
<p><strong>Baca pembahasan sebelumnya <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/47869-macam-macam-ibadah-yang-syirik-13.html" data-darkreader-inline-color="">Macam-Macam Syirik dalam Ibadah (Bag.13): Syirik dalam Menyembelih Binatang</a></span></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>2. Tasmiyyah (penyebutan nama ketika akan menyembelih) terdapat tiga kemungkinan:</b></span></h2>
<p><b>a)</b><span style="font-weight: 400;"> M<strong>enyebut nama Allah saja, maka ini adalah ibadah yang bernilai Tauhid.</strong></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berfirman:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>فَكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ بِآيَاتِهِ مُؤْمِنِينَ </b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">(118) </span><i><span style="font-weight: 400;">Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya. </span></i><span style="font-weight: 400;">[QS. Al-An’aam: 118]</span><i><span style="font-weight: 400;">.</span></i></p>
<p style="text-align: center;"><b><span style="font-size: 21pt;">وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ</span> </b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">(121) </span><i><span style="font-weight: 400;">Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. </span></i><span style="font-weight: 400;">[QS. Al-An’aam: 121].</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari kedua ayat tersebut di atas menunjukkan diperintahkannya menyebut nama Allah saja ketika akan menyembelih, dan tidak boleh menyebut nama selain-Nya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Barangsiapa yang menyebut nama Allah saja ketika akan menyembelih, maka hal itu termasuk ibadah yang bernilai Tauhid.</span></p>
<p><b>b) </b><strong>Menyebut nama selain Allah, maka ini adalah ibadah syirik dalam memohon pertolongan (isti’anah).</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berfirman:</span></p>
<p style="text-align: center;"><b><span style="font-size: 21pt;">وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ ۗ وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَىٰ أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ ۖ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ</span> </b></p>
<p><b>(121) </b><i><span style="font-weight: 400;">Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik. </span></i><span style="font-weight: 400;">[QS. Al-An’aam: 121].</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/7831-soal-220-apa-hukum-melakukan-acara-syirik-dengan-alasan-budaya.html" data-darkreader-inline-color="">Apa Hukum Melakukan Acara Syirik Dengan Alasan Budaya?</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Yang dimaksud “kefasikan” dalam ayat ini adalah sebagaimana yang ditunjukkan dalam ayat ke-145, yaitu: menyembelih binatang dengan menyebut nama selain Allah, maka perbuatan tersebut adalah kefasikan yang sekaligus merupakan kesyirikan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Karena definisi “kefasikan” adalah keluar dari ketaatan kepada Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala, </span></i><span style="font-weight: 400;">sehingga cakupan istilah “kefasikan” itu umum, mencakup kekafiran atau dosa di bawahnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sehingga kesyirikan dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">tasmiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang dimaksud dalam ayat ini adalah menyebut nama selain Allah ketika akan menyembelih.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sedangkan Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berfirman di akhir ayat :</span></p>
<p style="text-align: center;"><b><span style="font-size: 21pt;">وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ</span> </b></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik. </span></i><span style="font-weight: 400;">Maksudnya: apabila kamu menuruti mereka dalam kesyirikan, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik sebagaimana mereka musyrik.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berfirman:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">(145) </span><i><span style="font-weight: 400;">Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor, atau kefasikan berupa binatang yang disembelih atas nama selain Allah. </span></i><span style="font-weight: 400;">[QS. Al-An’aam: 145].</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/7812-soal-214-beranggapan-sial-itu-termasuk-syirik.html" data-darkreader-inline-color="">Beranggapan Sial Itu Termasuk Syirik?</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berkata Al-Bahawi </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">menafsirkan “kefasikan berupa binatang yang disembelih atas nama selain Allah”</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;"><span style="font-size: 21pt;">وهو ما ذبح على غير اسم الله تعالى</span> </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Yaitu : binatang yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;">”.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berfirman:</span></p>
<p style="text-align: center;"><b><span style="font-size: 21pt;">إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ</span> </b></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.</span></i><span style="font-weight: 400;">[QS. Al-Faatihah].</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menyebut nama selain Allah, seperti menyebut nama nyai roro kidul, ini hakekatnya mengandung permohonan pertolongan (isti’anah) kepada nyai roro kidul dan permohonan keberkahan (tabarruk) kepadanya, padahal keduanya adalah ibadah, dan dalam hal ini ditujukan kepada selain Allah, maka perbuatan ini berarti kesyirikan dalam isti’anah dan dalam Rububiyyah.</span></p>
<p><b>c)</b><strong> Tidak menyebut nama siapapun, maka ini hukumnya haram.</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berfirman:</span></p>
<p style="text-align: center;"><b><span style="font-size: 21pt;">وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ</span> </b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">(121) </span><i><span style="font-weight: 400;">Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. </span></i><span style="font-weight: 400;">[QS. Al-An’aam: 121]. Larangan dalam ayat ini menunjukkan haramnya tidak menyebut nama Allah ketika akan menyembelih, termasuk di dalamnya adalah tidak menyebut nama siapapun.</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/4952-tumbal-dan-sesajen-tradisi-syirik-warisan-jahiliyah.html" data-darkreader-inline-color="">Tumbal dan Sesajen, Tradisi Syirik Warisan Jahiliya</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/3030-soal-41-hukum-memakan-makanan-perayaan-syirik.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Memakan Makanan Perayaan Syirik</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><b>(Bersambung, in sya Allah)</b></p>
<p> </p>
<p><strong>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" data-darkreader-inline-color="">Said Abu Ukasyah</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel:<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color=""> Muslim.Or.Id</a></span></strong></p>
 