
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Hadits Muslim Nomor 2750</span></strong></h2>
<p>Abu Rib’iy Hanzhalah bin Ar Rabi’ Al-Usaidiy Al-Katib – salah seorang juru tulis Rasulullah <em>shallallahu alaihi wasallam</em> – berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">لَقِيَنِي أَبُو بَكْرٍ، فَقالَ: كيفَ أَنْتَ؟ يا حَنْظَلَةُ قالَ: قُلتُ: نَافَقَ حَنْظَلَةُ، قالَ: سُبْحَانَ اللهِ ما تَقُولُ؟ قالَ: قُلتُ: نَكُونُ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ، يُذَكِّرُنَا بالنَّارِ وَالْجَنَّةِ، حتَّى كَأنَّا رَأْيُ عَيْنٍ، فَإِذَا خَرَجْنَا مِن عِندِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ، عَافَسْنَا الأزْوَاجَ وَالأوْلَادَ وَالضَّيْعَاتِ، فَنَسِينَا كَثِيرًا، قالَ أَبُو بَكْرٍ: فَوَاللَّهِ إنَّا لَنَلْقَى مِثْلَ هذا، فَانْطَلَقْتُ أَنَا وَأَبُو بَكْرٍ، حتَّى دَخَلْنَا علَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ، قُلتُ: نَافَقَ حَنْظَلَةُ، يا رَسُولَ اللهِ، فَقالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ وَما ذَاكَ؟ قُلتُ: يا رَسُولَ اللهِ، نَكُونُ عِنْدَكَ، تُذَكِّرُنَا بالنَّارِ وَالْجَنَّةِ، حتَّى كَأنَّا رَأْيُ عَيْنٍ، فَإِذَا خَرَجْنَا مِن عِندِكَ، عَافَسْنَا الأزْوَاجَ وَالأوْلَادَ وَالضَّيْعَاتِ، نَسِينَا كَثِيرًا فَقالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ: وَالَّذِي نَفْسِي بيَدِهِ إنْ لو تَدُومُونَ علَى ما تَكُونُونَ عِندِي، وفي الذِّكْرِ، لَصَافَحَتْكُمُ المَلَائِكَةُ علَى فُرُشِكُمْ وفي طُرُقِكُمْ، وَلَكِنْ يا حَنْظَلَةُ سَاعَةً وَسَاعَةً ثَلَاثَ مَرَّاتٍ</span></p>
<p>“Abu Bakar <em>radhiallahu’anhu</em> menjumpaiku dan berkata, ‘<em>Bagaimana kabarmu ya Hanzhalah?</em>‘ Aku pun menjawab, ‘<em>Aku telah menjadi munafik.</em>‘ Abu Bakar berkata, ‘<em>Subhanallah, apa yang sedang kau katakan?</em>‘ Jawabku, ‘<em>Ketika kami berada di majelis Rasulullah shallallahu alaihi wasallam seakan-akan surga dan neraka ada di hadapan kami (ketika Rasulullah mengingatkan kami tentangnya – pent.). Namun, saat kami berada diluar majelisnya maka kami disibukkan dengan istri-istri, anak-anak dan kehidupan kami hingga kami banyak lupa (terhadap akhirat).</em>‘ Maka berkata Abu Bakar <em>radhiallahu’anhu</em>, ‘<em>Demi Allah, Aku pun merasakan hal yang sama.</em>‘ Maka kami pun bermaksud mendatangi Rasulullah <em>shallallahu alaihi wasallam</em>. Aku pun berkata, ‘<em>Hanzhalah telah munafik wahai Rasulullah.</em>‘ Rasulullah bertanya, ‘<em>Apa maksudmu?</em>‘ Jawabku, ‘<em>Wahai Rasulullah seakan surga dan neraka ada dihadapan kami ketika engkau mengingatkan kami tentangnya dalam majelismu. Akan tetapi, ketika kami tidak lagi berada di majelismu kamipun lalai dengan anak, istri dan kehidupan kami sehingga kami banyak melupakan (akhirat).</em>‘ Rasulullah <em>shallallahu’alaihi wasallam</em> pun bersabda, ‘<em>Demi Dzat yang jiwa aku ada pada genggaman-Nya, jika kalian terus beramal sebagaimana keadaan kalian ketika berada di sisiku dan selalu mengingat akhirat, maka niscaya malaikat akan menjabat tangan kalian di tempat tidur kalian maupun di jalan-jalan. Namun Hanzhalah, manusia itu sesaat begini dan sesaat begitu.</em>‘ Beliau mengulanginya sampai tiga kali.” <strong>(HR. Muslim no. 2750)</strong>.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/47359-berikut-ini-bukan-durhaka-kepada-orang-tua.html" data-darkreader-inline-color="">Berikut Ini Bukan Durhaka Kepada Orang Tua</a></strong></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Penjelasan Hadits</span></strong></h2>
