
<p>Di akhir zaman, Islam akan kembali asing. Sampai-sampai kaum Muslimin tidak mengenal ajaran-ajaran agamanya sendiri. Mereka asing terhadap <em>sunnah</em> Nabi <em>s</em><em>hallallahu ‘alaihi wasallam</em>. Sehingga <em>sunnah</em> Nabi banyak ditinggalkan oleh kaum Muslimin. Orang yang mengamalkan <em>sunnah</em> pun dianggap asing dan aneh. Maka di masa ketika itulah, orang yang istiqamah mengamalkan <em>sunnah</em> Nabi diuji kesabarannya. Allah <em>Ta’ala </em>berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ</span></p>
<p><em>“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami ialah Allah’, kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita”</em> [QS Al-Ahqaf : 13].</p>
<p>Allah <em>Ta’ala </em>juga berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَأَلَّوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا</span></p>
<p><em>“Dan bahwasanya jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak)” </em>[QS. Al-Jin: 16].</p>
<p>Rasulullah <em>s</em><em>hallallahu ’alaihi wasallam </em>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">يأتي على النَّاسِ زمانٌ الصَّابرُ فيهم على دينِه كالقابضِ على الجمرِ</span></p>
<p><em>“Akan datang suatu masa, orang yang bersabar berpegang pada agamanya, seperti menggenggam bara api” </em>[HR. Tirmidzi no. 2260, disahihkan Al-Albani dalam <em>Shahih At-Tirmidzi</em>].</p>
<p>Rasulullah <em>s</em><em>hallallahu ’alaihi wasallam</em> juga bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">بدأَ الإسلامُ غريبًا، وسيعودُ كما بدأَ غريبًا، فطوبى للغرباءِ</span></p>
<p><em>“Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah ghuraba (orang-orang yang asing)” </em>[HR. Muslim no. 145].</p>
<p>Syaikh ‘Abdul Aziz bin Baaz <em>rahimahullah</em> menjelaskan hadis ini dengan mengatakan, “Artinya bahwa Islam dimulai dalam keadan asing sebagaimana keadaan di Mekkah dan di Madinah ketika awal-awal hijrah. Islam tidak diketahui dan tidak ada yang mengamalkan kecuali sedikit orang saja. Kemudian ia mulai tersebar dan orang-orang masuk (Islam) dengan jumlah yang banyak dan dominan di atas agama-agama yang lain.</p>
<p>Dan Islam akan kembali asing di akhir zaman, sebagaimana awal kemunculannya. Ia tidak dikenal dengan baik kecuali oleh sedikit orang dan tidak diterapkan sesuai dengan yang disyariatkan kecuali sedikit dari manusia dan mereka itu asing. Dan hadis lengkapnya adalah bahwa Nabi <em>s</em><em>hallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">فطوبى للغرباء</span></p>
<p><em>“Maka beruntunglah orang-orang yang asing”.</em></p>
<p>Dan dalam riwayat yang lain,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">قيل يا رسول الله ومن الغرباء؟ فقال: الذين يصلحون إذا فسد الناس</span></p>
<p><em>“Rasulullah</em><em> shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya, “Wahai Rasulullah, siapa yang asing itu (al-Ghuraba)?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Yaitu orang-orang yang mengadakan perbaikan di tengah manusia yang berbuat kerusakan”</em>.</p>
<p>Dan dalam lafaz yang lain,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">هم الذين يصلحون ما أفسد الناس من سنتي</span></p>
<p><em>”Mereka adalah orang-orang yang memperbaiki sunnahku yang dirusak manusia” </em>[Diterjemahkan dari http://ar.islamway.net/fatwa/46079].</p>
<p>Orang-orang yang bisa bersabar dan tetap istiqamah di masa itu, ia akan mendapatkan pahala yang besar dan kedudukan yang tinggi. Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wasallam </em>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">الْعِبَادَةُ فِي الْهَرْجِ كَهِجْرَةٍ إِلَيَّ</span></p>
<p><em>“Beribadah di masa haraj (sulit), seperti berhijrah kepadaku” </em>[HR. Muslim no. 2948].</p>
<p>Imam An-Nawawi <em>rahimahullah</em> menjelaskan,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">المراد بالهرج هنا الفتنة واختلاط أمور الناس</span></p>
<p>“Yang dimaksud dengan <em>al-haraj</em> adalah fitnah (kekacauan) dan kesemrawutan perkara di tengah manusia” [<em>Syarah Shahih Muslim</em>, 18/391].</p>
<p>Bahkan orang-orang yang istiqamah ketika itu dikatakan sebagai orang yang beruntung mendapatkan surga. Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wasallam </em>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">بدأَ الإسلامُ غريبًا، وسيعودُ كما بدأَ غريبًا، فطوبى للغرباءِ</span></p>
<p><em>“Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah ghuraba (orang-orang yang asing)” </em>[HR. Muslim no. 145].</p>
<p>Kata <span style="font-size: 18pt;">طوبى</span> dalam hadis ini maknanya adalah surga. Dalam sebuah hadis disebutkan,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">طوبى شجرةٌ في الجنَّةِ ، مسيرةُ مائَةِ عامٍ</span></p>
<p><em>“Tuba adalah pohon di surga, tingginya sepanjang perjalanan 100 tahun” </em>[HR. Ahmad no.11673, Abu Ya’la dalam <em>Musnad</em>-nya no.1374, dihasankan Al-Albani dalam <em>Shahih Al-Jami</em>, no. 3918].</p>
<p>Maka tidak mungkin bisa mendapatkan <em>“tuba”</em> ini kecuali orang yang masuk surga. Maka tetaplah istiqamah, dan bersabarlah dalam mengamalkan sunnah Nabi. Semoga Allah <em>Ta’ala </em>memberi taufik.</p>
<blockquote><p><em><strong>Baca juga: <a href="https://muslim.or.id/3316-mari-menghidupkan-sunnah-nabi.html" target="_blank" rel="noopener">Mari Menghidupkan Sunnah Nabi</a></strong></em></p></blockquote>
<p>—</p>
<p><strong>Penulis: <a href="https://kangaswad.wordpress.com/about/" target="_blank" rel="noopener">Yulian Purnama</a></strong></p>
<p><strong>Artikel: </strong><a href="http://Muslim.or.id" target="_blank" rel="noopener" data-darkreader-inline-color=""><strong>Muslim.or.id</strong></a><a href="#_ftnref4" name="_ftn4"></a><a href="#_ftnref9" name="_ftn9"></a></p>
 