu ia siuman. Ibunya berkata kepada al-Fudhail, “Engkau akan membunuh anakku ini.” Beberapa waktu kemudian, karena menyangka putranya tidak berada di belakangnya, ia membaca (artinya), <em>‘Dan jelaslah bagi mereka adzab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan.’ </em> (Az-Zumar: 47).<br>
Mendengar ayat tersebut, putranya jatuh dan meninggal dunia.</p>
<p>Ayahnya cepat-cepat menyelesaikan bacaannya. Ketika ibunya datang, dikatakan kepadanya, “Lihatlah anakmu!” Lalu ibunya mencipratinya dengan air, ternyata ia sudah mati. Sejauh inilah rasa takutnya, benar-benar tersentak karena rasa takut dan cinta kepada Allah, air mata kaum yang shalih.</p>
<p>Disalin dari http://alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatkisah&amp;id=164<br>
Artikel <a href="http://www.kisahmuslim.com" target="_blank">www.kisahmuslim.com</a></p>
 