
<p><em><span style="font-weight: 400;">Bismillah.</span></em></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa mengenali para ulama akan memberi pengaruh besar bagi seorang muslim. Karena seorang muslim wajib beribadah kepada Allah dengan landasan ilmu dan petunjuk. Maka, mengenali para ulama sang pembawa ilmu akan lebih mendorong dan memotivasi kita dalam belajar dan mendalami Islam.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Salah satu di antara ulama terdahulu yang patut dijadikan teladan dan panutan oleh kaum muslimin adalah seorang ulama yang bernama Abdullah bin Sulaiman bin al-Asy’ats yang lebih terkenal dengan sebutan Ibnu Abi Dawud. Hal itu disebabkan beliau adalah anak dari seorang ulama hadits yang populer yaitu Imam Abu Dawud sang penulis Sunan Abu Dawud.</span></p>

<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Perjalanan menuntut ilmu</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibnu Abi Dawud lahir di daerah Sijistan pada tahun 230 H. Sejak belia, Allah telah berikan taufik kepadanya untuk menimba ilmu agama. Beliau menceritakan, </span><i><span style="font-weight: 400;">“Pertama kali aku ikut menulis hadits pada tahun 241 H dari Muhammad bin Aslam ath-Thusi. Hal itu terjadi di daerah Thus. Beliau adalah seorang yang salih. Ayahku -Abu Dawud- merasa senang mengetahui bahwa aku menulis hadits darinya. Beliau pun berkata kepadaku, “Pertama kali kamu menulis hadits ini adalah dari seorang lelaki yang salih.”.”</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibnu Abi Dawud juga menuturkan, </span><i><span style="font-weight: 400;">“Aku pun sempat melihat jenazah Ishaq bin Rahawaih -beliau adalah ulama ahli hadits besar salah satu guru dari Imam Bukhari- dan beliau, yaitu Ishaq bin Rahawaih, meninggal pada tahun 238 H. Sedangkan aku ketika itu bersama dengan anaknya belajar di sekolah/madrasah kuttab.”</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ayahnya -yaitu Imam Abu Dawud- pun mengirim putranya itu untuk menimba ilmu ke berbagai wilayah dari Sijistan untuk mengembara ke daerah timur dan barat. Dan beliau pun mengajak putranya itu untuk mendengar hadits dari para ulama di masanya. Sehingga beliau pun ikut hadir dalam majelis para ulama hadits di Khurasan, Ashbahan, Naisabur, Bashrah, Baghdad, Kufah, Mekkah, Madinah, Syam, Mesir dan yang lainnya hingga menetap di Baghdad.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/27562-biografi-asy-syaikh-al-muhaddits-muhammad-nashiruddin-al-albani-1.html" data-darkreader-inline-color="">Biografi Asy Syaikh Al Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al Albani</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Guru dan murid beliau</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibnu Abi Dawud adalah seorang yang sangat bercita-cita tinggi dalam mencari ilmu semenjak usia belia. Beliau mendengar hadits dari para ulama di antaranya:</span></p>
<ul>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Ishaq bin Manshur al-Kusaj</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Muhammad bin Yahya adz-Dzuhli -salah satu guru dan rekan Imam Bukhari-</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Muhammad bin Basyar Bundar</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Muhammad bin al-Mutsanna</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Ya’qub ad-Dauraqi, dan lain-lain</span></li>
</ul>
<p><span style="font-weight: 400;">Adapun murid-muridnya adalah para penimba ilmu tulen yang kemudian tumbuh menjadi para ulama rujukan, di antaranya adalah :</span></p>
<ul>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Abu Bakr asy-Syafi’i</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Imam ad-Daruquthni</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Imam Abdurrahman bin Abi Hatim</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Imam al-Ajurri</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Imam Ibnu Baththah, dan lain-lain </span></li>
