
<p>Dalam sebuah do’a yang dibaca di akhir shalat (sebelum salam), Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> meminta perlindungan dari dua hal ini yaitu berbuat dosa dan banyak utang.</p>
<p>Bukhari membawakan hadits ini pada pembahasan adzan, sedangkan Muslim membawakan hadits ini pada pembahasan masjid dan tempat shalat.</p>
<p>‘Aisyah <em>radhiallahu ‘anha</em> mengatakan, “Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> biasa berdoa di akhir shalat (sebelum salam):</p>
<p><strong>ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN FITNATIL MASIHID DAJJAL, WA A’UDZU BIKA MIN FITNATIL MAHYA WAL MAMAAT, ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGROM </strong></p>
<p><em>“Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari adzab kubur, aku berlindung kepada-Mu dari bahaya dajjal, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan hidup dan mati. Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari berbuat dosa dan banyak utang.”</em></p>
<p>Ibnul Qoyyim dalam <em>Al Fawa’id</em> (hal. 57, Darul Aqidah) mengatakan,</p>
<p>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> meminta perlindungan kepada Allah dari berbuat dosa dan banyak utang karena <strong>banyak dosa akan mendatangkan kerugian di akhirat, sedangkan banyak utang akan mendatangkan kerugian di dunia.</strong></p>
<p>Itulah yang diajarkan oleh suri tauladan kita. Beliau<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> senantiasa berdoa meminta perlindungan dari kedua hal ini dengan tujuan agar tidak merugi di dunia dan akhirat.</p>
<p>Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari berbuat dosa dan banyak utang. Kami juga berlindung kepada-Mu dari kerugian di dunia dan akhirat. Amin.</p>
<p>***</p>
<p>Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal<br>Sumber Artikel <a href="http://rumaysho.com">http://rumaysho.com</a></p>
<p>Faedah Ilmu 9 Dzulqo’dah 1429, di Panggang-Gunung Kidul.</p>
 