
<p><span style="font-weight: 400;">Cukup sering kita mendengar kabar ada artis mati mendadak, pejabat mati mendadak dan mulai banyak kita jumpai kasus-kasus mati mendadak. Secara kedokteran pun muncul penyakit-penyakit yang menyebabkan mati mendadak seperti stroke dan serangan jantung. Demikian juga kasus tabrakan lalu mati mendadak di tempat, kasus tabrakan helikopeter dan lain-lainnya.</span></p>

<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Mati Mendadak Sebagai Adzab dari Allah <em>Ta’ala?</em></span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Muncul pertanyaan, apakah mati mendadak ini semacam adzab atau bencana? Apakah seorang Muslim yang mati mendadak itu terkait dengan dosanya sebelumnya atau bagaimana? Jawabnya adalah sebagaimana dalam hadits berikut</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari ‘Aisyah bahwasanya Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">موت الفجأة راحة للمؤمن وأخذة أسف للكافر</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kematian mendadak adalah istirahat bagi mukmin dan penyesalan bagi orang kafir” <strong>[HR. Ahmad dan Ibnu Syaibah dalam Mushannafnya]</strong></span></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Mati Mendadak Adalah Istirahat dan Kenikmatan?</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;"> </span><span style="font-weight: 400;">Maksudnya mati mendadak merupakan istirahat adalah ia bisa istirahat dari beban dunia, kelelahan dan  mungkin bisa selamat dari penderitaan sebelum meninggal (sakit-sakitan sebelum meninggal) dan sakratul maut. Tentunya dianggap “istirahat” apabila ia seorang mukmin yang shalih dan telah menyiapkan berbagai perbekalan yang banyak menuju kehidupan setelah kematian. Inilah maksud dari istirahat dan kenikmatan</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hal ini dijelaskan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz <em>rahimahullah,</em> beliau berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">جاء في بعض الأحاديث ما يدل على أن موت الفجأة يكثر في آخر الزمان، وهو أخذة غضب للفاجر، وراحة للمؤمن، فقد يصاب المؤمن بموت الفجأة بسكتة أو غيرها ويكون راحة له ونعمة من الله عليه؛ لكونه قد استعد واستقام وتهيأ للموت واجتهد في الخير فيؤخذ فجأة وهو على حال طيبة على خير وعمل صالح، فيستريح من كرب الموت وتعب الموت ومشاق الموت، وقد يكون بالنسبة إلى الفاجر قد يقع هذا بالنسبة إلى الفجار وتكون تلك الأخذة أخذة غضب عليهم، فوجؤوا على شر حال.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> </span><span style="font-weight: 400;">“Pada sebagian hadits terdapat dalil mengenai kematian medadak yang akan banyak pada akhir zaman. Yaitu penyesalan bagi orang fajir dan istirahat bagi orang mukmin.Terkadang seorang mukmin tertimpa dengan kematian mendadak seketika. Ini adalah bentuk istirahat dan kenikmatan dari Allah. Akan tetapi tentu saja ia sudah menyiapkan (amal shalih), istiqamah dan bersiap-siap menghadapi kematian dan bersungguh-sungguh dalam kebaikan, kemudian ia meninggal dalam keadaan baik dan melakukan amal shalih, maka ia istirahat dari beban dunia, kelelahan dan penderitaan sakratul maut. Terkadang juga menimpa orang fajir, maka ini menjadi penyesalan baginya, meninggal mendadak dalam keadaan buruk.” <strong>[Sumber:http://www.binbaz.org.sa/mat/18136]</strong></span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/43190-hukum-berdoa-mengharapkan-kematian.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Berdoa Mengharapkan Kematian</a></strong></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Mempersiapkan Bekal Kematian</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Yang terpenting bukanlah mati mendadak atau tidak, tetapi apa yang kita siapkan untuk kehidupan setelah kematian, apa bekal yang kita persiapkan untuk kehidupan akhirat. Inilah ciri-ciri orang yang pintar dan cerdas yaitu mempersiapkan kehidupan setelah kematian.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rasulullah<em> shallallahu’alaihi wasallam</em> bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">ﺍﻟْﻜَﻴِّﺲُ ﻣَﻦْ ﺩَﺍﻥَ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﻭَﻋَﻤِﻞَ ﻟِﻤَﺎ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕِ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Orang yang pandai adalah  orang yang mampu mengevaluasi dirinya dan beramal (mencurahkan semua potensi) untuk kepentingan (kehidupan) setelah kematian.” <strong>[HR.Tirmidzi]</strong></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Al-Mubarakfuri menjelaskan makna “al-Kayyis” yaitu orang yang pandai dan berakal, beliau berkata</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">أي العاقل المتبصر في الأمور الناظر في العواقب</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Al-Kayyis yaitu yang berakal dan suka berpikir (merenungkan) pada suatu urusan dan suka memperhatikan akibat-akibat/hasil akhir.” <strong>[Tuhfatul Ahwadzi, Darul Kutub Al-Ilmiyyah]</strong></span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/42383-mendatangkan-arwah-orang-mati-mungkinkah.html" data-darkreader-inline-color="">Mendatangkan Arwah Orang Mati, Mungkinkah?</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/26616-beberapa-jenis-mati-syahid-di-jalan-allah.html" data-darkreader-inline-color="">Beberapa Jenis Mati Syahid Di Jalan Allah</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><span style="font-weight: 400;">Semoga kita senantiasa mendapatkan taufik agar menjadi orang yang cerdas dan mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah kematian.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">@ Lombok, Pulau Seribu Masjid</span></p>
<p><strong>Penyusun: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/raehan" data-darkreader-inline-color="">Raehanul Bahraen</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
<p> </p>
 