</ul>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/22307-biografi-syaikh-ibrahim-bin-amir-ar-ruhaily.html" data-darkreader-inline-color="">Biografi Syaikh Ibrahim bin Amir Ar Ruhaily</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Ulama pembela aqidah ahlus sunnah</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibnu Abi Dawud yang juga dikenal dengan panggilan Abu Bakr bin Dawud adalah salah satu ulama pemuka dan pembela Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Beliau sosok yang mengikuti dan berpegang teguh dengan al-Qur’an dan as-Sunnah, walaupun secara fikih furu’ beliau adalah seorang penganut madzhab Hambali. Namun dalam hal pokok-pokok agama beliau konsisten mengikuti jalan Ahlus Sunnah sebagaimana yang diterangkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal, yang terkenal dengan julukan Imam Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Walaupun sebutan ini tidak berarti hanya Imam Ahmad yang menjadi satu-satunya tokoh pemuka Ahlus Sunnah. Karena pada hakikatnya, Ahlus Sunnah adalah para pengikut Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> dan para sahabatnya. Dan di antara para ulama Ahlus Sunnah yang terkenal adalah para imam yang empat; Abu Hanifah, Malik, Syafi’i dan Ahmad, </span><i><span style="font-weight: 400;">semoga Allah merahmati mereka semuanya</span></i><span style="font-weight: 400;">.   </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Imam Ibnu Abi Dawud adalah seorang panutan dalam aqidah dan manhaj Islam. Beliau memiliki kemuliaan akhlak dan ketegasan sikap terhadap kaum yang menyimpang. Beliau pernah mengatakan, </span><i><span style="font-weight: 400;">“Semua orang yang pernah menceritakan keburukan atau menggunjing diriku maka dia telah aku maafkan kecuali orang yang menuduhku membenci Ali bin Abi Thalib.”</span></i><span style="font-weight: 400;"> Hal ini karena ada sebagian orang yang menuduh beliau membenci Ahlul Bait, padahal itu adalah kedustaan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Beliau telah menyusun sebuah sajak atau pantun manzhumah yang menjadi rujukan para ulama sesudahnya dalam memaparkan Aqidah Islam. Kitab itu terkenal dengan nama </span><i><span style="font-weight: 400;">Manzhumah Haa-iyah.</span></i><span style="font-weight: 400;"> Disebut dengan “Haa-iyah” karena akhir dari setiap baitnya diakhiri dengan huruf haa’ (tipis). Karena saking berpegang teguhnya dengan dalil dan pemuliaannya kepada para ulama maka sebagian ulama Syafi’iyah pun memasukkan beliau dalam kelompok ulama pembela madzhab Syafi’I, sementara sebagian ulama lain memasukkan beliau dalam jajaran ulama pembela madzhab Hambali. Dan hal ini menunjukkan kedudukan beliau yang tinggi di hadapan para ulama.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/21590-biografi-imam-at-tirmidzi.html" data-darkreader-inline-color="">Biografi Imam At Tirmidzi</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Pujian para ulama</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Para ulama memuji dan memuliakan Abu Bakr bin Dawud. Berikut ini di antara pujian dan penghormatan mereka kepada sosok ulama ini :</span></p>
<ul>
<li style="font-weight: 400;">
<span style="font-weight: 400;">Abu Abdirahman as-Sulami berkata : Aku bertanya kepada ad-Daruquthni mengenai Abu Bakr bin Dawud. Maka beliau mengatakan, </span><i><span style="font-weight: 400;">“Dia adalah orang tsiqah/terpercaya.”</span></i>
</li>
<li style="font-weight: 400;">
<span style="font-weight: 400;">Al-Hafizh Abu Muhammad al-Khallal berkata : </span><i><span style="font-weight: 400;">“Ibnu Abi Dawud adalah seorang imam penduduk Iraq, bahkan penguasa pada saat itu telah memberikan untuknya mimbar khusus untuk berbicara dan memberikan pelajaran …”</span></i><span style="font-weight: 400;"> </span>
</li>
