
<p><em>Segala puji bagi Allah pemberi berbagai macam nikmat. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.</em> </p>
<p>Kapankah keluarnya Dajjal dan berapa lama ia berada di muka bumi belum Rumaysho.com ulas. Bahasan tersebut akan melanjutkan bahasan sebelumnya mengenai Dajjal. Perlu sekali kita mengetahui hal ini karena termasuk keimanan kepada yang <em>ghoib</em> dan masuk pula dalam keimanan kepada hari akhir. Semoga pengetahuan ini semakin membuat kita bersiap diri menghadapi hari akhir yang pasti kita jumpai. Modal utama untuk menghadapi hari tersebut adalah iman dan takwa.</p>
<p>  <!--more-->  </p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Tempat Keluarnya Dajjal</strong></span></p>
<p>Dajjal akan muncul dari arah timur dari negeri Persia, disebut Khurasan. Dari Abu Bakr Ash Shiddiq, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;">الدَّجَّالُ يَخْرُجُ مِنْ أَرْضٍ بِالْمَشْرِقِ يُقَالُ لَهَا خُرَاسَانُ يَتْبَعُهُ أَقْوَامٌ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمَجَانُّ الْمُطْرَقَةُ</span></p>
<p><em>“Dajjal itu keluar dari bumi sebelah timur yang disebut Khurasan. Dajjal akan diikuti oleh kaum yang wajah mereka seperti tameng yang dilapisi kulit”. <a href="#_ftn1"><strong>[1]</strong></a></em></p>
<p>Namun kemunculan Dajjal baru terlihat jelas ketika ia sampai di suatu tempat antara Irak dan Syam. Dalam hadits An Nawas bin Sam’an yang <em>marfu’</em> –sampai pada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam-</em> disebutkan,</p>
<p dir="RTL" style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;">إِنَّهُ خَارِجٌ خَلَّةً بَيْنَ الشَّأْمِ وَالْعِرَاقِ فَعَاثَ يَمِينًا وَعَاثَ شِمَالاً يَا عِبَادَ اللَّهِ فَاثْبُتُوا</span></p>
<p>“<em>Dajjal itu keluar di antara Syam dan Irak. Dia lantas merusak kanan dan kiri. Wahai para hamba Allah, tetap teguhlah</em>”.<a href="#_ftn2">[2]</a></p>
<p>Dajjal akan keluar dari Yahudiyah Ashbahan dan 70.000 orang Yahudi akan menjadi pengikutnya. Dari Anas bin Malik, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;">يَخْرُجُ الدَّجَّالُ مِنْ يَهُودِيَّةِ أَصْبَهَانَ مَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفاً مِنَ الْيَهُودِ عَلَيْهِمُ التِّيجَانُ</span></p>
<p>“<em>Dajjal akan keluar dari Yahudiyah Ashbahan dan 70.000 orang Yahudi yang memakai mahkota akan jadi pengikutnya.</em>”<a href="#_ftn3">[3]</a></p>
<p>Ibnu Katsir berkata bahwa munculnya Dajjal adalah dari Ashbahan dari daerah yang disebut Yahudiyah.<a href="#_ftn4">[4]</a></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Dajjal Tidak Akan Masuk Makkah dan Madinah</strong></span></p>
<p>Dajjal akan muncul dari Ashbahan dan akan menelusuri muka bumi. Tidak ada satu negeri pun melainkan Dajjal akan mampir di tempat tersebut. Yang dikecualikan di sini adalah Makkah dan Madinah karena malaikat akan menjaga dua kota tersebut. Dajjal tidak akan memasuki kedunya hingga akhir zaman. Dalam hadits Fathimah bin Qois <em>radhiyallahu ‘anha</em> disebutkan bahwa Dajjal mengatakan,</p>
<p dir="RTL" style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;">فَأَخْرُجَ فَأَسِيرَ فِى الأَرْضِ فَلاَ أَدَعَ قَرْيَةً إِلاَّ هَبَطْتُهَا فِى أَرْبَعِينَ لَيْلَةً غَيْرَ مَكَّةَ وَطَيْبَةَ فَهُمَا مُحَرَّمَتَانِ عَلَىَّ كِلْتَاهُمَا كُلَّمَا أَرَدْتُ أَنْ أَدْخُلَ وَاحِدَةً أَوْ وَاحِدًا مِنْهُمَا اسْتَقْبَلَنِى مَلَكٌ بِيَدِهِ السَّيْفُ صَلْتًا يَصُدُّنِى عَنْهَا وَإِنَّ عَلَى كُلِّ نَقْبٍ مِنْهَا مَلاَئِكَةً يَحْرُسُونَهَا</span></p>
<p>“<em>Aku akan keluar dan menelusuri muka bumi. Tidaklah aku membiarkan suatu daerah kecuali pasti aku singgahi dalam masa empat puluh malam selain Makkah dan Thoybah (Madinah Nabawiyyah). Kedua kota tersebut diharamkan bagiku. Tatkala aku ingin memasuki salah satu dari dua kota tersebut, malaikat menemuiku dan menghadangku dengan pedangnya yang mengkilap. Dan di setiap jalan bukit ada malaikat yang menjaganya.</em>”<a href="#_ftn5">[5]</a></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Dajjal Tidak Akan Memasuki Empat Masjid</strong></span></p>
<p>Dalam hadits disebutkan tentang Dajjal,</p>
<p dir="RTL" style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;">لاَ يَأْتِى أَرْبَعَةَ مَسَاجِدَ الْكَعْبَةَ وَمَسْجِدَ الرَّسُولِ والْمَسْجِدَ الأَقْصَى وَالطُّورَ</span></p>
<p>“<em>Dajjal tidak akan memasuki empat masjid: masjid Ka’bah (masjidil Haram), masjid Rasul (masjid Nabawi), masjid Al Aqsho’, dan masjid Ath Thur.</em>”<a href="#_ftn6">[6]</a></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Berapa Lama Dajjal di Muka Bumi?</strong></span></p>
