
<p class="western" style="text-align: center;"><strong>Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz</strong></p>
<p class="western"><strong>Soal:</strong></p>
<p class="western">Apa arti dari hadits:</p>
<p style="text-align: center;"><span lang="hi-IN" style="font-size: 18pt;">بدأ الإسلام غريباً وسيعود غريباً كما بدأ فطوبى للغرباء</span></p>
<p class="western"><span style="font-size: small;"><span style="line-height: 19.5px;">“</span></span><em>Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing”</em></p>
<p class="western"><strong>Jawab:</strong></p>
<p class="western">Artinya bahwa islam dimulai dalam keadan asing sebagaimana keadaan di Mekkah dan di Madinah ketika awal-awal hijrah. Islam tidak diketahui dan tidak ada yang mengamalkan kecuali sedikit orang saja. Kemudian ia mulai tersebar dan orang-orang masuk (Islam) dengan jumlah yang banyak dan dominan di atas agama-agama yang lain.</p>
<p class="western">Dan Islam akan kembali asing di akhir zaman, sebagaimana awal kemunculannya. Ia tidak dikenal dengan baik kecuali oleh sedikit orang dan tidak diterapkan sesuai dengan yang disyariatkan kecuali sedikit dari manusia dan mereka asing. Dan hadits lengkapnya Nabi <span style="font-size: small;"><span lang="hi-IN">صلى الله عليه وسلم </span></span>bersabda:</p>
<p class="western" style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">فطوبى للغرباء</span></p>
<p class="western">“<span lang="en-US"><em>Maka beruntunglah bagi orang-orang yang asing</em>” (HR. Muslim).</span></p>
<p class="western">dan dalam riwayat yang lain :</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;"><span lang="hi-IN">قيل يا رسول الله ومن الغرباء؟ فقال</span>: <span lang="hi-IN">الذين يصلحون إذا فسد الناس</span></span></p>
<p class="western"><span lang="en-US">Rasulullah- </span><span lang="en-US"><i>Shallallahu ‘alaihi wasallam </i></span><span lang="en-US">ditanya “wahai rasulullah siapa yang asing itu (al-Ghuraba)?” Rasulullah- </span><span lang="en-US"><i>Shallallahu ‘alaihi wasallam </i></span><span lang="en-US">bersabda: ”<em>Yaitu orang-orang yang mengadakan perbaikan di tengah manusia yang berbuat kerusakan</em>”.</span></p>
<p class="western"><span lang="en-US">Dan dalam lafadz yang lain:</span></p>
<p class="western" style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">هم الذين يصلحون ما أفسد الناس من سنتي</span></p>
<p class="western"><span lang="en-US">”<em>mereka adalah orang-orang yang memperbaiki sunnahku yang dirusak manusia</em>”</span></p>
<p class="western"><span lang="en-US">Kita memohon kepada Allah – </span><span lang="en-US"><i>Subhanahu wata’ala </i></span><span lang="en-US">agar menjadikan kita dan juga saudara kita kaum muslimin seluruhnya bagian dari mereka dan Dialah sebaik-baik tempat meminta.</span></p>
<p class="western">Sumber: <a href="http://ar.islamway.net/fatwa/46079" target="_blank" rel="noopener">ar.islamway.net</a></p>
<p><em><strong>Baca Juga:</strong></em></p>
<ul>
<li><strong><a href="https://muslim.or.id/298-menjadi-orang-asing-di-dunia.html" target="_blank" rel="noopener">Menjadi Orang Asing di Dunia</a></strong></li>
<li><strong><a href="https://muslim.or.id/67393-mengamalkan-sunnah-nabi-ketika-banyak-yang-meninggalkannya.html" target="_blank" rel="noopener">Mengamalkan Sunnah Nabi ketika Banyak yang Meninggalkannya</a></strong></li>
</ul>
<p class="western">***</p>
<p class="western"><strong>Penerjemah: Andi Ihsan</strong></p>
<p class="western"><strong>Artikel Muslim.or.id</strong></p>
 