
<p>Syukur bukanlah dengan maksiat, syukur seharusnya dengan ketaatan pada Allah.</p>
<p>Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Katsir berkata, sebagai penduduk Hijaz berkata, Abu Hazim mengatakan,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">كل نعمة لا تقرب من الله عز وجل، فهي بلية.</span></p>
<p>“Setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah, itu hanyalah musibah.” (<strong>Hilyatul Awliya’, 1/497)</strong></p>
<p>Mukhollad bin Al Husain mengatakan,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">الشكر ترك المعاصي</span></p>
<p>“Syukur adalah dengan meninggalkan maksiat.” <strong>(‘Iddatush Shobirin, hal. 49, Mawqi’ Al Waroq</strong>)</p>
<p>Abu Sulaiman mengatakan,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">ذكر النعم يورث الحب لله</span></p>
<p>“Mengingat nikmat Allah akan mewariskan kecintaan pada-Nya.” (<strong>‘Iddatush Shobirin, hal. 49</strong>)</p>
<p>Faedah di sore hari, 15 Jumadits Tsani 1431 H, di wisma MTI-Pogung Kidul</p>
<p>Artikel <a href="http://www.rumaysho.com/">www.rumaysho.com</a></p>
<p>Muhammad Abduh Tuasikal</p>
 