
<p>Mungkin Kita termasuk Salah Satunya?</p>
<p>Ramadhan penuh perjuangan. Siang puasa, malam bergadang. Sungguh rutinitas yang melelahkan. Tapi siapa yang menjamin semua itu diterima?</p>
<p>Dari Abu hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Nabi<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ، وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ</p>
<p><em>Betapa banyak orang yang puasa, tidak mendapat apapun selain lapar. Betapa banyak orang qiyamul lail, tidak mendapatkan apapun selain bergadangan.</em> (HR. Ahmad 8856, Ibnu Majah 1690, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)</p>
<p>Pernahkah kita merasa khawatir, barangkali kita termasuk salah satu diantara mereka?</p>
<p>Apa yang bisa anda bayangkan jika kita termasuk salah satu diantara mereka?</p>
<p>Sedih, susah, biasa saja, atau malah gembira?</p>
<p>Jika nurani kita berfungsi dengan sehat, seharusnya kita bersedih. Kita merasa sedih karena semua usaha yang kita lakukan sia-sia, tidak membuahkan balasan. Rugi waktu, rugi tenaga, rugi usaha, rugi modal, dst.</p>
<p>Ketika nurani kita sehat, kita akan berusaha memohon dan memohon kepada Allah agar Dia menerima amal kita. Dan inilah tugas mereka yang selesai beramal, memohon kepada Allah, agar amalnya diterima.</p>
<p>Kita bisa rutinkan doa Ibrahim,</p>
<p class="arab">رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ</p>
<p>Wahai Rab kami, terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Maha mendengar lagi Maha Mengetahui</p>
 