<p>Al-‘Allamah Ibnu Al-Utsaimin <em>rahimahullah</em> menjelaskan,</p>
<p>Perkataan penulis (kitab Riyadus Shalihin) <em>rahimahullah</em> sebagaimana kutipan dari Hanzhalah Al-Katib, salah satu juru tulis wahyu Rasulullah <em>shallallahu alaihi wasallam</em>. Bahwasannya yang dimaksud dari perkataan Hanzhalah, <em>“Abu Bakar radhiallahuanhu menemuiku. Maka aku berkata, ‘Hanzhalah telah munafik.'”</em> maksudnya (dia menyangka hal itu terjadi pada ed.) dirinya sendiri. Kemudian makna <em>naafaqo</em> adalah (dirinya telah ed.) menjadi munafik. Ia mengatakan demikan atas prasangka darinya –<em>radhiallahu’anhu</em>– bahwa apa yang telah ia lakukan adalah suatu perbuatan kemunafikan.</p>
<p>Kemudian percakapan berikutnya, dimana Abu Bakar <em>radhiallahu’anhu</em> bertanya, “Apa maksudmu?” Kemudian Hanzalah <em>radhiallahu’anhu</em> menjawab, “ketika kami berada di majelis Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> seakan-akan surga dan neraka ada di hadapan kami (ketika Rasul mengingatkan kami tentangnya -pent.)” memiliki maksud seakan-akan mereka (Abu Bakar dan Hanzalah merasa) benar-benar melihat surga dan neraka bersamaan dengan nasihat-nasihat yang Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> sampaikan. Hanzhalah seperti orang yang sedang menyaksikannya secara langsung, bahkan lebih. Karena memang berita tersebut bersumber dari seorang manusia yang paling jujur perkataannya dan seorang yang paling tahu tentang Rabb-nya <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>.</p>
<p>Kemudian maksud, “Namun saat kami berada di luar majelisnya, kami disibukkan oleh istri-istri, anak-anak dan kehidupan duniawi kami”, adalah senda gurau kami bersama mereka (istri, anak, dan kehidupan duniawi) menjadikan kami lupa dengan keadaan kami saat berasa di majelis Rasulullah <em>shallallahu alaihi wasallam</em>.</p>
<p>Sambungan hadits, “Abu Bakar <em>radhiallahu’anhu</em> berkata bahwa dirinya juga mengalami hal yang sama. Kemudian mereka mendatangi Rasulullah <em>shallallahu alaihi wasallam</em>. Ketika tiba disisi Rasul, Hanzhalah berkata, ‘Hanzhalah telah munafik ya Rasulullah. Beliau (Rasulullah <em>shallallahu’alaihi wa sallam</em>) bertanya, ‘Apa maksudmu?’ Hanzhalah menjawab, ‘Ketika kami berada di majelis Rasulullah <em>shallallahu alaihi wasallam</em> seakan-akan surga dan neraka ada dihadapan kami. Namun saat kami berada di luar majelisnya, kami disibukkan oleh istri-istri, anak-anak dan kehidupan duniawi'” memiliki maksud senda gurau kami bersama mereka menjadikan kami banyak lupa dengan keadaan kami di majelis Rasulullah <em>shallallahu alaihi wasallam</em>.</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu alaihi wasallam</em> pun bersabda, “Demi zat yang jiwaku berada di dalam genggamannya, jika kalian terus beramal sebagaimana keadaan kalian ketika berada disisiku dan mengingat selalu nasihatku, maka niscaya malaikat akan menjabat tangan kalian ketika kalian berada di tempat tidur maupun di jalan.” Maksudnya adalah keyakinan yang kuat yang mereka miliki menyebabkan para malaikat akan menjabat tangan kalian sebagai bentuk penghormatan atas kalian, karena apabila bertambah yakin seorang hamba, maka Allah <em>Ta’ala</em> akan menjadikannya istiqomah dan menguatkannya. Sebagaimana firman Allah <em>Ta’ala</em>,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدىً وَآتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ</span></p>
