
<p>Masih melanjutkan <a href="https://rumaysho.com/?s=amalan+muta%27addi">amalan muta’addi</a>. Di antara amalan muta’addi yang manfaatnya untuk orang lain adalah memberi nasihat dan mendamaikan orang yang berselisih.</p>
<p> </p>
<h2 style="text-align: center;"><strong>Contoh Amalan Muta’addi #06: Memberi nasihat</strong></h2>
<p>Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad-Daari <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata bahwa Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ قُلْنَا : لِمَنْ ؟ قَالَ للهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلِأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ</p>
<p>“<em>Agama adalah nasihat.” Kami bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi rasul-Nya, bagi <a href="https://rumaysho.com/?s=pemimpin+kaum+muslimin">pemimpin-pemimpin kaum muslimin</a>, serta bagi umat Islam umumnya</em>.” (HR. Muslim, no. 55)</p>
<p>Imam Nawawi <em>rahimahullah</em> berkata, “Menasihati sesama muslim (selain ulil amri) berarti adalah menunjuki berbagai maslahat untuk mereka yaitu dalam urusan dunia dan akhirat mereka, tidak menyakiti mereka, mengajarkan perkara yang mereka tidak tahu, menolong mereka dengan perkataan dan perbuatan, <a href="https://rumaysho.com/21684-bantu-orang-susah-dan-menutupi-aib-muslim.html">menutupi aib</a> mereka, menghilangkan mereka dari bahaya dan memberikan mereka manfaat serta melakukan amar ma’ruf nahi mungkar.” (<em>Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim</em>, 2:35).</p>
<h4><strong>Baca selengkapnya tentang hadits di atas: <a href="https://rumaysho.com/17481-hadits-arbain-07-agama-adalah-nasihat.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Agama adalah Nasihat</a></strong></h4>
<p> </p>
<h2 style="text-align: center;"><strong>Contoh Amalan Muta’addi #07: Mendamaikan yang berselisih</strong></h2>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">۞ لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا</p>
<p>“<em>Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) <a href="https://rumaysho.com/15933-renungan-12-sedekah-membawa-ketenangan.html">memberi sedekah</a>, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.</em>” (QS. An-Nisaa’: 114)</p>
<p>Dari Abu Ad-Darda’ <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصِّيَامِ وَالصَّلاَةِ وَالصَّدَقَةِ قَالُوْا بَلَى قَالَ إِصْلاَحُ ذَاتِ الْبَيْنِ وَفَسَادُ ذَاتِ الْبَيْنِ الْحَالِقَةُ</p>
<p>“<em>Maukah kukabarkan kepada kalian perkara yang lebih afdal dibandingkan derajat puasa, shalat, dan sedekah?” Para sahabat menjawab, “Tentu saja.” Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Perbaikilah (hubungan) di antara sesama kalian. Dan rusaknya hubungan adalah pencukur (perusak agama).</em>” (HR. Abu Daud, no. 4919 dan Tirmidzi, no. 2509. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih sebagaimana dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 2639).</p>
<p><strong><span style="background-color: #ffff00;">Baca Juga:</span> </strong></p>
<ul>
<li><strong><a href="https://rumaysho.com/12556-nasihatmu-bukan-tak-mau-kuterima-namun.html"><span style="color: #ff0000;">Nasihatmu Bukan Tak Mau Kuterima, Namun</span></a></strong></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/12050-syarat-menasihati-orang-lain-harus-bersih-dari-dosa-maksum.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Syarat Menasihati Orang Lain Harus Bersih dari Dosa (Maksum)</strong></span></a></li>
</ul>
<p> </p>
<h4 style="text-align: center;"><strong>Referensi:</strong></h4>
<p style="text-align: center;"><em>Utruk Atsaran Qabla Ar-Rahil</em>. Cetakan kelima, Tahun 1436 H. Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid. Penerbit Madarul Wathan.</p>
<p> </p>
<hr>
<p> </p>
<p>Disusun<a href="https://darushsholihin.com"><strong> @ Darush Sholihin</strong></a>, 19 Muharram 1441 H (18 September 2019)</p>
<p>Oleh: <a href="https://rumaysho.com/about-me" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="http://Rumaysho.Com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Rumaysho.Com</a></p>
<p> </p>
<iframe id="s_pdf_frame" src="//docs.google.com/gview?embedded=true&amp;url=https://rumaysho.com/wp-content/uploads/2019/09/Buletin-DS-Edisi-114.pdf" style="width: 100%; height:600px;" frameborder="0"></iframe><a class="s_pdf_download_link" href="https://rumaysho.com/wp-content/uploads/2019/09/Buletin-DS-Edisi-114.pdf" download><button style="" class="s_pdf_download_bttn">Download</button></a>
 