
<p>Di antara bentuk akhlak mulia terhadap tetangga adalah memberi hadiah kepada mereka. Berikut adalah beberapa hadits yang dibawakan oleh Imam Al Bukhari dalam <em>(Shahih) Adabil Mufrod</em> mengenai “<em>Memberi Hadiah pada Tetangga</em>”. Semoga bermanfaat.</p>

<h2 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>48- Bab [Memberi] Dimulai Dari Tetangga -57</strong></span></h2>
<p><strong>[77/104]</strong></p>
<p>Dari Ibnu Umar, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">ماَ زَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِي بِالْجَارِ حَتى َّ ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثه</span></p>
<p>“Jibril selalu berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga sampai saya mengira bahwa dia (Jibril) akan menetapkan warisan baginya.”</p>
<p><strong>(Shahih)</strong> Lihat Al Irwa’ (891): [Bukhari: 78-Kitab Al Adab, 28-Bab Al Washoh bil Jaar. Muslim: 45-Kitab Al Birr wash Shilat wal Adab, hal. 141]
</p>
<p><strong>[78/105]</strong></p>
<p>Dari Abdullah ibnu ‘Amru berkata bahwa pada suatu saat seekor kambing disembelih untuknya. Dia lalu berkata pada pembantunya,</p>
<p>“Apakah engkau juga memberikan (daging ini) kepada tetangga kita orang Yahudi itu?” Beliau mengulangnya dua kali. Kemudian beliau berkata, “Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">ماَ زَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِي بِالْجَارِ حَتى َّ ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ</span></p>
<p>“Jibril selalu berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga sampai saya mengira bahwa dia (Jibril) akan menetapkan warisan baginya.”</p>
<p><strong>(Shahih) </strong>Lihat Al Irwa’ (891): [Abu Daur: 40-Kitab Al Adab, 123-Bab Fi Haqqil Jaar. At Tirmidzi: 25-Kitab Al Birr wash Shilah, 28-Maa Jaa-a fi Haqqil Jiwaar]
</p>
<h2 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>49- Memberi Hadiah pada [Tetangga] yang Paling Dekat -58</strong></span></h2>
[79/107]
<p>Dari Aisyah, ia berkata, “Saya pernah berkata pada Rasulullah,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">يَا رَسُوْلَ اللهِ ! إِنَّ لِي جَارَيْنِ، فَإِلىَ أَيِّهِمَا أُهْدِي؟</span></p>
<p>”Wahai rasulullah! Saya mempunyai dua tetangga, kepada siapa saya memberi hadiah?”<br>
Beliau menjawab,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">إِلَى أَقْرَبِهِمَا مِنْكَ باَباً</span></p>
<p>“Berilah hadiah kepada tetangga yang rumahnya paling dekat denganmu.”</p>
<p><strong>(Shahih)</strong> Lihat: [Bukhari: 78-Kitab Al Adab, 32-Bab Haqqil Jiwar Qorbil Abwaab]
</p>
<h2 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>50- Bab [Prioritas dalam Pemberian adalah] Tetangga yang Paling Dekat -59</strong></span></h2>
<p><strong>[80/109]</strong></p>
<p>Al Hasan (Al Bashri) pernah ditanya mengenai tetangga, dia menjawab,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">أَرْبَعِيْنَ دَاراً أَمَامَهُ، وَأَرْبَعِيْنَ خَلْفَهُ، وَأَرْبَعِيْنَ عَنْ يَمِيْنِهِ، وَأَرْبَعِيْنَ عَنْ يَسَارِهِ</span></p>
<p>“(Yang dinamakan tetanga adalah) empat puluh rumah ke arah depan, belakang, samping kanan dan ke samping kiri.”</p>
<p><strong>(Hasan secara sanad)</strong></p>
<p> </p>
<p>Disusun di Panggang-GK, 2 Rabiul Awwal 1430 H</p>
<p><a href="http://www.rumaysho.com/">www.rumaysho.com</a></p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Baca Juga:</strong></span></p>
<ul>
<li><a href="https://rumaysho.com/1610-tetangga-yang-baik-dan-tetangga-yang-jelek-2.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Tetangga yang Baik dan Tetangga yang Jelek</strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/1608-berbuat-baiklah-kepada-tetangga.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Berbuat Baiklah Kepada Tetangga</strong></span></a></li>
</ul>
 