
<p><strong>Baca pembahasan sebelumnya <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/47713-macam-macam-ibadah-syirik-bag-10.html" data-darkreader-inline-color="">Macam-Macam Ibadah Syirik (Bag.10): Syirik dalam Isti’adzah</a></span></strong></p>
<h1><span style="font-size: 24pt;"><b>Istighatsah </b></span></h1>
<p><span style="font-weight: 400;">Istighatsah adalah meminta dibebaskan dari kesulitan, derita, bahaya atau musibah berat yang sedang menimpa. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Misalnya, seseorang memohon kepada Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> agar Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">mengangkat bencana wabah penyakit ganas yang sedang tersebar luas di suatu negeri, maka permohonannya tersebut merupakan bentuk istighatsah jenis ibadah yang ditujukan kepada Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">yang bernilai tauhid.</span></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Persamaan Istighatsah, Isti’anah dan Isti’adzah </b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagaimana kita telah ketahui dari penjelasan sebelumnya bahwa:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">-Isti’adzah adalah meminta perlindungan dan penjagaan dari perkara yang tidak disukai. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">-Isti’anah adalah meminta pertolongan dalam rangka mendapatkan manfa’at atau terhindar dari bahaya (mudhorot).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">-Istighatsah adalah meminta dibebaskan dari kesulitan,derita, bahaya atau musibah berat yang sedang menimpa.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itulah, ketiga-tiganya sama-sama mengandung permintaan, sehingga jika permintaan-permintaan tersebut dilakukan dalam bentuk ibadah, maka ketiga ibadah tersebut hakekatnya adalah ibadah do’a yang tidak boleh ditujukan kepada selain Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala.</span></i></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/46142-membedakan-beberapa-model-doa-apakah-termasuk-syirik-akbar-ataukah-bukan.html" data-darkreader-inline-color="">Membedakan Beberapa Model Doa, Apakah Termasuk Syirik Akbar ataukah Bukan</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Perbedaan antara Istighatsah dengan Isti’adzah </b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">-Istighatsah adalah meminta dibebaskan dari kesulitan, derita, bahaya atau musibah berat yang sedang menimpa. Jadi, istighatsah terkait dengan musibah yang sedang terjadi atau sedang menimpa.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">-Adapun isti’adzah adalah meminta perlindungan dan penjagaan dari perkara yang tidak disukai. Karena sifatnya adalah meminta perlindungan dan penjagaan, maka isti’adzah adalah terkait dengan suatu bahaya atau mudhorot yang dikhawatirkan akan menimpa.</span></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Macam-macam Istighatsah</b></span></h2>
<ol>
<li>
<h3><span style="font-size: 19pt;"><b> Istighatsah yang bernilai Tauhid</b></span></h3>
</li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Istighatsah yang bernilai tauhid adalah istighotsah kepada Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">semata, yaitu sebuah</span> <span style="font-weight: 400;">istighatsah jenis ibadah yang mengandung kesempurnaan sikap membutuhkan kepada Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala,</span></i><span style="font-weight: 400;"> meyakini bahwa hanya Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">sajalah yang mampu memberi manfa’at dan menolak mudhorot, dan</span> <span style="font-weight: 400;">meyakini bahwa hanya Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang mampu memberi kecukupan.</span></p>
<p><b>Dalilnya adalah firman Allah </b><b><i>Ta’ala</i></b><b>,</b></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ (106) وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (107)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><span style="font-weight: 400;">Dan janganlah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/43793-mengapa-doaku-belum-dikabulkan.html" data-darkreader-inline-color="">Mengapa Doaku Belum Dikabulkan?</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. </span><span style="font-weight: 400;">Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. </span><span style="font-weight: 400;">Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang</span><span style="font-weight: 400;">.” <strong>(QS. Yunus: 106-107).</strong></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ayat ini menunjukkan larangan menujukan ibadah istighatsah kepada selain Allah dan hal itu termasuk kesyirikan, karena pada hakikatnya, hanya Allah sajalah yang mampu menghilangkan musibah.</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/43190-hukum-berdoa-mengharapkan-kematian.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Berdoa Mengharapkan Kematian</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/43134-doa-agar-terhindar-dari-hilangnya-nikmat-bencana-yang-tiba-tiba.html" data-darkreader-inline-color="">Doa agar Terhindar dari Hilangnya Nikmat &amp; Bencana yang Tiba-Tiba</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><b>(Bersambung, in sya Allah)</b></p>
<p><strong>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" data-darkreader-inline-color="">Sa’id Abu Ukkasyah</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 