
<p><strong>Baca pembahasan sebelumnya <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color="">Manakah yang<a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/46304-manakah-yang-lebih-utama-wanita-shalat-di-rumah-atau-di-masjid-bag-3.html" data-darkreader-inline-color=""> Lebih Utama, Wanita Shalat di Rumah atau di Masjid? (Bag. 3)</a></span></strong></p>
<h2>
<span style="font-size: 21pt;"> 7. Fatwa Syaikh Muhammad Sholeh Al-Utsaimin </span><i><span style="font-size: 21pt;">rahimahullah</span> </i>
</h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Muhammad Sholeh Al-Utsaimin </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">pernah menjelaskan tentang hukum seorang wanita yang pergi ke masjid  untuk menunaikan sholat, ia pergi berdua bersama dengan sopir laki-laki, beliau menjelaskan :</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Pertama, saya ingatkan bahwa sholat seorang wanita di dalam rumahnya lebih utama dan lebih banyak pahalanya daripada sholatnya di masjid.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Akan tetapi jika membutuhkan untuk melakukan sholat di masjid, karena ia tidak mampu sholat (dengan tenang, pent.)  di rumahnya, karena banyaknya anak yang menyibukkan (perhatian)nya, maka sholat di masjid terkadang lebih utama, jika ditinjau dari sisi ini, dengan syarat ada orang yang membantu mengurus anak-anaknya (di rumahnya, pent.). Adapun jika ia pergi ke masjid sedangkan ia meninggalkan anak-anaknya (begitu saja), maka ini berarti penelantaran amanah, dalam keadaan seperti ini, ia lebih dekat kepada dosa daripada kepada pahala.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dan (yang perlu diingat) jika memang keadaannya lebih utama sholat di masjid, maka ia tidak boleh pergi berdua bersama seorang sopir (pria), karena ini termasuk berdua-duaan (kholwah) yang dilarang oleh Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;">, dan ini termasuk bentuk berdua-duan yang paling berbahaya, sebagaimana kami telah mendengar tentang beberapa fakta yang terjadi jika seorang sopir berdua-duaan dengan seorang wanita.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/19679-fatwa-ulama-bagaimana-menyikapi-wanita-yang-enggan-berjilbab.html" data-darkreader-inline-color=""> Bagaimana Menyikapi Wanita Yang Enggan Berjilbab?</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dan janganlah seorang wanita meremehkan perkara ini, janganlah ia mengatakan, misalnya: “Sopir ini adalah seorang pria yang baik, jadi saya merasa aman dari diganggu olehnya. Jangan (katakan demikian)!”. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Setan bergerak dalam diri keturunan Nabi Adam (manusia) pada pembuluh darah, maka bisa jadi setan menghiasi keburukan pada diri kedua insan tersebut, sehingga terjatuhlah kedalam perkara yang terlarang.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Yang penting (untuk diketahui) adalah seorang wanita diharamkan pergi hanya berdua bersama seorang sopir saja!</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Adapun jika ia pergi (ke masjid) bersama para wanita lainnya, maka ini tidak mengapa, karena hal ini bukanlah termasuk safar dan bukan pula kholwah”.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/19276-inilah-mode-wanita-jahiliyah.html" data-darkreader-inline-color="">Inilah Mode Wanita Jahiliyah</a></strong></p>
<h2>
<span style="font-size: 21pt;"> 8. Fatwa Syaikh Syaikh Bin Baaz </span><i><span style="font-size: 21pt;">rahimahullah</span> </i>
</h2>
<p><b>Pertanyaan:</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Apakah keutamaan sholat wanita di rumahnya sebanding dengan keutamaan sholat pria di masjid?”</span></p>
<p> </p>
<p><b>Beliau menjawab</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">(صلاة المرأة في بيتها أفضل)</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Sholat seorang wanita di rumahnya lebih utama”.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sholat seorang wanita di rumahnya, memiliki keutamaan yang besar, bisa jadi seperti keutamaan sholat di masjid, bahkan bisa lebih besar lagi, namun bisa pula lebih kecil (keutamaannya).</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/18704-hukum-memendekkan-rambut-bagi-wanita.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Memendekkan Rambut Bagi Wanita</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jadi intinya adalah sholat yang paling utama bagi wanita adalah di rumahnya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Apabila keutamaan sholat wanita di rumahnya lebih utama daripada sholatnya di masjid, maka ini mengandung makna bahwa  (pahala) sholat yang dilakukan wanita di rumah bisa sama dengan pahala jika ia sholat di masjid atau lebih banyak.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hal ini disebabkan Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">(صلاة المرأة في بيتها أفضل)</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Sholat seorang wanita di rumahnya lebih utama”, </span></i><span style="font-weight: 400;">hal ini menunjukkan pahala yang didapatkan oleh seorang pria (yang sholat) di masjid juga bisa didapatkan oleh wanita pula (ketika ia sholat di rumahnya) atau bahkan bisa lebih besar, karena keta’atan wanita tersebut kepada Allah dan Rasul-Nya, dan kedekatannya dengan perintah Allah dan Rasul-Nya, maka iapun di atas kebaikan yang besar. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Alasan berikutnya adalah karena rumahnya lebih menjaganya dan (berada di dalamnya) lebih jauh dari fitnah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jadi, apabila ia mena’ati Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> dan ia menunaikan sholat di dalam rumahnya, maka ia diharapkan mendapatkan pahala seperti pahala yang didapatkan oleh pria yang sholat di masjid atau (bahkan) lebih besar lagi!”.</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/17372-fatwa-ramadhan-apakah-wanita-menyusui-tetap-berpuasa.html" data-darkreader-inline-color="">Apakah Wanita Menyusui Tetap Berpuasa?</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/14781-hukum-berjabat-tangan-dengan-wanita-memakai-pelapis.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Berjabat Tangan Dengan Wanita Memakai Pelapis</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><b>(Selesai)</b></p>
<p><strong>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" data-darkreader-inline-color="">Sa’id Abu Ukkasyah</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.Or.Id</a></span></strong></p>
 