
<div>Seperti yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya mengenai sumber-sumber terbentuknya kaidah Fiqih, salah satu sumber terbentuknya kaidah Fiqih adalah kaidah yang dihasilkan oleh para ulama melalui takhrij (ijtihad), diantaranya qiyas (analogi).</div>
<div></div>
<div>Terkadang ada kaidah yang diturunkan dari kaidah lain, berdasarkan metode qiyas tertentu, diantaranya:</div>
<div></div>
<div>
<strong>Pertama</strong>, <em>Qiyas</em> berdasarkan metode <em>qiyas awlawiy</em> (qiyas dengan keadaan illat yang diqiyaskan</div>
<div></div>
<div>Seperti kaidah,</div>
<div></div>
<div>“Suatu benda yang dilarang untuk diperjualbelikan lebih dilarang lagi untuk diwakilkan.”</div>
<div></div>
<div></div>
<div>
<strong>Kedua</strong>, Dengan cara <em>istishhab</em>.</div>
<div></div>
<div>
<em>Istishhab</em> adalah menetapkan hukum untuk sesuatu berdasarkan keberadaan hukum pada waktu sebelumnya, karena tidak ada hal yang menyebabkan hukum itu berubah.</div>
<div></div>
<div>Seperti kaidah,</div>
<div></div>
<div>“Hukum sesuatu ditetapkan berdasarkan hukumnya pada waktu sebelumnya.”</div>
<div></div>
<div></div>
<div>
<strong>Ketiga</strong>, <em>Qiyas</em> dengan cara <em>talazum ‘aqly</em>.</div>
<div></div>
<div>
<em>Talazum ‘aqly</em> yaitu hukum yang terkait dengan hukum lain, karena itu bagian dari konsekuensinya.</div>
<div></div>
<div>Seperti kaidah,</div>
<div></div>
<div>“Siapa yang memiliki sesuatu, berarti ia memiliki sesuatu fasilitas pelengkapnya.”</div>
<div></div>
<div></div>
<div>
<strong>Keempat</strong>, Melalui cara <em>tarjih</em>.</div>
<div></div>
<div>
<em>Tarjih</em> berarti mendahulukan hukum yang lebih penting dan lebih kuat.</div>
<div></div>
<div>Seperti kaidah,</div>
<div></div>
<div>“Mudharat yang akan menimpa individu boleh dipertahankan untuk menolak mudharat bagi</div>
<div></div>
<div>orang banyak.”</div>
<div></div>
<div></div>
<div></div>
<div></div>
<div>****</div>
<div></div>
<div>Diketik ulang dari Faidah Daurah “Qawaid Fiqhiyah Kubra”, Membahas 6 Kaidah Dasar Masalah Fiqh bersama Ustadz Ammi Nur Baits –hafizhahullāh–</div>
<div></div>
<div></div>
<div>Penyusun: Pipit Aprilianti</div>
<div>Murojaah: Ustadz Ammi Nur Baits</div>
<div></div>
<div>Artikel www.muslimah.or.id</div>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 