
<h2><strong>Menghadapi Takdir dengan Takdir </strong></h2>
<p><b>Pertanyaan:</b></p>
<p><em><span style="font-weight: 400;">Bagaimana sikap seorang muslim dalam menerima takdir Allah terhadap wabah Corona sekarang ini?</span></em></p>
<p><b>Jawaban:</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Terjadinya wabah Covid-19 telah ditakdirkan Allah Ta’ala, jauh sebelum adanya alam semesta. Itulah keyakinan yang musti dimiliki setiap muslim. Sebagai konsekuensi kepercayaannya terhadap rukun iman keenam.</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">Tentu di balik seluruh takdir Allah pasti ada hikmah kebaikannya. Sebab Allah adalah al-Hakim. Yang Maha Bijaksana. Insya Allah di lain kesempatan, penulis akan berupaya mengulas sebagian hikmah tersebut.</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">Jadi, kita wajib meyakini bahwa wabah Covid-19 adalah takdir Allah. Namun keyakinan tersebut tidak lantas membuat kita pasrah dan duduk berpangku tangan. Tidak ngapa-ngapain.</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">Justru sikap yang benar adalah kita harus berupaya menghadapi takdir ini dengan takdir Allah yang lainnya. Yaitu doa! Ya, kita harus berdoa. Yang menakdirkan hamba untuk berdoa, adalah Allah. Sehingga ketika terjadi musibah, lantas kita berdoa, sejatinya kita sedang menghadapi takdir dengan takdir.</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><b>Dahsyatnya Kekuatan Doa</b><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">Esok ada beberapa kemungkinan kelanjutan wabah ini. Bisa jadi akan semakin parah. Na’udzu billah min dzalik. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Atau bisa jadi akan segera berakhir. Dan inilah yang kita harapkan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari dua kemungkinan itu, hanya Allah yang tahu, mana yang bakal terjadi.</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">Pun demikian, kita tetap harus berupaya untuk berdoa meminta keselamatan.</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">Apakah doa efektif? Tentu! Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span></p>
<p class="arab">لاَ يَرُدُّ القَضَاءَ إِلاَّ الدُّعَاءُ</p>
<p><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">“Tidak ada hal yang bisa menolak takdir, kecuali doa.” (HR. Tirmidzi dan beliau menyatakan hadits ini hasan gharib)</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">Doa sangat efektif untuk mencegah sesuatu yang belum terjadi. Maupun untuk menangani sesuatu yang telah terjadi.</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">Doa bisa menghindarkan seseorang dari terpapar virus Covid-19. Juga bisa menyembuhkan orang yang telah positif mengidap penyakit tersebut.</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">Bukankah virus super kecil itu adalah makhluk ciptaan Allah? Yang tentu berada di bawah kendali-Nya. Apapun yang dikehendaki-Nya pasti terjadi. Begitu pula sebaliknya.</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan,</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span></p>
<p class="arab">الدُّعَاءَ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ، فَعَلَيْكُمْ بِالدُّعَاءِ عِبَادَ اللَّهِ.</p>
<p><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">“Doa itu bermanfaat untuk menangani sesuatu yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi. Wahai para hamba Allah, berdoalah!.” (HR. Ahmad. Isnad hadits ini dinilai sahih oleh al-Hakim)</span></p>
<p><b>Berdoa Yuk!</b><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">Ikuti arahan para ahli untuk melakukan hal-hal yang bersifat upaya preventif. Rajin cuci tangan menggunakan sabun. Berusaha banyak tinggal di rumah. Mengenakan masker saat harus keluar rumah. Melakukan social distancing. Serta tips-tips lainnya.</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">Namun ingat, upaya lahiriah saja tidak cukup! Sebab virus itu tidak terlihat mata telanjang. Bisa menembus batas-batas yang tidak kita prediksikan.</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">Maka solusi jitunya adalah iringi upaya lahiriah dengan menggencarkan doa. Bukankah di redaksi dzikir pagi-petang banyak doa permohonan keselamatan? Nunggu apa lagi? Ayo rutinkan!</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><strong>Pesantren Tunas Ilmu, Kedungwuluh, Purbalingga, Selasa, 29 Rajab 1441 / 24 Maret 2020</strong></p>
<p><strong>Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A.</strong></p>
<p><strong>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Tanya Ustadz untuk Android</a>. <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Download Sekarang !!</a></strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
</ul>
 