
<p><iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/665575337&amp;color=d5265f&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;hide_related=true&amp;show_comments=false&amp;show_user=false&amp;show_reposts=false" width="100%" height="166" frameborder="no" scrolling="no"></iframe></p>
<h2><strong>Menepuk Pundak ketika Menjadi Makmum</strong></h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Assalamualaykum,</em><br>
<em> Ustadz,bagaimanakah hukumnya seseorang yang hendak bermakmum kepada orang lain yang sudah sholat duluan dengan cara menepuk punggung orang tsb?</em><br>
<em> Mohon dijelaskan secara terperinci ustadz. Syukron.</em><br>
<!--more--><br>
Dari: Dwi Ariyanto</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Wa alaikumus salam</em></p>
<p>Yang benar, orang yang datang dan hendak bermakmum, tidak perlu menepuk pundaknya, tapi langsung memposisikan diri di samping kanan orang yang sedang shalat sendirian itu, lurus sejajar, dan tidak geser sedikit ke belakang.</p>
<p>Kesimpulan ini berdasarkan hadis dari Ibnu Abbas <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, beliau mengatakan,</p>
<p class="arab">بِتُّ عِنْدَ خَالَتِي مَيْمُونَةَ لَيْلَةً، فَلَمَّا كَانَ فِي بَعْضِ اللَّيْلِ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَوَضَّأَ مِنْ شَنٍّ مُعَلَّقٍ وُضُوءًا خَفِيفًا، وَقَامَ يُصَلِّي، فَتَوَضَّأْتُ نَحْوًا مِمَّا تَوَضَّأَ، ثُمَّ جِئْتُ فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ فَحَوَّلَنِي فَجَعَلَنِي عَنْ يَمِينِهِ</p>
<p>Pada suatu malam, saya menginap di rumah bibiku Maimunah, di Saya shalat bersama Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pada suatu malam. Setelah larut malam, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun dan berwudhu dari air yang terdapat dalam bejana yang menggantung, lalu beliau shalat. Akupun berwudhu seperti wudhu beliau, dan langsung menuju beliau dan aku berdiri di sebelah kiri beliau. Lalu beliau memindahkanku ke sebelah kanan beliau. (HR. Bukhari 138).</p>
<p>Maimunah adalah salah satu istri Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> yang sekaligus bibi Ibnu Abbas dari ibunya. Ketika Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memberikan jatah malam di Maimunah, Ibnu Abbas ikut bersama mereka. Dan ketika itu, Ibnu Abbas belum baligh.</p>
<p>Dalam hadis di atas, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma datang ketika Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> sudah mulai shalat. Dan beliau tidak menepuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun langsung berdiri di samping kiri Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Karena posisinya yang salah, Ibnu Abbas dipindah ke posisi sebelah kanan.</p>
<p><strong>Dijawab oleh ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina <a title="konsultasi agama islam dan kesehatan" href="https://konsultasisyariah.com/" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a>)</strong></p>
<blockquote>
<p>Artikel ini didukung oleh:</p>
<ul>
<li>Zahir Accounting. <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank"><strong>Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</strong></a>.</li>
<li>Ahliherbal.com. <strong><a href="http://ahliherbal.com" target="_blank" rel="nofollow">Agen Herbal Grosir dan Eceran</a></strong>.</li>
</ul>
<p>Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di Yufid.com Network, silakan hubungi: marketing@yufid.org untuk menjadi sponsor.</p>
</blockquote>
 