<p><em>“Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan menganugerahi ketaqwaan mereka.”</em> <strong>(QS. Muhammad : 17)</strong>.</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu alaihi wasallam</em> pun bersabda, “Akan tetapi wahai Hanzhalah, sesaat dan sesaat”. Maksudnya, sesaat untuk Rabb Azza wa Jalla, sesaat untuk anak-anak dan keluarga, sesaat untuk memberi istirahat untuk diri sendiri dan untuk memberikan hak kepada yang berhak.</p>
<p>Inilah sisi keadilan dan kesempurnaan syariat islam. Bahwasanya masing-masing memiliki hak yang harus kita tunaikan. Allah Ta’ala memiliki hak yang harus kita tunaikan. Begitu pula diri kita memiliki hak yang harus kita tunaikan. Keluarga, tetangga, hingga setiap orang mendapatkan apa yang menjadi haknya terhadap diri kita. Demikian membuat kita dapat hidup dengan tenang dan beribadah kepada Allah dengan tenang. Karena manusia ketika berat terasa oleh dirinya maka ia cenderung akan bosan dan letih. Lalu ia akan banyak mengabaikan hak-hak orang lain.</p>
<p>Begitu juga yang terjadi dalam ibadah dan dalam menunaikan hak-hak diri, keluarga, dan tamu. Perkara ilmu pun tidak luput dari itu. Ketika seorang penuntut ilmu merasa malas untuk mengulang pelajaran suatu kitab, maka hendaklah ia mempelajari kitab yang lain. Ketika ia melihat dirinya malas untuk mempelajari bab tertentu, hendaklah ia mempelajari bab yang lain. Seperti itulah cara agar membuat dirinya tenang hingga ia menggapai ilmu yang banyak. Namun ketika ia membuat dirinya membenci sesuatu maka ia akan merasakan kemalasan dan keletihan hingga menjadikannya bosan dan meninggalkannya, kecuali bagi orang-orang tertentu yang Allah kehendaki.</p>
<p>Banyak orang tidak mau berletih dalam mengulangi, menelaah, dan meneliti ilmu-ilmu yang ada. Sehingga ketika semangat ini redup, hatinya akan terasa sempit. Padahal jikalau ia mau mengulang, menelaah, dan meneliti, tentu ia akan menjadi orang yang tekun dan taat. Sesungguhnya Allah Maha Memberi kemuliaan kepada orang yang dikehendakinya karena Allah sang Pemilik kemuliaan yang agung.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/46136-mengambil-faidah-dari-luqmanul-hakim-tentang-pendidikan-anak.html" data-darkreader-inline-color="">Mengambil Faidah Dari Luqmanul Hakim Tentang Pendidikan Anak</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/46134-hak-dan-kewajiban-pemimpin-dan-rakyat-yang-dipimpin-bag-1.html" data-darkreader-inline-color="">Hak dan Kewajiban Pemimpin dan Rakyat yang Dipimpin</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p>**</p>
<p><strong>Penyusun: Fauzan Hidayat</strong></p>
<p><strong>Pemurojaah: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/author/fauzanhidayat" data-darkreader-inline-color="">Yulian Purnama, S.Kom</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel:<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color=""> Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 