<p>Para sahabat menanyakan pada Rasul <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>mengenai berapa lama Dajjal berada di muka bumi. Mereka berkata,</p>
<p dir="RTL" style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;">يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا لَبْثُهُ فِى الأَرْضِ قَالَ « أَرْبَعُونَ يَوْمًا يَوْمٌ كَسَنَةٍ وَيَوْمٌ كَشَهْرٍ وَيَوْمٌ كَجُمُعَةٍ وَسَائِرُ أَيَّامِهِ كَأَيَّامِكُمْ ». قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَذَلِكَ الْيَوْمُ الَّذِى كَسَنَةٍ أَتَكْفِينَا فِيهِ صَلاَةُ يَوْمٍ قَالَ « لاَ اقْدُرُوا لَهُ قَدْرَهُ</span></p>
<p>“Wahai Rasulullah, berapa lama Dajjal berada di muka bumi?” Beliau bersabda, “Selama empat puluh hari, di mana satu harinya seperti setahun, satu harinya lagi seperti sebulan, satu harinya lagi seperti satu Jum’at (maksudnya: satu minggu, pen), satu hari lagi seperti hari-hari yang kalian rasakan.”  Mereka pun bertanya kembali pada Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, “Wahai Rasulullah, jika satu hari bisa sama seperti setahun, apakah kami cukup shalat satu hari saja?” “Tidak. Namun kalian harus mengira-ngira (waktunya)”, jawab beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam.<a href="#_ftn7"><strong>[7]</strong></a> </em></p>
<p>Jawaban Rasul <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>terhadap pertanyaan sahabat menunjukkan bahwa ketika Dajjal muncul hari akan terasa begitu panjang, sampai terasa setahun atau sebulan atau seminggu. Dan ini bukanlah majaz, tetapi hakiki.<a href="#_ftn8">[8]</a></p>
<p>Imam Nawawi <em>rahimahullah </em>menjelaskan mengenai memperkirakan waktu shalat di atas, “Jika setelah fajar berlalu waktu yang masanya sama seperti waktu antara shubuh dan zhuhur seperti hari biasa, maka shalatlah zhuhur. Jika berlalu waktu yang masanya seperti antara zhuhur dan ashar, maka shalatlah ashar.  Jika berlalu waktu yang masanya seperti antara ashar dan maghrib, maka shalatlah maghrib. Demikian yang dilakukan untuk shalat ‘isya dan shubuh, kemudian zhuhur, ‘ashar dan maghrib diperlakukan demikian sampai berlalu waktu yang terasa setahun (sebulan atau seminggu tadi).”<a href="#_ftn9">[9]</a></p>
<p>Bahasan Dajjal yang pernah diulas di rumaysho.com:</p>
<p>1. <a href="belajar-islam/aqidah/3126-munculnya-dajjal-1.html" title="Seri 1, Bukti Adanya Dajjal" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Bukti Adanya Dajjal</a>.</p>
<p>2. <a href="belajar-islam/aqidah/3231-munculnya-dajjal-2.html" title="Munculnya Dajjal (2), Sifat-Sifat Dajjal" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Sifat-sifat Dajjal</a>.</p>
<p>3. <a href="belajar-islam/aqidah/3274-munculnya-dajjal-3.html" title="Munculnya Dajjal (3), Berbagai Fitnah Dajjal" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Berbagai Fitnah Dajjal</a>.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #800000;"><strong><em>Siapakah para pengikut Dajjal? Insya Allah akan diulas dalam bahasan selanjutnya.</em></strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><em>Wallahu waliyyut taufiq was sadaad. </em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Alhamdulilahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.<br></em></p>
<p> </p>
<p><strong>Referensi:</strong></p>
<ol>
<li>Asyrotus Sa’ah, Yusuf bin ‘Abdillah bin Yusuf Al Wabil, terbitan Darul Ibnul Jauzi, cetakan pertama, tahun 1431 H</li>
<li>Al Yaumul Akhir-Al Qiyamatush Shugro, Dr. ‘Umar Sulaiman Al Asyqor, Darun Nafais-Maktabah Al Falah, cetakan keempat, 1411 H.</li>
</ol>
<p> </p>
<p>@ Ummul Hamam, Riyadh, KSA, 17 Rabi’ul Awwal 1433 H</p>
<p><a href="http://www.rumaysho.com/">www.rumaysho.com</a></p>
<p> <br clear="all">  </p>
<hr>
<p><a href="#_ftnref1">[1]</a> HR. Tirmidzi no. 2337 dan Ibnu Majah no. 4072. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini <em>shahih</em>.</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> HR. Muslim no. 2937</p>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a> HR. Ahmad 3: 224. Haditsnya hasan kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth</p>
<p><a href="#_ftnref4">[4]</a> An Nihayah fil Fitan wal Malahim, 1: 128</p>
<p><a href="#_ftnref5">[5]</a> HR. Muslim no. 2942</p>
<p><a href="#_ftnref6">[6]</a> HR. Ahmad 5: 364. Kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth, sanad hadits ini <em>shahih</em>.</p>
<p><a href="#_ftnref7">[7]</a> HR. Muslim no. 2937.</p>
<p><a href="#_ftnref8">[8]</a> Al Yaumul Akhir-Al Qiyamatush Shugro, 243.</p>
<p><a href="#_ftnref9">[9]</a> Syarh Shahih Muslim, 18: 66</p>
 