
<p><em>Baca pembahasan sebelumnya <a href="https://muslim.or.id/31102-modal-dasar-berdoa-pada-allah-1.html">Modal Dasar Berdoa pada Allah (1)</a></em></p>
<h2><b>Agar Doa Dikabulkan Allah</b></h2>
<p>Doa bukan hanya sekedar ucapan. Doa yang mustajab memiliki beberapa syarat dan adab yang agung. Imam Ibnul Qayyim <i>rahimahullah </i>menjelaskan tentang beberapa hal yang perlu dipenuhi apabila seorang hamba ingin dikabulkan doanya, beliau <i>rahimahullah </i>berkata,</p>
<h3 style="text-align: right;">وَإِذَا جمع مَعَ الدُّعَاءِ حُضُورَ الْقَلْبِ وَجَمْعِيَّتَهُ بِكُلِّيَّتِهِ عَلَى الْمَطْلُوبِ ، وَصَادَفَ وَقْتًا مِنْ أَوْقَاتِ الْإِجَابَةِ السِّتَّةِ ، وَهِيَ</h3>
<p>“Apabila sebuah doa digabungkan dengan kehadiran dan kosentrasi hati secara totalitas terhadap perkara yang diharapkan, serta bertepatan dengan salah satu waktu dikabulkannya doa yang enam waktu, yaitu:</p>
<h3 style="text-align: right;">الثُّلُثُ الْأَخِيرُ مِنَ اللَّيْلِ ، وَعِنْدَ الْأَذَانِ ، وَبَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ، وَأَدْبَارُ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ ، وَعِنْدَ صُعُودِ الْإِمَامِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ عَلَى الْمِنْبَرِ حَتَّى تُقْضَى الصَّلَاةُ مِنْ ذَلِكَ الْيَوْمِ ، وَآخِرُ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ</h3>
<p>(1) Sepertiga malam terakhir,</p>
<p>(2) ketika adzan,</p>
<p>(3) antara adzan dan iqamah,</p>
<p>(4) di akhir setiap sholat wajib (sebelum salam),</p>
<p>(5) ketika imam naik mimbar pada hari Jumat hingga selesainya sholat (Jumat) hari itu.</p>
<p>(6) Akhir dari waktu (hari Jumat) setelah Ashar.</p>
<h3 style="text-align: right;">وَصَادَفَ خُشُوعًا فِي الْقَلْبِ، وَانْكِسَارًا بَيْنَ يَدَيِ الرَّبِّ، وَذُلًّا لَهُ، وَتَضَرُّعًا، وَرِقَّةً .</h3>
<p>“dan bertepatan dengan kekhusyuan hati, merasa tak berdaya di hadapan Allah, merendahkan diri dan tunduk kepada-Nya, serta kelembutan hati.”</p>
<h3 style="text-align: right;">وَاسْتَقْبَلَ الدَّاعِي الْقِبْلَةَ</h3>
<p>“Menghadapnya hamba yang berdoa ke arah Kiblat.”</p>
<h3 style="text-align: right;">وَكَانَ عَلَى طَهَارَةٍ</h3>
<p>“Dan ia dalam keadaan suci.”</p>
<h3 style="text-align: right;">وَرَفَعَ يَدَيْهِ إِلَى اللَّهِ</h3>
<p>“Iapun mengangkat kedua tangannya (memohon) kepada Allah.”</p>
<h3 style="text-align: right;">وَبَدَأَ بِحَمْدِ اللَّهِ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ</h3>
<p>“Dan memulai (doanya) dengan memuji Allah dan menyanjung-Nya.”</p>
<h3 style="text-align: right;">ثُمَّ ثَنَّى بِالصَّلَاةِ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِهِ وَرَسُولِهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ</h3>
<p>“Ia bershalawat dan salam untuk hamba dan Rasul-Nya Muhammad <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i>.”</p>
<h3 style="text-align: right;">ثُمَّ قَدَّمَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَتِهِ التَّوْبَةَ وَالِاسْتِغْفَارَ</h3>
<p>“Kemudian ia memulai dengan bertaubat dan beristighfar (kepada Allah) sebelum menyebutkan keperluan (lainnya).”</p>
<h3 style="text-align: right;">ثُمَّ دَخَلَ عَلَى اللَّهِ، وَأَلَحَّ عَلَيْهِ فِي الْمَسْأَلَةِ، وَتَمَلَّقَهُ وَدَعَاهُ رَغْبَةً وَرَهْبَةً.</h3>
<p>“Mulailah ia menghadap kepada Allah, memelas dalam berdoa, dan merendahkan diri di hadapan-Nya, serta berdoa kepada-Nya dengan harap dan cemas.”</p>
<h3 style="text-align: right;">وَتَوَسَّلَ إِلَيْهِ بِأَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ وَتَوْحِيدِهِ</h3>
<h3 style="text-align: right;">“Ia pun bertawassul dengan nama dan sifat-Nya serta dengan mentauhidkan-Nya.”</h3>
<p>وَقَدَّمَ بَيْنَ يَدَيْ دُعَائِهِ صَدَقَةً، فَإِنَّ هَذَا الدُّعَاءَ لَا يَكَادُ يُرَدُّ أَبَدًا، وَلَا سِيَّمَا إِنْ صَادَفَ الْأَدْعِيَةَ الَّتِي أَخْبَرَ النَّبِيُّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – أَنَّهَا مَظَنَّةُ الْإِجَابَةِ، أَوْ أَنَّهَا مُتَضَمِّنَةٌ لِلِاسْمِ الْأَعْظَمِ.</p>
<p>“Ia pun mendahului doanya dengan bershadaqah, maka doa yang seperti ini tidak akan tertolak selamanya, terlebih lagi jika bertepatan dengan lafal-lafal doa yang Nabi <i>shallallahu’alaihi wa sallam</i> memberitakan bahwa lafal-lafal tersebut berpotensi untuk dikabulkan atau lafal-lafal tersebut mengandung nama-Nya yang paling agung.”</p>
<p><b>[bersambung]</b></p>
<h2>Daftar link artikel ini:</h2>
<ol>
<li><a href="https://muslim.or.id/31102-modal-dasar-berdoa-pada-allah-1.html">Modal Dasar Berdoa pada Allah (1)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31293-modal-dasar-berdoa-pada-allah-2.html">Modal Dasar Berdoa pada Allah (2)</a></li>
</ol>
<p>Penulis: <span class=""><span class="author xt-post-author"><a title="Posts by Sa'id Abu Ukkasyah" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" rel="author" data-slimstat-clicked="false" data-slimstat-type="2" data-slimstat-tracking="false" data-slimstat-callback="false">Sa’id Abu Ukkasyah</a></span></span><br>
Artikel: <a href="http://muslim.or.id">Muslim.or.id</a></p>
 