
<p><iframe width="100%" height="166" scrolling="no" frameborder="no" allow="autoplay" src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/1175961307&amp;color=d5265f&amp;hide_related=true&amp;show_artwork=false&amp;show_comments=false&amp;show_teaser=false&amp;show_user=false"></iframe></p>
<h2><strong>Hukum Laki-laki Mandi Bersama Laki-laki</strong></h2>
<p><em>Assalamu’alaikum,,,</em></p>
<p><em>1. Saya ingin bertanya tentang batasan aurat laki laki dihadapan laki laki,dari mana dan sampek dimana?</em><br>
<em> 2. Apakah boleh seorang laki laki menampakan seluruh auratnya kepada laki laki lain,seperti  mandi bersama ataupun yang lainnya?</em><br>
<em> 3. Apa hukum laki laki menampakkan auratnya kepada laki laki lain?</em><br>
<em> 4. Apakah boleh sesama laki laki tidur dalam satu ranjang tetapi kasurnya ada dua dan ranjangnya lumayan besar dua kali lipat dari ranjang yang isinya satu kasur?</em></p>
<p><em>Terimakasih.</em></p>
<p><em>Dari Maryo</em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Wa alaikumus salam</em></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,</em></p>
<p>Allah berfirman,</p>
<p class="arab">قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ</p>
<p><em>Perintahkan kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya;”.</em> (QS. An-Nur: 30)</p>
<p>Makna ”<em>memelihara kemaluannya</em>” mencakup dua hal:</p>
<ol>
<li>Menjaga kemaluan dari perbuatan zina</li>
<li>Menjaga kemaluan agar tidak dilihat oleh orang lain.</li>
</ol>
<p>Karena itu, ulama sepakat haramnya membuka aurat di depan orang lain selain istrinya. (<em>al-Hawi fi Tafsir al-Quran al-Karim – </em>tafsir surat an-Nur).</p>
<p>Di ayat lain, Allah ta’ala memuji fungsi pakaian bagi manusia,</p>
<p class="arab">يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا</p>
<p><em>Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.</em> (QS. Al-A’raf: 26).</p>
<p>Ayat ini mengisyaratkan wajibnya menutup aurat <em>mughalladzah</em> (aurat besar), dan Allah sebut di ayat ini dengan <em>sau-ah</em>.</p>
<p>Kemudian, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> melarang sesama lelaki melihat aurat lelaki yang lain atau wanita melihat aurat wanita yang lain.</p>
<p>Dari Abu Said al-Khudri<em> radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">لَا يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ، وَلَا الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ</p>
<p>Janganlah seorang lelaki melihat aurat lelaki yang lain, jangan pula seorang wanita melihat aurat wanita yang lain. (HR. Muslim 338, Turmudzi 2793, dan yang lainnya).</p>
<h3><strong>Aurat Lelaki Antara Pusar hingga Lutut</strong></h3>
<p>Mayoritas ulama sepakat bahwa batas aurat lelaki adalah antara pusar hingga lutut. Dalam ensiklopedi fikih dinyatakan,</p>
<p class="arab">عورة الرّجل في الصّلاة وخارجها ما بين السّرّة والرّكبة عند الحنفيّة والمالكيّة والشّافعيّة والحنابلة، وهو رأي أكثر الفقهاء</p>
<p>Aurat laki-laki dalam shalat maupun di luar shalat, antara pusar hingga lutut, menurut hanafiyah, malikiyah, syafiiyah dan hambali. Dan ini pendapat mayoritas ulama. (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 22/118)</p>
<p>Diantara dalil yang menunjukkan pendapat ini adalah hadis dari Ibnu Jarhad, dari bapaknya yang termasuk salah satu ahlus suffah. Beliau menceritakan bahwa suatu ketika Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> melihat paha beliau terbuka. Kemudian Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengingatkan,</p>
<p class="arab">غَطِّ فَخِذَكَ فَإِنَّهَا مِنَ العَوْرَةِ</p>
<p>”Tutupi pahamu, karena itu termasuk surat.” (HR. Ahmad 15929, Turmudzi 2798 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).</p>
<p>Dari keterangan di atas, praktek mandi bersama antara laki-laki dengan laki-laki yang sudah baligh dan masing-masing membuka aurat, adalah perbuatan yang bertentangan dengan adab islam.</p>
<p>Allahu a’lam.</p>
<p><strong>Dijawab oleh: Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>SPONSOR hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>DONASI hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial</li>
</ul>
 