
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Apa hukum menabung uang di bank dengan bunga tertentu?</p>
<p><!--more--><strong>Jawaban: </strong></p>
<p>Menabung di bank dengan bunga tertentu tidak diperbolehkan, karena  ini termasuk transaksi yang mengandung faktor riba. Allah Ta’ala telah  berfirman,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">وَأَحَلَّ اللّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا. البقرة: 275</p>
<p><em>“Allah telah menghalalkan perniagaan dan mengharamkan riba.”</em> (Qs. al-Baqarah: 275).</p>
<p>Dan Allah Ta’ala  juga berfirman,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">يَا أَيُّهَا الّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَذَرُواْ مَا بَقِيَ  مِنَ الرِّبَا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ. فَإِن لَّمْ تَفْعَلُواْ  فَأْذَنُواْ بِحَرْبٍ مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَإِن تُبْتُمْ فَلَكُمْ  رُؤُوسُ أَمْوَالِكُمْ لاَ تَظْلِمُونَ وَلاَ تُظْلَمُونَ. (البقرة:  278-279)</p>
<p><em>“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan  tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang  beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka  ketahuilah bahwa Allah dan Rasulnya akan memerangimu. Dan jika kamu  bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak  menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.”</em> (Qs. al-Baqarah: 275-280).</p>
<p>Bunga yang diambil oleh penabung ini tidak ada barokahnya, Allah  Ta’ala berfirman:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">يَمْحَقُ اللّهُ الْرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ. (البقرة: 276)276</p>
<p><em>“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah”.</em> (Qs. Al Baqarah  276)</p>
<p>Riba semacam ini termasuk ke dalam riba nasi’ah dan juga riba fadhl  (riba perniagaan), karena orang yang menabung (nasabah) menyetorkan  uangnya ke Bank dengan ketentuan uang tabungannya tersebut berada di  Bank dalam waktu tertentu dan dengan bunga tertentu pula.</p>
<p>Wabillahit taufiq, dan semoga shalawat dan salam senantiasa  dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya. <em>(Majmu’  Fatawa al-Lajnah ad-Da’imah, 13/346, fatwa no: 4682.). </em></p>
<p>Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri<br>
Artikel: <a title="www.PengusahaMuslim.com" href="http://www.PengusahaMuslim.com" target="_blank">www.PengusahaMuslim.com </a></p>
<p>Dipublikasikan oleh: <a title="KonsultasiSyariah.Com" href="https://konsultasisyariah.com" target="_blank">KonsultasiSyariah.Com</a></p>
 