
<p>Ingatlah, membandingkan gaji adalah sumber ketidakbahagiaan.</p>
<p>Iya karena dengan sering membanding-bandingkan, kita akan sulit bersyukur. Coba perhatikan hadits berikut ini.</p>
<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ</span></p>
<p>“<em>Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu</em>.” (HR. Muslim, no. 2963)</p>
<p>Sifat yang dimaksudkan dalam hadits di atas adalah <a href="https://rumaysho.com/tag/qanaah" target="_blank" rel="noopener">qanaah</a>.</p>
<p><strong>Baca juga: <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/15569-5-manfaat-memiliki-sifat-qanaah.html" target="_blank" rel="noopener">5 Manfaat Memiliki Sifat Qanaah</a></span></strong></p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Apa itu Qanaah?</span></h2>
<p>Qanaah berasal dari kata qani’a, yaqna’u, qunuu’an, qana’atan, berarti rida (nerimo), yaitu ar-ridhaa’ bil yasiir minal ‘athoo’, rida dengan pemberian yang sedikit.</p>
<p>As-Suyuthi dalam <em>Mu’jam Maqalid Al-‘Ulum</em> mengatakan, “Qanaah itu rida dengan yang sedikit (kurang dari cukup, tidak bergaya dengan sesuatu yang memang tidak ada, dan merasa cukup dengan yang ada.” (Sumber: https://ar.islamway.net/article/29095/معنى-القناعة-لغة-واصطلاحا)</p>
<p>Ibnus Sunni berkata,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">القناعة الرضا بالقسم</span></p>
<p><span class="Apple-converted-space"> </span>“Qanaah adalah ar-ridhaa bil qismi, rida dengan pembagian.”</p>
<p>Al-Munawi berkata,<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">القناعة الإقتصار على الكفاف</span></p>
<p>“Qanaah adalah al-iqtishaar ‘alal kafaaf, merasa cukup dengan yang sedikit.”<span class="Apple-converted-space"> (Diambil dari Mawsu’ah Nadhrah An-Na’iim, 8:3167-3168)</span></p>
<p><em>Jangan banding-bandingkan gaji kita dengan orang lain. Nantinya, KITA AKAN LUPA UNTUK BERSYUKUR.</em></p>
<p><strong>Baca juga: <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/19608-rugi-jika-tidak-menghafal-doa-memohon-petunjuk-ketakwaan-afaf-dan-ghina.html" target="_blank" rel="noopener">Doa agar Diberi Sifat Qanaah</a></span></strong></p>
<p> </p>
<p><strong><span style="font-size: 14pt;">Referensi</span>:</strong></p>
<ol>
<li>
<em>Mawsu’ah Nadhrah An-Na’iim fii Makarim Akhlaq Ar-Rasul Al-Karim shallallahu ‘alaihi wa sallam.</em> Cetakan kesembilan, Tahun 1435 H. Musyrif: Shalih bin ‘Abdillah bin Humaid dan ‘Abdurrahman bin Muhammad bin ‘Abdurrahman Malluh. Penerbit Darul Wasilah.</li>
<li>https://ar.islamway.net/article/29095/معنى-القناعة-لغة-واصطلاحا</li>
</ol>
<p>—</p>
<p style="text-align: left;">Diselesaikan di<a href="https://darushsholihin.com"> @ Darush Sholihin</a>, 23 Februari 2021 (11 Rajab 1442 H)</p>
<p style="text-align: left;">Oleh: <a href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p style="text-align: left;">Artikel <a href="https://rumaysho.com">Rumasyho.Com</a></p>
 