
<p>Ada lima waktu terlarang untuk shalat.</p>
<p>Ini butuh dipahami supaya kita tidak melakukan shalat di sembarang waktu.</p>
<p>Dari Abu Sa’id Al-Khudri <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">لاَ صَلاَةَ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَرْتَفِعَ الشَّمْسُ ، وَلاَ صَلاَةَ بَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغِيبَ الشَّمْسُ</p>
<p>“<em>Tidak ada shalat setelah shalat Shubuh sampai matahari meninggi dan tidak ada shalat setelah shalat ‘Ashar sampai matahari tenggelam.</em>” (HR. Bukhari, no. 586 dan Muslim, no. 827)</p>
<p>Dari ‘Uqbah bin ‘Amir <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">ثَلاَثُ سَاعَاتٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّىَ فِيهِنَّ أَوْ أَنْ نَقْبُرَ فِيهِنَّ مَوْتَانَا حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ وَحِينَ يَقُومُ قَائِمُ الظَّهِيرَةِ حَتَّى تَمِيلَ الشَّمْسُ وَحِينَ تَضَيَّفُ الشَّمْسُ لِلْغُرُوبِ حَتَّى تَغْرُبَ</p>
<p>“Ada tiga waktu yang Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> melarang kami untuk shalat atau untuk menguburkan orang yang mati di antara kami yaitu: (1) ketika matahari terbit (menyembur) sampai meninggi, (2) ketika matahari di atas kepala hingga tergelincir ke barat, (3) ketika matahari  akan tenggelam hingga tenggelam sempurna.”  (HR. Muslim, no. 831)</p>
<p> </p>
<p>Imam Nawawi <em>rahimahullah</em> menyatakan, “Para ulama sepakat untuk shalat yang tidak punya sebab tidak boleh dilakukan di waktu terlarang tersebut. Para ulama sepakat masih boleh mengerjakan shalat wajib yang <em>ada’an</em> (yang masih dikerjakan di waktunya, pen.) di waktu tersebut.</p>
<p>Para ulama berselisih pendapat mengenai shalat sunnah yang punya sebab apakah boleh dilakukan di waktu tersebut seperti shalat tahiyatul masjid, sujud tilawah dan sujud syukur, shalat ‘ied, shalat kusuf (gerhana), shalat jenazah dan mengqadha shalat yang luput. Ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa shalat yang masih punya sebab tadi masih boleh dikerjakan di waktu terlarang. …</p>
<p>Di antara dalil ulama Syafi’iyah adalah Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengqadha shalat sunnah Zhuhur setelah shalat ‘Ashar. Berarti mengqadha shalat sunnah yang luput, shalat yang masih ada waktunya, shalat wajib yang diqadha masih boleh dikerjakan di waktu terlarang, termasuk juga untuk shalat jenazah.” (<em>Syarh Shahih Muslim</em>, 6: 100)</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">Waktu terlarang untuk shalat ada lima:</span></h4>
<ul>
<li>Dari shalat Shubuh hingga terbit matahari terbit.</li>
<li>Dari matahari terbit hingga matahari meninggi (kira-kira 15 menit setelah matahari terbit).</li>
<li>Ketika matahari di atas kepala tidak condong ke timur atau ke barat hingga matahari tergelincir ke barat.</li>
<li>Dari shalat Ashar hingga mulai tenggelam.</li>
<li>Dari matahari mulai tenggelam hingga tenggelam sempurna. (Lihat <em>Minhah Al-‘Allam</em> <em>fii Syarh Bulugh Al-Maram</em>, 2: 205)</li>
</ul>
<blockquote><p>Dari kesimpulan Imam Nawawi di atas, waktu terlarang untuk shalat hanya berlaku untuk shalat sunnah mutlak yang tidak punya sebab, sedangkan yang punya sebab masih dibolehkan.</p></blockquote>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">Baca pula bahasan berikut:</span></h4>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="juaDRagdxo"><p><a href="https://rumaysho.com/15790-shalat-sunnah-yang-punya-sebab-masih-boleh-dilakukan-setelah-shalat-ashar.html">Shalat Sunnah yang Punya Sebab Masih Boleh Dilakukan Setelah Shalat Ashar</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" title="“Shalat Sunnah yang Punya Sebab Masih Boleh Dilakukan Setelah Shalat Ashar” — Rumaysho.Com" src="https://rumaysho.com/15790-shalat-sunnah-yang-punya-sebab-masih-boleh-dilakukan-setelah-shalat-ashar.html/embed#?secret=juaDRagdxo" data-secret="juaDRagdxo" width="500" height="282" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p> </p>
<p>Semoga jadi ilmu yang bermanfaat.</p>
<p>—</p>
<p><a href="http://DarushSholihin.Com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">@ DS Panggang, Gunungkidul</a>, Senin Siang, 18 Sya’ban 1438 H</p>
<p>Oleh: <a href="http://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Follow Us : Facebook <a href="https://www.facebook.com/muhammad.tuasikal" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Muhammad Abduh Tuasikal</a> (bisa ikuti kajian LIVE via Facebook)</p>
<p>Fans Page Facebook <a href="https://www.facebook.com/rumaysho/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Rumasyho.Com</a> | Twitter <a href="https://twitter.com/RumayshoCom" target="_blank" rel="noopener noreferrer">@RumayshoCom</a> <strong>|</strong> Instagram <a href="https://www.instagram.com/rumayshocom/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">@RumayshoCom</a> <strong>|</strong> Channel Telegram <a href="https://telegram.me/rumayshocom" target="_blank" rel="noopener noreferrer">@RumayshoCom</a> | Channel Telegram <a href="https://telegram.me/tanyarumayshocom" target="_blank" rel="noopener noreferrer">@TanyaRumayshoCom</a> | Channel Youtube <a href="https://youtube.com/rumayshoTV" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Rumaysho TV</a></p>
<p>Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=sms.com.rumaysho"><strong>di sini</strong></a>.</p>
 