
<p><em>Baca pembahasan sebelumnya<a href="https://muslim.or.id/31604-modal-dasar-berdoa-pada-allah-6.html"> Modal Dasar Berdoa pada Allah (6)</a></em></p>
<h2><b>Seorang hamba membutuhkan Allah, baik dalam masalah ibadah maupun istianah (memohon pertolongan).</b></h2>
<p>Dalam kitab <i>Al-‘Ubudiyyah</i> dan <i>Majmu’ul Fatawa</i>, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah <i>rahimahullah </i>menjelaskan bahwa kebutuhan seorang hamba kepada Allah <i>Ta’ala</i> merupakan kodrat hamba-Nya dan sebuah sifat yang melekat pada diri makhluk-Nya, namun penghayatan hamba-hamba-Nya terhadap rasa butuh mereka kepada Allah <i>Ta’ala </i>itu bertingkat-tingkat.</p>
<p>Diantara mereka ada yang sangat tinggi penghayatannya dalam merasa butuh kepada <i>Rabb</i>-nya sehingga membuahkan tawakal yang sangat kuat pula, meskipun ia tetap berusaha keras mengambil sebab demi meraih maslahat dan menghindari mudarat (kerugian, kerusakan dan bahaya), namun hatinya tetap bersandar hanya kepada Allah <i>Ta’ala </i>saja.</p>
<h2>Seorang hamba membutuhkan Allah <i>Ta’ala</i> dari dua sisi tinjauan, yaitu:</h2>
<p>Pertama, seorang hamba membutuhkan Allah <i>Ta’ala</i> dari sisi peribadahan.</p>
<p>Kedua, seorang hamba membutuhkan Allah <i>Ta’ala</i> dari sisi istianah (memohon pertolongan), hal ini sebagaimana firman Allah <i>Ta’ala </i>dalam surat Al-Fatihah:</p>
<h3 style="text-align: right;"><b>إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ</b></h3>
<p><i>“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.”</i></p>
<p>Berikut ini penjelasannya:</p>
<p><b>Pertama, seorang hamba membutuhkan Allah </b><b><i>Ta’ala</i></b><b> dari sisi peribadahan.</b></p>
<p>Seorang hamba membutuhkan Allah <i>Ta’ala</i> dari sisi peribadahan, maksudnya bahwa seorang hamba butuh untuk menyembah dan menghamba hanya kepada Allah <i>Ta’ala </i>semata. Seorang hamba butuh untuk mencintai Allah <i>Ta’ala </i>dengan kecintaan pengagungan dan kecintaan <i>ubudiyyah</i>.</p>
<p>Hakikatnya hati seorang hamba tidaklah baik, tidaklah beruntung, tidaklah gembira, tidaklah merasa lezat, tidaklah merasa bahagia, dan tidaklah merasa tenang melainkan dengan menghamba, menyembah serta beribadah kepada Allah <i>Ta’ala </i>saja.</p>
<p>Meskipun ia mendapatkan semua kesenangan duniawi dari sesama makhluk, maka pastilah hal itu tidak akan membuat hatinya tenang, bahagia, dan lezat secara hakiki tatkala ia tidak menghamba, menyembah, serta beribadah kepada Allah <i>Ta’ala </i>saja.</p>
<p>Kebahagian, ketenangan, kelezatan yang hakiki di hati seorang hamba tidak akan diraih melainkan sampai Allah-lah satu-satunya Sesembahan yang hak, paling dicintai dan diagungkan dalam hatinya!</p>
<p><b>Kedua, seorang hamba membutuhkan Allah </b><b><i>Ta’ala</i></b><b> dari sisi istianah (memohon pertolongan).</b></p>
<p>Seorang hamba membutuhkan Allah <i>Ta’ala</i> dari sisi istianah (memohon pertolongan), maksudnya:</p>
<p>Karena tujuan hidup seorang hamba adalah beribadah kepada Allah <i>Ta’ala </i>saja, maka dalam meraih tujuan hidupnya, menghamba kepada-Nya, tunduk kepada-Nya, melaksanakan perintah-Nya, menghindari larangan-Nya, menerapkan hukum-Nya, dan melaksanakan syariat-Nya, seorang hamba sangatlah membutuhkan Allah <i>Ta’ala </i>dalam semua urusan tersebut, karena hakikatnya, ia tidaklah mampu melakukan satu saja dari perkara-perkara tersebut melainkan apabila Allah <i>Ta’ala</i> menolongnya dan memberi taufik-Nya kepadanya.</p>
<p>Oleh karena itu, dua perkara ini, yaitu: ibadah dan isti’anah kepada Allah <i>Ta’ala</i> semata adalah dua perkara yang sangat dibutuhkan oleh seorang hamba.</p>
<p><i>Ibadatullah</i>, beribadah hanya kepada Allah <i>Ta’ala</i> adalah tujuan yang paling mulia, sedangkan <i>isti’anah billah wahdah, </i>memohon pertolongan hanya kepada Allah <i>Ta’ala </i>adalah sarana yang paling agung. Tujuan yang paling mulia itu tidaklah bisa diraih kecuali dengan sarana memohon pertolongan hanya kepada Allah <i>Ta’ala </i>saja! Ketahuilah bahwa kedua hal yang paling mulia ini terdapat dalam surat Al-Fatihah.</p>
<p>Pantaslah apabila Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah <i>rahimahullah </i>mengatakan:</p>
<h3 style="text-align: right;">تأملت أنفع الدعاء فإذا هو سؤال العون على مرضاته ، ثم رأيته في الفاتحة في <b>إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ</b>
</h3>
<p>“Saya perhatikan doa yang paling bermanfaat, maka (saya dapatkan) berupa permohonan pertolongan untuk meraih rida-Nya, kemudian saya mendapatkan doa tersebut terdapat dalam surat Al-Fatihah pada ayat:</p>
<h3 style="text-align: right;"><b>إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ</b></h3>
<p><i>‘Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan’.” </i>[<i>Asyru Qawa’id fil Istiqamah</i>, Syaikh Abdur Razzaq, hal. 10].</p>
<p><b>[bersambung]</b></p>
<h2>Daftar link artikel ini:</h2>
<ol>
<li><a href="https://muslim.or.id/31102-modal-dasar-berdoa-pada-allah-1.html">Modal Dasar Berdoa pada Allah (1)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31293-modal-dasar-berdoa-pada-allah-2.html">Modal Dasar Berdoa pada Allah (2)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31481-modal-dasar-berdoa-pada-allah-3.html">Modal Dasar Berdoa pada Allah (3)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31585-modal-dasar-berdoa-pada-allah-4.html">Modal Dasar Berdoa pada Allah (4)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31588-modal-dasar-berdoa-pada-allah-5.html">Modal Dasar Berdoa pada Allah (5)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31604-modal-dasar-berdoa-pada-allah-6.html">Modal Dasar Berdoa pada Allah (6)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31608-modal-dasar-berdoa-pada-allah-7.html">Modal Dasar Berdoa pada Allah (7)</a></li>
</ol>
<p>Penulis: <span class=""><span class="author xt-post-author"><a title="Posts by Sa'id Abu Ukkasyah" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" rel="author" data-slimstat-clicked="false" data-slimstat-type="2" data-slimstat-tracking="false" data-slimstat-callback="false">Sa’id Abu Ukkasyah</a></span></span><br>
Artikel: <a href="http://muslim.or.id">Muslim.or.id</a></p>
<p><b> </b></p>
 