<li style="font-weight: 400;">
<span style="font-weight: 400;">Al-Khatib al-Baghdadi berkata : </span><i><span style="font-weight: 400;">“Beliau adalah seorang fakih/ahli agama, alim, dan hafizh/penghafal hadits yang handal.”</span></i>
</li>
<li style="font-weight: 400;">
<span style="font-weight: 400;">Imam adz-Dzahabi berkata : </span><i><span style="font-weight: 400;">“Beliau termasuk pembesar ulama kaum muslimin dan tergolong hafizh/juru hafal hadits yang paling tsiqah/kredibel.”</span></i>
</li>
</ul>
<p><span style="font-weight: 400;">Beliau wafat pada tahun 316 H dan meninggalkan delapan orang anak. Semoga Allah merahmati belliau dan membalas kebaikannya terhadap kaum muslimin dengan ilmu yang telah beliau ajarkan dan faidah yang beliau curahkan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Di antara bukti ketinggian karya beliau yaitu </span><i><span style="font-weight: 400;">Manzhumah Haa-iyah</span></i><span style="font-weight: 400;"> ini adalah para ulama pun mengupas faidah dan pelajaran yang terkandung di dalamnya, di antaranya adalah :</span></p>
<ul>
<li style="font-weight: 400;">
<span style="font-weight: 400;">Ulama besar Syaikh Shalih al-Fauzan </span><i><span style="font-weight: 400;">hafizhahullah</span></i><span style="font-weight: 400;"> dalam pelajaran yang diadakan di masjid Pangeran Mut’ib bin Abdul Aziz di kota Riyadh, Saudi Arabia</span>
</li>
<li style="font-weight: 400;">
<span style="font-weight: 400;">Ulama besar Syaikh Abdul Karim al-Khudhair </span><i><span style="font-weight: 400;">hafizhahullah</span></i>
</li>
<li style="font-weight: 400;">
<span style="font-weight: 400;">Syaikh Abdurrazzaq al-Badr </span><i><span style="font-weight: 400;">hafizhahullah</span></i><span style="font-weight: 400;">, dan lain-lain</span>
</li>
</ul>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian sedikit kumpulan faidah yang kami rangkum untuk menggambarkan kepada kita tentang kemuliaan Imam Ibnu Abi Dawud. Semoga bisa menjadi inspirasi dan penyemangat bagi para penimba ilmu dalam menempuh perjuangan di jalan ilmu dan amal. </span><i><span style="font-weight: 400;">Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.</span></i></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/20589-biografi-imam-al-baihaqi.html" data-darkreader-inline-color="">Biografi Imam Al-Baihaqi</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/19528-biografi-syaikh-abdul-muhsin-al-abbad-al-badr.html" data-darkreader-inline-color="">Biografi Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><b>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/author/ariwahyudi" data-darkreader-inline-color="">Ari Wahyudi, S.Si.</a></span></b></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
<p><b>Referensi :</b></p>
<ul>
<li style="font-weight: 400;">
<i><span style="font-weight: 400;">Tarjamah Shohibul Manzhumah</span></i><span style="font-weight: 400;">, dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Syarh al-Manzhumah al-Haa-iyah</span></i><span style="font-weight: 400;"> karya Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan </span><i><span style="font-weight: 400;">hafizhahullah</span></i><span style="font-weight: 400;"> hal. 11-18. Kitab bisa diunduh dari : </span><a href="https://islamhouse.com/ar/books/233543/"><span style="font-weight: 400;">https://islamhouse.com/ar/books/233543/</span></a>
</li>
<li style="font-weight: 400;">
<span style="font-weight: 400;">Website Syaikh Abdul Karim al-Khudhair di tautan : </span><a href="https://shkhudheir.com/section/1905172034"><span style="font-weight: 400;">https://shkhudheir.com/section/1905172034</span></a>
</li>
<li style="font-weight: 400;">
<span style="font-weight: 400;">Website Syaikh Abdurrazzaq al-Badr di tautan : </span><a href="https://al-badr.net/sub/26"><span style="font-weight: 400;">https://al-badr.net/sub/26</span></a>
</li>
</ul>
 