
<p>Amalan ringan pertama yang bisa diamalkan adalah shalat sunnah wudhu, dilakukan setiap kali bada wudhu.</p>
<p>Dari ‘Uqbah bin ‘Amir Al-Juhaniy <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkatabahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">مَا مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ الْوُضُوءَ وَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ يُقْبِل بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ عَلَيْهِمَا إِلاَّ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ</p>
<p>“<em>Tidaklah seseorang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu shalat dua rakaat dengan sepenuh hati dan jiwa melainkan wajib baginya (mendapatkan) surga</em>.” (HR. Muslim, no. 234)</p>
<p>Dari Utsman bin ‘Affan <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا ثُمَّ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ لَا يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ</p>
<p>“<em>Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini kemudian berdiri melaksanakan dua rakaat dengan tidak mengucapkan pada dirinya (konsentrasi ketika shalat), maka dia akan diampuni dosanya yang telah lalu</em>.” (HR. Bukhari, no. 160 dan Muslim, no. 22)</p>
<p>Al-Hafidz Ibnu Hajar <em>rahimahullah </em>mengatakan, “Di dalamnya ada anjuran shalat dua rakaat setelah berwudhu.”</p>
<p>Yang dianjurkan adalah melaksanakan langsung setelah berwudhu.</p>
<p>Imam Nawawi <em>rahimahullah </em>berkomentar, “Dianjurkan dua rakaat setelah wudhu karena ada hadits shahih tentang itu.” (<em>Al-Majmu Syarh Al-Muhadzab</em>, 3:545)</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah <em>rahimahullah </em>mengatakan, “Dianjurkan shalat dua rakaat setelah berwudhu meskipun pada waktu yang dilarang untuk shalat, hal itu dikatakan oleh Syafi’iyyah.” (<em>Al-Fatawa Al-Kubra</em>, 5:345)</p>
<p>Zakariya Al-Anshari dalam kitab ‘<em>Asna Al-Mathalib </em>(1:44) mengatakan, “Dianjurkan bagi yang berwudhu, shalat dua rakaat setelah wudhu pada waktu kapan pun.”</p>
<p style="text-align: center;">Nantikan kumpulan amalan ringan berikutnya berserial, dan insya Allah akan menjadi sebuah buku.</p>
<p> </p>
<ul>
<li>Bahasan ini dikembangkan dari kitab “<em>Al-Ajru Al-Kabir ‘ala Al-‘Amal Al-Yasir</em>” karya Muhammad Khair Ramadhan Yusuf, Cetakan pertama, Tahun 1415 H, Penerbit Dar Ibnu Hazm.</li>
</ul>
<p> </p>
<p>—</p>
<p>Oleh: <a href="https://rumaysho.com/about-me" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="http://Rumaysho.Com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Rumaysho.Com</a></p>
 