
<p>Malaikat bukanlah makhluk yang memiliki jenis kelamin laki-laki ataupun perempuan. Allah<em> Ta’ala</em> menjelaskan karakteristik (sifat) malaikat sebagai hamba Allah dan meniadakan anak keturunan dari malaikat. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَداً سُبْحَانَهُ بَلْ عِبَادٌ مُّكْرَمُونَ ؛ لَا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُم بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ؛ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَى وَهُم مِّنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ</span></p>
<p>“Dan mereka berkata, “Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak.” Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan. Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka. Dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.” <strong>(QS. Al-Anbiya’: 26-28)</strong></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="https://muslim.or.id/70017-nama-malaikat-dari-alquran-dan-sunnah.html" data-darkreader-inline-color="">Rincian Nama-Nama Malaikat dari Dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah</a></strong></p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وَجَعَلُوا الْمَلَائِكَةَ الَّذِينَ هُمْ عِبَادُ الرَّحْمَنِ إِنَاثاً أَشَهِدُوا خَلْقَهُمْ سَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْ وَيُسْأَلُونَ</span></p>
<p>“Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaika-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggung-jawaban.” <strong>(QS. Az-Zukhruf: 19)</strong></p>
<p>Sa’id bin Musayyib <em>rahimahullah </em>berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">الملائكة ليسوا ذكورا ولا إناثا ولا يأكلون ولا يشربون ولا يتناكحون ولا يتوالدون</span></p>
<p>“Malaikat itu tidak berjenis kelamin laki-laki atau perempuan, tidak makan, dan tidak minum. Juga tidak menikah dan tidak memiliki keturunan.” (<em>Fathul Baari, </em>6: 306)</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah <em>rahimahullah </em>berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">فَإِنَّ الْإِنْسَ وَالْجِنَّ مُشْتَرِكُونَ مَعَ كَوْنِهِمْ أَحْيَاءً نَاطِقِينَ مَأْمُورِينَ مَنْهِيِّينَ. فَإِنَّهُمْ يَأْكُلُونَ وَيَشْرَبُونَ وَيَنْكِحُونَ وَيَنْسِلُونَ وَيَغْتَذُونَ وَيَنْمُونَ بِالْأَكْلِ وَالشُّرْبِ. وَهَذِهِ الْأُمُورُ مُشْتَرَكَةٌ بَيْنَهُمْ. وَهُمْ يَتَمَيَّزُونَ بِهَا عَنْ الْمَلَائِكَةِ فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَا تَأْكُلُ وَلَا تَشْرَبُ وَلَا تَنْكِحُ وَلَا تَنْسِلُ.</span></p>
<p>“Manusia dan jin itu sama dalam hal sebagai makhluk hidup yang bisa berbicara, mendapatkan perintah dan larangan. Mereka sama-sama makan, minum, menikah, memiliki keturunan, dan tumbuh dengan adanya makanan dan minuman. Ini adalah perkara yang sama-sama dimiliki oleh manusia dan jin. Mereka (manusia dan jin) terbedakan dari malaikat. Karena malaikat itu tidak makan, tidak minum, tidak menikah, dan tidak memiliki anak keturunan.” (<em>Majmu’ Al-Fataawa, </em>16: 192)</p>
<p>Keadaan malaikat yang tidak menikah, tidak memiliki keturunan, tidak memiliki jenis kelamin laki-laki atau perempuan merupakan keistimewaan yang Allah Ta’ala berikan kepada mereka. Hal ini menunjukkan bahwa hakikat malaikat itu berbeda dengan hakikat jin dan manusia. Ini juga menunjukkan keagungan Allah <em>Ta’ala</em> yang telah menciptakan malaikat. Allah Ta’ala menciptakan makhluk-Nya sebagaimana yang Dia kehendaki, dengan hakikat yang Allah <em>Ta’ala</em> kehendaki pula.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/70003-mungkinkah-manusia-melihat-malaikat-dalam-wujudnya-yang-asli.html" data-darkreader-inline-color=""><strong>Mungkinkah Manusia Melihat Malaikat dalam</strong> <span style="--darkreader-inline-color: #ff1010;"><strong>Wujudnya yang Asli?</strong></span></a></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/69548-metode-beriman-kepada-malaikat-bag-4.html" data-darkreader-inline-color="">Metode Beriman kepada Malaikat</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><strong>[Selesai]</strong></p>
<p><strong>***</strong></p>
<p>@Rumah Kasongan, 23 Rabi’ul awwal 1442/ 30 Oktober 2021</p>
<p><strong>Penulis: <a href="https://muslim.or.id/author/saifudinhakim"><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color="">M. Saifudin Hakim</span></a></strong></p>
<p><strong>Artikel: <a href="https://muslim.or.id/"><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</span></a></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Catatan kaki:</strong></p>
<p>Disarikan dari kitab <em>Haqiqatul Malaikat</em> karya Ahmad bin Muhammad bin Ash-Shadiq An-Najar<em>, </em>hal. 52-53. Kutipan-kutipan dalam artikel di atas adalah melalui parantaraan kita tersebut.</p>
 