
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">قال البجيرمي: وفي البكارة ثلاث فوائد:</p>
<p>Al Bijairumi mengatakan, “Menikahi <em>bikr</em> atau gadis itu memiliki tiga manfaat sebagai berikut:</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">إحداها أن تحب الزوج الاول وتألفه، والطباع مجبولة على الانس بأول مأولف، وأما التي مارست الرجال فربما لا ترضى ببعض الاوصاف التي تخالف ما ألفته فتكره الزوج الثاني.</p>
<p><strong>Pertama</strong>, dia akan mencintai dan akrab dengan suaminya yang pertama. Manusia memiliki karakter untuk merasa nyaman dengan hal pertama kali yang dia kenal. Sedangkan wanita yang telah berpengalaman dengan banyak laki-laki maka boleh jadi dia tidak suka dengan sebuah sifat atau perilaku yang berbeda dengan perilaku yang telah biasa dia terima akhirnya dia kurang suka dengan suami yang kedua.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">الفائدة الثانية أن ذلك أكمل في مودته لها.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, memiliki istri gadis untuk menjadi sebab suami memiliki cinta yang lebih sempurna kepadanya</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">الثالثة: لا تحن إلا للزوج الاول.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, seorang gadis tidak akan kangen dan terkenang kecuali kepada pasangan yang pertama.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">ولبعضهم: نقل فؤادك حيث شئت من الهوى # ما الحب إلا للحبيب الاول</p>
<p>Seorang penyair mengatakan,<br>
Tambatkan hatimu pada siapa saja yang kau sukai<br>
Tidaklah cinta kecuali pada lelaki pertama yang kau cintai</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">كم منزل في الارض يألفه الفتى # وحنينه أبدا لاول منزل ؟ اه.</p>
<p>Betapa banyak tempat yang pernah disinggahi<br>
Rasa kangen hanyalah pada tempat yang pertama kali”.</p>
<p>Sekian kutipan dari perkataan al Baijuri. ”<br>
[<em>Hasyiyah I’anah al Thalibin</em> juz 3 hal 271, karya Sayyid Muhammad Syatho cetakan <em>al Haramain</em>]</p>
<p>Jika kita bawa penjelasan di atas kepada realita sekeliling kita, bisa kita simpulkan bahwa <em>bikr</em> atau gadis yang dimaksudkan oleh para ulama sebagai wanita yang dianjurkan untuk dinikahi bukanlah sembarang gadis alias asalkan masih perawan namun gadis yang belum pernah tersentuh atau terjamah laki-laki dengan bahasa lain belum pernah jatuh ke dalam dekapan laki-laki yang pernah menempati ruangan khusus dalam hatinya. Itulah –meminjam istilah dari Abu Muhammad al Ashri– gadis “culun” yang belum pernah mengenal pacar dan pacaran apalagi malah pernah menjadi <em>playgirl</em>. Sungguh beruntung laki-laki yang mendapatkannya.</p>
<p>Artikel <a href="https://ustadzaris.com">www.ustadzaris.com</a></p>
 