
<h2><strong>Makna Kalimat: Zina tidak Mengharamkan yang Halal</strong></h2>
<p><em>Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh. Ustadz, bgmn derajat hadis berikut:”Haramnya (pernikahan) tidak mengharamkan yang halal (pernikahan).” (HR Ibn Majah dan al-Bayhaqi). Apa maksud isi hadits tsb?</em></p>
<p><em>Mr. Tom</em></p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,</em></p>
<p>Redaksi kalimat yang kami jumpai,</p>
<p class="arab">لاَ يُحَرِّمُ الْحَرَامُ الْحَلاَلَ</p>
<p><em>“Sesuatu yang haram tidaklah mengharamkan yang halal.</em></p>
<p>Kalimat ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam sunannya dari Ibnu Umar, dan ad-Daruquthni dari Aisyah, keduanya secara marfu’ dan dinilai dhaif oleh al-Albani. Karena dalam sanadnya terdapat perawi Abdullah al-Umari al-Mukabbar dan dia dhaif.  (Silsilah ad-Dhaifah, no. 385).</p>
<p>Kemudian disebutkan dalam riwayat lain dari A’isyah, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,</p>
<p class="arab">لا يحرم الحرام، إنما يحرم ما كان بنكاح حلال</p>
<p>Sesuatu yang haram tidak menyebabkan yang lain jadi haram. Yang bisa menjadikan mahram adalah yang dilakukan dengan nikah yang halal.</p>
<p>Hanya saja, hadis ini termasuk hadis batil, karena ada perawi bernama Utsman bin Abdurrahman al-Waqqasi yang dinilai kadzab (pendusta). (As-Silsilah ad-Dhaifah, no. 388).</p>
<h3><strong>Kaidah Sahabat &amp; Jumhur Ulama</strong></h3>
<p>Al-Jasshas menyebutkan riwayat dari Ibnu Abbas, bahwa beliau ditanya tentang seorang lelaki yang berzina dengan ibu mertuanya. Jawab Ibnu Abbas,</p>
<p class="arab">تخطى حرمتين ولم تحرم عليه امرأته</p>
<p>“Dia melakukan dua larangan, meskipun tidak menyebabkan istrinya menjadi mahram baginya.”</p>
<p>Dalam riwayat lain, beliau mengatakan,</p>
<p class="arab">لا يحرم الحرام الحلال</p>
<p>“Yang haram tidaklah mengharamkan yang halal.”</p>
<p>Maksudnya, zina adalah sesuatu yang haram. Namun bukan berarti, ketika seseorang berzina dengan ibu mertua, menyebabkan istrinya menjadi anak tirinya, sehingga istrinya menjadi haram baginya.</p>
<p>Keterangan Ibnu Abbas ini menjadi pendapat a-Zuhri, Rabi’ah ar-Ra’yi, Imam Malik, dan Imam as-Syafii. Al-Jasshas melanjutkan,</p>
<p class="arab">وقال الزهري وربيعة ومالك والليث والشافعي: “لا تحرم أمها ولا بنتها بالزنا”</p>
<p>Az-Zuhri, Rabi’ah, Malik, dan as-Syafii berpendapat, ‘Ibu tidak pula anak menjadi mahram gara-gara berzina.’ (Ahkam al-Quran, al-Jasshas, 2/162 – 163)</p>
<p>Maksudnya:</p>
<p>Zina seorang lelaki dengan wanita x, tidaklah menyebabkan ibunya menjadi mertuanya atau mennjadikan anak wanita itu menjadi anak tirinya, yang itu statusnya mahram baginya.</p>
<p>Demikian pula sebaliknya, ketika suami berzina dengan ibu mertuanya, tidaklah menyebabkan istrinya menjadi anak tirinya, yang statusnya mahram baginya.</p>
<h3><strong>Pendapat Lain</strong></h3>
<p>Al-Jasshas juga menyebutkan adanya pendapat lain. Bahwa zina bisa menjadikan ibu dan anak si wanita, menjadi mahram baginya. Al-Jasshas mengatakan,</p>
<p class="arab">روى سعيد بن أبي عروبة عن قتادة عن الحسن عن عمران بن حصين في رجل زنى بأم امرأته: “حرمت عليه امرأته”, وهو قول الحسن وقتادة; وكذلك قول سعيد بن المسيب وسليمان بن يسار وسالم بن عبد الله ومجاهد وعطاء وإبراهيم وعامر وحماد وأبي حنيفة وأبي يوسف</p>
<p>Said bin Abi Arubah meriwayatkan dari Qatadah dari Hasan dari sahabat Imran bin Hushain. Beliau ditanya tentang seorang lelaki yang berzina dengan ibu mertuanya. Jawaban beliau, ‘Istrinya menjadi mahram baginya.’</p>
<p>Dan ini merupakan pendapat Hasan al-Bashri, Qatadah, demikian pula Said bin Musayib, Sulaiman bin Yasar, Salim bin Abdillah, Mujahid, Atha, Ibrahim, Amir, Hammad, Imam Abu Hanifah, dan Abu Yusuf. (Ahkam al-Quran, al-Jasshas, 2/162 – 163)</p>
<p><em>Allahu a’lam.</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>SPONSOR hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>DONASI hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial</li>
</ul>
 