
<h2><strong>Mengelola <em>Petty Cash</em></strong></h2>
<p><em><strong>Oleh : Tata CF</strong></em></p>
<p>Dalam mengelola usaha harian, para pelaku usaha pasti mengeluarkan sejumlah dana untuk membiayai kegiatan usaha harian. Umumnya dana tersebut digunakan sebagai alat pembayaran harian yang bersifat rutin. Dana tersebut sangat <em>liquid</em> karena cepat terbelanjakan, kita dapat menyebutnya kas kecil atau dikenal dengan istilah <em>petty cash</em>.</p>
<p>Kas kecil adalah sejumlah dana kecil yang tersedia dalam bentuk uang tunai dan dikhususkan untuk biaya rutinitas. Karena bentuknya tunai, maka rentan terjadi penyelewengan. Sebaiknya para pelaku usaha membuat pos<em> petty cash</em> ini terpisah dengan pos lainnya, hal ini agar tidak menggangu pos pendanaan lain yang telah ditetapkan, misalnya agar tidak mengganggu modal.</p>
<p><strong>Apa sajakah jenis transaksi yang dapat dimasukkan ke dalam pos <em>petty cash</em> ini?</strong></p>
<p>Biasanya untuk memenuhi kebutuhan harian, pemimpin usaha memerlukan pembelanjaan yang tak begitu besar. Item yang termasuk kedalam pembelanjaan <em>petty cash</em> ini tergantung kepada kebutuhan pelaku usaha sehari-hari, misalnya untuk pembelanjaan menjamu tamu, membeli alat tulis, mengisi tinta printer, membayar parkir, membeli bensin, membeli materai dan lain sebagainya.</p>
<p>Transaksi pembelanjaan melalui <em>petty cash</em> ini dapat dikelola keluar masuk nya oleh asisten bendahara maupun sekretaris. Maka kewajiban pemegang <em>petty cash</em> ini adalah selain mengatur pengeluaran juga mencatat semua pengeluaran masuk dan keluar dengan buku khusus <em>petty cash</em>.</p>
<p><strong>Bagaimana caranya membuat pos <em>petty cash</em> ini?</strong></p>
<p>Ada beberapa langkah yang dapat digunakan dalam mengelola <em>petty cash</em> ini agar berjalan sesuai dengan fungsinya. Diantaranya adalah sebagai berikut</p>
<p><strong>Langkah pertama</strong></p>
<p>Pimpinan usaha perlu menetapkan diawal, berapakah dana yang perlu disiapkan untuk <em>petty cash</em> ini. Tentunya jumlahnya beragam, sesuai dengan kebutuhan kegiatan harian usaha masing-masing. Misalnya dari nominal 500,000,-  rupiah hingga daiatas 3,000,000 rupiah.</p>
<p><strong>Langkah kedua.</strong></p>
<p>Membuat kesepakatan, item transaksi atas apa saja yang nantinya akan dibiayayai oleh <em>petty cash </em>ini. Setelah itu lanjutkan dengan membuat pedoman dan prosedur (misalnya panduan) agar transaksi yang dilakukan jelas penggunaannya. Dalam hal ini juga pembatasan biaya yang dibelanjakan terhadap item tertentu dapat diberlakukan.</p>
<p><strong>Langkah ketiga.</strong></p>
<p>Latihlah operator (dalam hal ini bisa asisten, sekretaris atau siapapun yang telah ditunjuk) sebagai pemegang <em>petty cash</em> ini, jika mereka belum memahami fungsi dan pentingnya <em>petty cash</em> ini. Tentunya hal ini berpengaruh dalam membuat keputusan pembelanjaan yang nantinya dikeluarkan. Tidak terlalu kaku namun juga tidak terlalu longgar.</p>
<p><strong>Langkah keempat.</strong></p>
<p>Semua transaksi yang terjadi atau dibelanjakan perlu dilakukan pencatatan dan usahakan agar dapat fleksibel untuk mengisi ulang.</p>
<ol>
<li>Semua transaksi dalam <em>petty cash</em> harus memiliki catatan dokumentasi khusus <em>petty cash</em>. Setiap transaski yang ada pasti memiliki bukti pembayaran seperti kwitansi ataupun slip harga, bukti tersebut juga disertakan untuk didokumentasikan. Ketika pimpinan usaha akan meng-audit secara internal maka hal ini diperlukan sebagai bentuk pertanggung jawaban.</li>
<li>Akun ATM dibuka khusus untuk <em>petty cash</em> ini, agar lebih mudah dikelola, tidak bercampur dengan akun lain yang sifatnya tidak rutin. Akun ini yang akan dihandel langsung oleh operator. Karena sifatnya <em>liquid</em> dan cepat keluar dibelanjakan, maka operator dapat mengisi ulang sesuai kebutuhan setelah mendapat persetujuan dari bidang keuangan.</li>
</ol>
<p><strong>Langkah kelima</strong></p>
<p>Penyimpanan <em>petty cash</em> ini dapat dilakukan oleh operator, hal ini bisa dilakukan dengan menyimpannya kedalam <em>cashbox</em> yang telah terkunci maupun laci yang tidak dapat diakses orang lain selain operator saja.</p>
