
<h2><strong>Masuk Surga Sambil Tertawa</strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Abu Darda’, seorang sahabat Nabi mengatakan, </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">إِنَّ الذين أَلْسِنَتُهُمْ رَطْبَةٌ بِذِكْرِ اللَّهِ </span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-weight: 400;">يَدْخُلُ أحدهم الجنة وهو يَضْحَكُ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Orang yang lidahnya basah dengan dzikir mengingat Allah akan masuk surga sambil tertawa.” (Az-Zuhd karya Imam Ahmad  730)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dzikir mengingat Allah adalah amal yang mengantarkan ke surga, bahkan masuk surga sambil tertawa gembira. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lidah itu “basah” dengan dzikir manakala kita adalah orang yang rajin berdzikir. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Tolak ukur rajin berdzikir adalah orang yang selalu membaca bacaan dzikir atau doa yang dituntunkan dari bangun tidur sampai tidur lagi.”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Orang yang rajin berdzikir itu semestinya bibirnya kering karena berdzikir meski demikian bibir semisal ini hakekatnya adalah bibir yang basah.</span></p>
<p><strong>Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.</strong></p>
 