
<p>Baru-baru ini saya ngobrol dengan seorang teman yang menjadi rekanan perusahaan konsultan dan training internasional.</p>
<p>Dalam diskusi, kami baru tahu kalau dia menghubungi kami secara individu untuk melihat adanya kemungkinan melakukan kerjasama antara perusahaannya dengan tempat kami, secara individu.  Kami terbuka dengan kemungkinan tersebut tapi tidak bisa memastikan perusahaan kami akan melakukan kerjasama proyek tertentu dalam waktu dekat.  Kami sedikit terkejut saat tahu kami ‘ditinggalkan’ setelah itu.</p>
<p>Kami merasa dia mencari kerjasama yang besar yang bisa membuat perusahaannya terdengar gaungnya. Ironisnya 18 bulan kemudian kami berhubungan lagi.</p>
<p>Anda lihat, kami setuju untuk tetap berhubungan, dan kami melakukannya. Pada saat itu, kami menemukan cara sederhana untuk saling membantu dan perlahan memperkaya hubungan. Ini sangat berbeda dengn pihak ketiga yang kita ajak bicara secara individu.</p>
<p>Kami menyimpulkan bahwa kebanyakan orang berhasil dalam networking dan menciptakan kerjasama strategis yang kuat melihat proses sebagai serangkaian tindakan kecil yang dilakukan banyak orang untuk menciptakan pertumbuhan positif jangka panjang bagi perusahaan. Proses ini lebih menyerupai maraton daripada sprint. Dalam pertandingan ini, Anda membentuk kerjasama dan saling membantu, tindakan kecil yang menciptakan hasil yang besar.</p>
<p>Berikut ini contoh nyata dimana dua perusahaan mendekati saya dan perusahaan untuk menjalin kerjasama stratejik:</p>
<p>Perusahaan pertama, yang tidak bisa saya sebutkan namanya, menghubungi saya. Pada awal perkenalan, kesan yang saya dapatkan adalah seperti “Senang berkenalan dengan Anda – mari menikah!”. Perusahaan tersebut melakukan hal yang demikian dengan tujuan ingin memberikan saya hak istimewa untuk membagi data base kontak.</p>
<p>Saya menjelaskan filosofi perusahaan kami dan sistem keyakinan saya pribadi dimana memperdalam kerjasama usaha dan membangun hubungan dengan rekan bisnis membutuhkan waktu dan upaya sebelum sampai pada tahapan “menikah”.</p>
<p>Sebaliknya, organisasi kedua dengan bisnis yang sama mendekati saya untuk kepentingan yang sama: Pemiliknya sendiri yang langsung menghubungi saya dan memulai pembicaraan dengan menanyakan apa rencana korporat kami. Saya berbagi dengannya tujuan pertumbuhan secara menyeluruh dalam lima tahun mendatang. Pernyataan yang keluar darinya, “Kami ingin membantu Anda mencapainya!”</p>
<p>Dari tahap “Senang berkenalan dengan Anda” berlanjut “Mari kita saling mengenal dengan lebih dekat.” Kemudian dia berbagi dengan saya, ide-ide apa saja yang bisa membantu kami untuk mencapai tujuan korporat dan membantu kinerja anggota kami menjadi lebih baik dalam bisnis dalam waktu yang bersamaan.</p>
<p>Saat saya jelaskan, seperti yang saya lakukan terhadap Perusahaan X, bahwa filosofi kami dalam hal organisasi networking adalah kerjasama yang saling menguntungkan dan keyakinan kami bahwa apapun yang berharga bagi kami membutuhkan waktu, dan dia memahaminya.</p>
<p>Hubungan kami berkembang secara terstruktur, dan sekarang kami memiliki kerjasama yang strategis dengan organisasi berdasarkan saling mengenal dan bekerja sama secara bertahap.</p>
<p>Melihat kembali ke belakang pada dua dekade terakhir saat membangun perusahaan internasional, saya bisa melihat dengan jelas tidak ada seorangpun atau perusahaan yang membawa sesuatu ke atas meja yang bisa melejitkan perusahaan saya ke level berikutnya. Alih-alih demikian, hal ini memberikan dampak kumulatif bagi banyak orang, banyak kerjasama stratejik dan hubungan yang terjalin dengan baik.</p>
<p>***</p>
<p>Oleh Dr. Ivan Misner<br>Sumber: <a href="http://www.entrepreneur.com/">www.entrepreneur.com</a></p>
<p>Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com</p>
 