
<p><span style="font-weight: 400;">Ketahuilah sobat! Tatkala Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">memerintahkan sesuatu kepada kaum mukminin, sesungguhnya semata-mata hal itu demi kebahagiaan hamba-hamba-Nya dan kesempurnaan iman mereka.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian pula, ketika Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">melarang mereka dari sesuatu, hakikatnya Dia melarang mereka dari menjerumuskan diri ke dalam jurang kesengsaraan dan melarang mereka dari sesuatu yang membahayakan keimanan mereka. Jadi, Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> memerintahkan Anda -wahai hamba yang beriman- untuk memberi kabar gembira kepada anda dan mengajarkan kepada anda sesuatu yang bermanfa’at bagi anda. Sedangkan Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">melarang anda -wahai hamba yang beriman- untuk memperingatkan Anda dan memberitahu Anda akan bahaya yang ada dihadapan Anda. Jika demikian halnya, pantaskah merasa berat melakukan perintah atau meninggalkan larangan-Nya?</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Sisi Kedua</b></span></h4>
<h5>
<b>Dorongan dan Seruan untuk Mensyukuri Nikmat Iman dengan Cara Tunduk yang Sempurna kepada Allah </b><b><i>Ta’ala</i></b>
</h5>
<p><span style="font-weight: 400;">Ketundukan yang sempurna kepada Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">itu direalisasikan dengan melaksanakan perintah Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">dan menghindari larangan-Nya. Dan sisi ini hakikatnya adalah penjelasan dari Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">tentang</span> <span style="font-weight: 400;">bagaimana</span> <span style="font-weight: 400;">bentuk bersyukur kepada Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">secara terperinci.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jadi, tatkala Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">menyeru mereka dengan firman-Nya,</span></p>
<p style="text-align: right;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا</p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Wahai orang-orang yang beriman</span></i><span style="font-weight: 400;">”, lalu Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> menyebutkan perintah atau larangan-Nya, maksudnya adalah wahai orang-orang yang telah dianugerahi nikmat iman, syukurilah nikmat iman tersebut, dengan melaksanakan perintah Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">atau menghindari larangan-Nya, karena bersyukur itu berarti tunduk dan ta’at kepada Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala.</span></i></p>
<h5><b>Keimanan adalah Anugerah Allah yang Terbesar</b></h5>
<p><span style="font-weight: 400;">Keimanan seorang hamba adalah anugerah dan nikmat Allah yang terbesar. Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">telah menjelaskan dalam beberapa ayat-Nya </span><span style="font-weight: 400;">bahwa keimanan adalah karunia dan nikmat dari-Nya, Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berfirman:</span></p>
<p style="text-align: right;">وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ ۚ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ</p>
<p><span style="font-weight: 400;">(7) </span><i><span style="font-weight: 400;">Dan ketahuilah bahwa di tengah-tengah kalian ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauan kalian dalam banyak urusan, benar-benarlah kalian mendapatkan kesusahan, akan tetapi Allah menjadikan kalian mencintai  keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hati kalian serta menjadikan kalian benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,</span></i></p>
<p style="text-align: right;">فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَنِعْمَةً ۚ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ</p>
<p><span style="font-weight: 400;">(8)</span> <i><span style="font-weight: 400;">Sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana</span></i><span style="font-weight: 400;"> (QS. Al-Hujuraat: 7 – 8).</span></p>
<p style="text-align: right;">يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا ۖ قُلْ لَا تَمُنُّوا عَلَيَّ إِسْلَامَكُمْ ۖ بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ</p>
<p><b>(17)</b> <i><span style="font-weight: 400;">Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: “Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar” </span></i><span style="font-weight: 400;">(QS. Al-Hujuraat: 17).</span></p>
<p><b>[Bersambung]</b></p>
<p>***</p>
<p>Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah</p>
<p>Artikel Muslim.or.id</p>
[serialposts]
<p>___</p>
 