
<h2><strong>Masa Iddah Talak Tiga</strong></h2>
<p><b>Pertanyaan:</b></p>
<p><em>Tadz, mau tanya bab talak. Apakah talak ba’inah kubro itu juga ada masa iddahnya tiga kali haid?</em></p>
<p><em>Barakallahufikum.</em></p>
<p>Dari: Choirun Sholeh</p>
<p><b>Jawaban:</b></p>
<p><i>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,</i></p>
<p>Wanita yang ditalak tiga, menjalani masa iddah 3 kali quru’, sebagaimana masa iddah untuk talak pertama atau kedua. Berdasarkan firman Allah,</p>
<p class="arab">وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلاَثَةَ قُرُوءٍ</p>
<p>“<i>Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’</i>.”</p>
<p>Makna teks ayat berlaku umum, untuk semua wanita yang ditalak, baik talak satu, dua atau talak tiga.</p>
<p>Disamping tidak dijumpai dalil yang mengkhususkan ayat tersebut, selain karena keadaan tertentu yang telah disebutkan dalam Alquran, seperti: gadis yang belum haid, wanita tua yang sudah tidak haid, dan wanita hamil. Untuk 3 jenis wanita ini, Allah berikan ketentuan iddah yang berbeda,</p>
<p class="arab">وَاللاَّئِي يَئِسْنَ مِنَ الْمَحِيضِ مِنْ نِسَائِكُمْ إِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلاَثَةُ أَشْهُرٍ وَاللاَّئِي لَمْ يَحِضْنَ وَأُولاَتُ الأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ</p>
<p>“Perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), Maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya.” (QS. At-Talak: 4)</p>
<p>Dr. Muhammad Ali Farkus mengatakan,</p>
<p class="arab">واعتدادُ المطلَّقةِ ثلاثًا بثلاثةِ قروءٍ هو قولُ عامّةِ الفقهاءِ مِن أصحابِ المذاهبِ، ونقل الجصّاصُ عدمَ الخلافِ في ذلك وهو الصّحيحُ الرّاجحُ، مع اختلافِهم في معنى القرءِ</p>
<p>Iddah wanita talak tiga dengan 3 kali haid, merupakan pendapat mayoritas ulama dari berbagai madzhab. Bahkan Al-Jassas menukil tidak ada perselisihan dalam hal ini, dan itulah pendapat yang benar, yang kuat. Meskipun ada perselisihan di antara mereka tentang makna quru’.</p>
<p>Sumber: <em>http://www.ferkous.com/site/rep/Bk137.php</em></p>
<p><em>Allahu a’lam</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina <a title="konsultasi keluarga dan rubrik kesehatan" href="https://konsultasisyariah.com/" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a>)</strong></p>
<blockquote>
<p>Artikel ini didukung oleh:</p>
<ul>
<li>Zahir Accounting. <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="dofollow"><strong>Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</strong></a>.</li>
</ul>
<p>Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di Yufid.com Network, silakan hubungi: marketing@yufid.org untuk menjadi sponsor.</p>
</blockquote>
 