
<p><iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/519054930&amp;color=d5265f&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;hide_related=true&amp;show_comments=false&amp;show_user=false&amp;show_reposts=false" width="100%" height="166" frameborder="no" scrolling="no"></iframe></p>
<h2><strong>Hukum Makan Dengan 2 Tangan</strong></h2>
<p><em>Mohon dibahas hukum makan dengan 2 tangan. Apakah dibolehkan?</em></p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,</em></p>
<p>Terdapat beberapa hadis yang menunjukkan perintah makan atau minum dengan tangan kanan dan larangan menggunakan tangan kiri. Diantaranya,</p>
<p>[1] Hadis dari Ibnu Umar <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ ، وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ ، وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ</p>
<p><em>“Jika kalian makan, maka hendaknya makan dengan tangan kanannya, dan jika minum maka hendaknya minum dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri.</em> (HR. Muslim 2020).</p>
<p>Dalam hadis ini ada perintah makan minum dengan tangan kanan, dan celaan makan minum dengan tangan kiri, karena disebut tradisi setan.</p>
<p>[2] Hadis dari Jabir <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">لَا تَأْكُلُوا بِالشِّمَالِ ؛ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِالشِّمَالِ</p>
<p><em>Janganlah makan dengan tangan kiri, karena setan makan dengan tangan kiri.</em> (HR. Muslim 2019)</p>
<p>Ibnu Abdil Bar mengatakan,</p>
<p class="arab">فمن أكل بشماله أو شرب بشماله ، وهو عالم بالنهي ، ولا عذر له ، ولا علة تمنعه : فقد عصى الله ورسوله</p>
<p>Siapa yang makan dan minum dengan tangan kiri, sementara dia tahu larangannya, dan tidak ada udzur baginya atau sakit yang menghalanginya, berarti dia telah durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya. (al-Istidzkar, 8/341).</p>
<h3><strong>Bagaimana Jika Menggunakan 2 Tangan?</strong></h3>
<p>Makan atau minum dengan dua tangan, tidak bisa disebut makan dengan tangan kanan saja sehingga sesuai perintah hadis, dan tidak juga makan dengan tangan kiri saja sehingga menyalahi hadis.</p>
<p>Dan yang mendekati, jika dibutuhkan untuk menggunakan 2 tangan, hukumnya boleh. Bahkan terdapat beberapa hadis, yang mengandung indikasi bolehnya minum dengan menggunakan 2 tangan, meskipun tidak tegas. Kami sebut mengandung indikasi, karena dalam hadis itu disebutkan bahwa Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> minum dengan memegang wadah besar (bejana) atau timba dari kulit. Sehingga sangat sulit jika hanya menggunakan satu tangan kanan. Hadis yang kami maksud,</p>
<p>[1] Hadis dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu,</em></p>
<p>Bahwa beliau pernah diberi satu bejana susu oleh Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, dan beliau diperintahkan untuk membaginya ke ahlus sufah. Setelah semua minum,</p>
<p class="arab">فَأَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقَدَحَ فَوَضَعَهُ عَلَى يَدَيْهِ ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَتَبَسَّمَ فَقَالَ : أَبَا هُرَيْرَةَ ، اشْرَبْ ، فَشَرِبْتُ ، ثُمَّ قَالَ : اشْرَبْ ، فَلَمْ أَزَلْ أَشْرَبُ</p>
<p>Kemudian Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengambil wadah itu lalu diletakkan di kedua tangan Abu Hurairah. Beliau bersabda, <em>‘Wahai Abu Hurairah, minumlah’</em> lalu aku meminumnya…. (HR. Turmudzi 2477 dan disahihkan al-Albani).</p>
<p>Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em> membagi susu itu kepada ahlus sufah dengan wadah yang besar. Sehingga beliau membawanya dengan 2 tangan. Dan di wadah ini pula yang diminum Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>.</p>
<p>[2] Keterangan Ibnu Abbas <em>radhiyallahu ‘anhuma,</em></p>
<p class="arab">أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَرِبَ مِنْ زَمْزَمَ مِنْ دَلْوٍ مِنْهَا وَهُوَ قَائِمٌ</p>
<p>Bahwa Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> minum zamzam dengan menggunakan ‘dalwun’ dengan berdiri. (HR. Bukhari 1556 &amp; Muslim 2027).</p>
<p>Wadah air yang kecil bisa dipegang dengan satu tangan. Dan biasanya tidak dinamai ‘dalwun’. Disebut dalwun yang ukurannya besar. Dan kemungkinan beliau menggunakan dua tangan.</p>
<p>[3] Dari Abdurrahman bin Abi Umar, dari neneknya, beliau mengatakan,</p>
<p class="arab">دَخَلَ عَلَيَّ رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِي الْبَيْت قِرْبَة مُعَلَّقَة فَشَرِبَ قَائِمًا</p>
<p>Rasulullah<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah ke rumahku dan di dalam rumah ada qirbah yang tergantung, lalu beliau minum dari qirbah sambil berdiri. (HR. Turmudzi 1892 dan dishahihkan al-Albani)</p>
<p>Wadah yang menggantung tidak mungkin ukurannya kecil, sehingga ketika memegangnya hanya bisa menggunakan 2 tangan.</p>
<p>Dan terdapat beberapa keterangan ulama yang menunjukkan bolehnya minum dengan menggunakan 2 tangan. Diantaranya,</p>
<p>[1] Keterangan an-Nawawi,</p>
<p class="arab">قال أصحابنا : لو شرب بكفيه وفي أصبعه خاتم فضة : لم يكره</p>
<p>Para ulama syafiiyah mengatakan, ‘Jika ada orang minum dengan kedua telapak tangannya, sementara di jarinya ada cincin perak, hukumnya tidak makruh.’ (al-Majmu’, 1/316).</p>
<p>Penjelasan ini terkait larangan makan/minum dengan wadah perak.</p>
<p>[2] Keterangan al-Qurthubi ketika menafsirkan firman Allah,</p>
<p class="arab">إِلاَّ مَن اغْتَرَفَ غُرْفةً بِيَدِه</p>
<p>“Kecuali bagi orang yang menciduk dengan satu ghurfah tangannya.”</p>
<p>Lalu al-Qurthubi menyebutkan keterangan sebagian ahli tafsir,</p>
<p class="arab">وقال بعض المفسرين : الغَرْفة بالكفِّ الواحد والغُرْفة بالكفَّيْن</p>
<p>Sebagian ahli tafsir mengatakan, ‘Gharfah’ jika menggunakan satu telapak tangan. Sedangkan ‘Ghurfah’ jika menggunakan 2 telapak tangan. (Tafsir al-Qurthubi, 3/253).</p>
<p><strong>Kesimpulan:</strong></p>
<p>Hendaknya kita menggunakan tangan kanan ketika makan dan minum meski yang kita makan lebih dari satu misalnya gorengan dengan lombok.</p>
<p>Dan jika wadahnya besar atau makanannya besar, dan sulit jika hanya menggunakan satu tangan, dibolehkan menggunakan dua tangan.</p>
<p>Demikian, <em>Allahu a’lam.</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="noopener">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>SPONSOR</strong> hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>
<strong>DONASI</strong> hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
</ul>
 