
<iframe id="s_pdf_frame" src="//docs.google.com/gview?embedded=true&amp;url=https://rumaysho.com/wp-content/uploads/2018/04/Kajian-Dlingo-Semua-Jadi-Sia-Sia-di-Bulan-Ramadhan-Muhammad-Abduh-Tuasikal.pdf" style="width: 100%; height:600px;" frameborder="0"></iframe><a class="s_pdf_download_link" href="https://rumaysho.com/wp-content/uploads/2018/04/Kajian-Dlingo-Semua-Jadi-Sia-Sia-di-Bulan-Ramadhan-Muhammad-Abduh-Tuasikal.pdf" download><button style="" class="s_pdf_download_bttn">Download</button></a>
<p> </p>
<p>Lima hal ini patut dihindari ketika kita menjalankan puasa di Bulan Ramadhan. Inilah hal-hal perusak di bulan Ramadhan.</p>
<p> </p>
<h3>Perusak #01: Tanpa ilmu</h3>
<p> </p>
<p>Ibnul Qayyim <i>rahimahullah</i> berkata,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">اَنَّ العَامِلَ بِلَا عِلْمٍ كَالسَّائِرِ بِلاَ دَلِيْلٍ وَمَعْلُوْمٌ اَنَّ عَطَبَ مِثْلِ هَذَا اَقْرَبُ مِنْ سَلاَمَتِهِ وَاِنْ قُدِّرَ سَلاَمَتُهُ اِتِّفَاقًا نَادِرًا فَهُوَ غَيْرُ مَحْمُوْدٍ بَلْ مَذْمُوْمٌ عِنْدَ العُقَلاَءِ</p>
<p>“Orang yang beramal tanpa ilmu bagai orang yang berjalan tanpa ada penuntun. Sudah dimaklumi bahwa orang yang rusak karena berjalan tanpa penuntun tadi akan mendapatkan kesulitan dan sulit bisa selamat. Taruhlah ia bisa selamat, namun itu jarang. Menurut orang yang berakal, ia tetap saja tidak dipuji bahkan dapat celaan.”</p>
<p>Ibnu Taimiyah <i>rahimahullah</i> juga berkata,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">مَنْ فَارَقَ الدَّلِيْل ضَلَّ السَّبِيْل وَلاَ دَلِيْلَ إِلاَّ بِمَا جَاءَ بِهِ الرَّسُوْل</p>
<p>“Siapa yang terpisah dari penuntun jalannya, maka tentu ia bisa tersesat. Tidak ada penuntun yang terbaik bagi kita selain dengan mengikuti ajaran Rasul –<i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i>-.” (Lihat <i>Miftah Dar As-Sa’adah</i>, 1:299)<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p> </p>
<h3>Perusak #02: Masih meneruskan maksiat</h3>
<p> </p>
<p>Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ</p>
<p>“<i>Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga saja</i>.” (HR. Ahmad, 2:373. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanadnya <i>jayyid</i>)</p>
<p>Dari Abu Hurairah <i>radhiyallahu ‘anhu</i>, Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ</p>
<p>“<i>Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan</i>.” (HR. Bukhari, no. 1903)</p>
<p>Dari Abu Hurairah <i>radhiyallahu ‘anhu</i>, Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ</p>
<p>“<i>Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, ‘Aku sedang puasa, aku sedang puasa’</i>.” (HR. Ibnu Khuzaimah, 3:242. Al-A’zhami mengatakan bahwa sanad hadits tersebut <i>shahih</i>). <i>Lagwu</i> adalah perkataan sia-sia dan semisalnya yang tidak berfaedah. Sedangkan <i>rofats</i> adalah istilah untuk setiap hal yang diinginkan laki-laki pada wanita atau dapat pula bermakna kata-kata kotor.</p>
<p> </p>
<h3>Perusak #03: Masih pelit dengan harta</h3>
<p> </p>
<p>Padahal di bulan Ramadhan adalah waktu terbaik untuk berderma.</p>
<p>Dari ‘Ali, ia berkata, Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda,<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">« إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا ». فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ »</p>
<p>“<i>Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya</i>.” Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, “<i>Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?</i>” Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>menjawab: “<i>Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari diwaktu manusia pada tidur</i>.” (HR. Tirmidzi, no. 1984. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini <i>hasan</i>)</p>
<p> </p>
<h3>Perusak #04: Puasa tetapi tidak shalat</h3>
<p> </p>
<p>Pakar fikih Kerajaan Saudi Arabia pada masa silam, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin <i>rahimahullah</i> pernah ditanya, “Apa hukum orang yang berpuasa namun meninggalkan shalat?” Beliau <i>rahimahullah</i> menjawab, “Puasa yang dilakukan oleh orang yang meninggalkan shalat tidaklah diterima karena orang yang meninggalkan shalat berarti kafir dan murtad. Dalil bahwa meninggalkan shalat termasuk bentuk kekafiran adalah firman Allah <i>Ta’ala</i>,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَنُفَصِّلُ الْآَيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ</p>
<p>”<i>Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui</i>.” (QS. At-Taubah: 11)</p>
<p>Alasan lain adalah sabda Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i>,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ</p>
<p>“<i>Pembatas antara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat</i>.” (HR. Muslim, no. 82)</p>
<p>Syaikh Ibnu ‘Utsaimin <i>rahimahullah</i> melanjutkan, “Kami katakan, ‘Shalatlah kemudian tunaikanlah puasa.’ Adapun jika engkau puasa namun tidak shalat, amalan puasamu akan tertolak karena orang kafir (sebab meninggalkan shalat) tidak diterima ibadah darinya.” (<i>Majmu’ Fatawa wa Rosa-il Ibnu ‘Utsaimin</i>, 17:62)</p>
<p> </p>
<h3>Perusak #05: Shalat tarawih super ngebut</h3>
<p> </p>
<p>Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">أَفْضَلُ الصَّلاَةِ طُولُ الْقُنُوتِ</p>
<p>“<i>Sebaik-baik shalat adalah yang lama berdirinya</i>.” (HR. Muslim, no. 756)</p>
<p>Dari Abu Hurairah, beliau berkata,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">أَنَّهُ نَهَى أَنْ يُصَلِّىَ الرَّجُلُ مُخْتَصِرًا</p>
<p>“<i>Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang shalat mukhtashiron</i>.” (HR. Bukhari, no. 1220 dan Muslim, no. 545).<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Ibnu Hajar <i>rahimahullah</i> membawakan hadits<span class="Apple-converted-space">  </span>di atas dalam kitab beliau <i>Bulughul Maram</i>, Bab “<i>Dorongan agar khusyu’ dalam shalat</i>.” Sebagian ulama menafsirkan <i>ikhtishor</i> (<i>mukhtashiron</i>) dalam hadits di atas adalah shalat yang ringkas (terburu-buru), tidak ada thuma’ninah ketika membaca surat, ruku’<span class="Apple-converted-space">  </span>dan sujud. (Lihat <i>Syarh Bulughul Maram</i>, Syaikh ‘Athiyah Muhammad Salim, 49:3, Asy-Syamilah)</p>
<p><i>Semoga Allah menerima setiap amalan kita di bulan Ramadhan dan dijauhkan dari kesia-siaan dalam beramal.</i></p>
<p>—</p>
<p>Artikel Kajian Akbar di Dlingo Bantul, 5 Sya’ban 1439 H, 21 April 2018</p>
<p>Oleh: <a href="https://rumaysho.com/about-me" target="_blank" rel="noopener">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="http://Rumaysho.Com" target="_blank" rel="noopener">Rumaysho.Com</a></p>
 