<p><strong>Langkah keenam</strong></p>
<p>Saat rekonsiliasi bulanan, maka pengeluaran dapat di audit. Jika dalam evaluasi mengalami perubahan kebutuhan maka dapat dilakukan keputusan berikutnya. Semuanya akan tercatat dan dimasukkan kedalam buku besar akuntansi.</p>
<p><strong>Simulasi mengelola <em>petty cash</em></strong></p>
<p>Pengelolaan petty cash dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu <em>imprest fund system</em> dan <em>fluctuation fund system</em>. <em>Imprest fund system</em> adalah sistem pendanaan yang tetap pada awal bulan atau minggu.</p>
<p>Misalnya pada <em>Imprest fund system</em>, setiap pekan disiapkan dana sebesar 2,000,000 rupiah untuk petty cash. Ternyata pengeluaran hanya 1,500,000 sehingga masih ada 500,000,- sebagai sisa saldonya, maka pekan berikutnya dana yang perlu ditambahkan adalah 1,500,000,- rupiah sehingga dana yang kembali tersedia adalah 2,000,000 rupiah. Sistem ini yang lebih banyak dipratikkan.</p>
<p>Sedangkan untuk <em>fluctuation fund system</em> adalah sistem pendanaan yang tidak tetap. Sehingga kekurangan akan segera di tambahkan jika diperlukan, setiap transaksi yang ada kemudian dicatatkan. Tidak ada jumlah dana awal yang ditetapkan.</p>
<p>Berikut adalah contoh tentang suatu unit usaha toko online. Pada toko online ini mentapkan <em>petty cash</em> yang mereka gunakan adalah 500,000 rupiah setiap bulan. Berikut daftar pengeluaran rutinitasnya.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/pengusahamuslim.com/wp-content/uploads/2015/11/Petty-Cash-untuk-Usaha1.png?ssl=1"><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-4891" src="https://i0.wp.com/pengusahamuslim.com/wp-content/uploads/2015/11/Petty-Cash-untuk-Usaha1.png?resize=523%2C197&amp;ssl=1" alt="Petty Cash untuk Usaha1" width="523" height="197" srcset="https://i0.wp.com/pengusahamuslim.com/wp-content/uploads/2015/11/Petty-Cash-untuk-Usaha1.png?w=523&amp;ssl=1 523w, https://i0.wp.com/pengusahamuslim.com/wp-content/uploads/2015/11/Petty-Cash-untuk-Usaha1.png?resize=300%2C113&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 523px) 100vw, 523px" data-recalc-dims="1"></a></p>
<p>Maka pencatatannya dalam buku <em>petty cash</em> adalah sebagai berikut.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/pengusahamuslim.com/wp-content/uploads/2015/11/Petty-Cash-untuk-Usaha2.png?ssl=1"><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-4892" src="https://i0.wp.com/pengusahamuslim.com/wp-content/uploads/2015/11/Petty-Cash-untuk-Usaha2.png?resize=690%2C350&amp;ssl=1" alt="Petty Cash untuk Usaha2" width="690" height="350" srcset="https://i0.wp.com/pengusahamuslim.com/wp-content/uploads/2015/11/Petty-Cash-untuk-Usaha2.png?w=690&amp;ssl=1 690w, https://i0.wp.com/pengusahamuslim.com/wp-content/uploads/2015/11/Petty-Cash-untuk-Usaha2.png?resize=300%2C152&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 690px) 100vw, 690px" data-recalc-dims="1"></a></p>
<p><a href="https://i0.wp.com/pengusahamuslim.com/wp-content/uploads/2015/11/Petty-Cash-untuk-Usaha3.png?ssl=1"><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-4893" src="https://i0.wp.com/pengusahamuslim.com/wp-content/uploads/2015/11/Petty-Cash-untuk-Usaha3.png?resize=688%2C361&amp;ssl=1" alt="Petty Cash untuk Usaha3" width="688" height="361" srcset="https://i0.wp.com/pengusahamuslim.com/wp-content/uploads/2015/11/Petty-Cash-untuk-Usaha3.png?w=688&amp;ssl=1 688w, https://i0.wp.com/pengusahamuslim.com/wp-content/uploads/2015/11/Petty-Cash-untuk-Usaha3.png?resize=300%2C157&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 688px) 100vw, 688px" data-recalc-dims="1"></a></p>
<p>Demikian uraian tentang <em>petty cash</em> ini. <em>Petty cash</em> merupakan salah satu metode dalam mengelola keuangan agar biaya rutinitas tidak bercampur dengan biaya pokok lainnya yang akhirnya akan mempengaruhi pelaku usaha menentukan berapa modal yang akan dikeluarkan. Silahkan mencoba.</p>
<p><strong>PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>SPONSOR</strong> hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>
<strong>DONASI</strong> hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
</ul>
 