
<p><iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/362802053&amp;color=d5265f&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;hide_related=true&amp;show_comments=false&amp;show_user=false&amp;show_reposts=false" width="100%" height="166" frameborder="no" scrolling="no"></iframe></p>
<h2><strong>Hadits Palsu Tentang Maulid Nabi Muhammad</strong></h2>
<p><em>Benarkah orang yang merayakan maulid akan mendapat syafaat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?</em></p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,</em></p>
<p>Terdapat sebuah hadis yang sering dijadikan sebagai dalil pendukung maulid. Teks hadisnya,</p>
<p class="arab">مَنْ عَظَّمَ مَولِدِى كُنتُ شَفيعًا لَه يَومَ القِيَامَة. وَمَنْ اَنْفَقَ دِرهَمًـا فِى مَولِدِى فَكَاَنَّمـَا اَنفَقَ جَبَلًا مِن ذَهَبٍ فِى سَبِيلِ اللهِ</p>
<p><em>“Siapa yang mengagungkan hari kelahiranku, niscaya aku akan memberi syafaat kepadanya kelak pada hari kiamat, dan siapa mendermakan satu dirham untuk menghormati kelahiranku, maka seakan-akan dia telah mendermakan satu gunung emas di dalam perjuangan fi sabilillah.”</em></p>
<p><strong>Status Hadits</strong></p>
<p>Kami tidak pernah menjumpai hadis ini. Bahkan ada keterangan dari sebagian ulama bahwa hadis ini adalah hadis palsu, dusta atas nama Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Diantara Syaikh Abdullah Aljibrin. Ketika ditanya tentang hadis ini, beliau mengatakan,</p>
<p class="arab">هذا الحديث لا يصح، ولم يرو في أصحاب الصحيح ولا أصحاب السنن فهو مكذوب</p>
<p><em>Hadis ini tidak shahih, tidak pernah diriwayatkan para penulis kitab shahih atau penulis kitab sunan. Hadits ini dusta.</em><br>
[http://www.ibn-jebreen.com/fatwa/vmasal-6019-.html]</p>
<h3><strong>Agar Mendapatkan Syafaat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em></strong></h3>
<p>Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em> pernah bertanya kepada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p class="arab">يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ القِيَامَةِ؟</p>
<p>“Ya Rasulullah, siapakah orang yang berbahagia karena mendapatkan syafaat anda di hari kiamat?”</p>
<p>Jawab Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam,</em></p>
<p class="arab">لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ، أَلَّا يَسْأَلَنِي عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلَ مِنْكَ، لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الْحَدِيثِ، أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ خَالِصَةً مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ</p>
<p><em>Wahai Abu Hurairah, sudah saya duga, tidak ada seorangpun yang bertanya kepadaku tentang masalah ini sebelum-mu. Karena saya tahu, kamu sangat semangat untuk mendapatkan hadis.</em></p>
<p>Lalu beliau bersabda,</p>
<p><em>“Orang yang berbahagia karena mendapatkan syafaatku adalah orang yang mengikrarkan laa ilaaha illallah, ikhlas dari dalam dirinya.”</em> (HR. Bukhari 99 dan yang lainnya).</p>
<p>Makna “<em>mengikrarkan laa ilaaha illallah, ikhlas dari dalam hatinya</em>” adalah mentauhidkan Allah.</p>
<p>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memuji Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em> dengan pertanyaan ini. Bahkan beliau sebut itu bagian dari semangat Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em> dalam mendapatkan hadits.</p>
<p>Sehingga tentu Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> akan memberikan jawaban yang terbaik untuk pertanyaan ini.</p>
<p>Anda tahu bagaimana jawaban Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam?</em></p>
<p>Beliau tidak menjawab,</p>
<p><em>“Orang yang bebahagia karena mendapatkan syafaatku adalah mereka yang memperingati hari kelahiranku…!!?”</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Baca Artikel Terkait: <a href="https://konsultasisyariah.com/16065-peringatan-maulud-nabi.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Peringatan Maulud Nabi dalam Tinjauan Sejarah</a></strong></p>
<p>Namun jawaban beliau adalah “Orang yang berbahagia karena mendapatkan syafaatku adalah orang yang mengikrarkan <strong><em>laa ilaaha illallah</em></strong>, ikhlas dari dalam dirinya.”</p>
<p>Mereka yang mendapat syafaat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> adalah mereka yang mentauhidkan Allah, dan bukan mereka yang merayakan peringatan maulid beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam.</em></p>
<p>Demikian..</p>
<p><em>Allahu a’lam.</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>SPONSOR</strong> hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>
<strong>DONASI</strong> hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
</ul>
 